cold supply chain

Bisnis Cold Supply Chain: Bagaimana Tantangan dan Peluangnya?

Kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi produk dalam keadaan segar kian meningkat. Karena itu, ada berbagai peluang usaha untuk mendukung pasokan bahan segar tetap terjaga, salah satunya adalah bisnis cold supply chain

Bagi yang tertarik untuk mengetahuinya lebih jauh, simak penjelasan berikut ini. 

Apa Itu Bisnis Cold Supply Chain?

Bisnis cold supply chain atau rantai pasok dingin adalah bisnis yang berkaitan dengan mobilisasi produk dengan ketentuan suhu dan kelembaban tertentu. Hal ini dilakukan agar produk bisa dinikmati konsumen dengan aman dan terjamin. 

Untuk diketahui, beberapa jenis makanan sangat sensitif terhadap perubahan suhu terutama jika harus diangkut dalam jarak yang jauh. Untuk membuat produk makanan tetap terjaga, harus ada perlakuan khusus selama mobilisasi. Karena itu, perusahaan yang bergerak dalam bidang ini menggunakan berbagai peralatan dan teknologi canggih demi memastikan kesegaran produk meskipun sudah diangkut ribuan kilometer jauhnya. 

Beberapa produk yang harus ditranspor menggunakan rantai pasok dingin misalnya vaksin, produk medis, anggur merah, es krim, yogurt, daging, makanan laut, unggas, buah dan sayuran. Masing-masing produk memiliki ketentuan suhu sendiri. Karena itu, sebagian besar produk harus dikirim sendiri-sendiri agar tidak mengalami kerusakan. 

Kerusakan yang dimaksud tidak hanya makanan tak lagi segar, tetapi juga ada potensi pembusukan, pencairan, hingga hilangnya efektivitas produk (terutama pada produk medis). 

Komponen Dalam Bisnis Cold Supply Chain

Bagi yang ingin menjalankan bisnis cold supply chain, terdapat tiga macam komponen di dalamnya, yakni:

1. Upstream cold supply chain

Upstream cold supply chain merupakan bagian hulu dari rantai pasok dingin. 

Aktivitas utama pada komponen ini adalah melakukan proses perencanaan dan mencari pemasok dan pengadaan  produk. 

Pemilik usaha harus melakukan survei ke beberapa pemasok untuk mencari sumber yang menawarkan kualitas dan harga terbaik.

2. Internal cold supply chain

Sesuai namanya, dalam komponen kedua ini, para pengusaha akan melakukan proses penerimaan barang ke gudang untuk sementara waktu. 

Nantinya, produk yang sudah ditampung di gudang akan didistribusikan ke tempat lain.

Dalam fase ini, pemilik bisnis tak hanya menjalankan fungsi penyimpanan namun juga pengendalian stok produk serta melakukan pengendalian mutu sesuai dengan standar yang telah ditentukan. 

Pemilik bisnis supply chain harus menjaga agar produk yang dibeli justru tidak mengalami kerusakan saat ditampung di gudang untuk sementara waktu.

3. Downstream cold supply chain

Dalam rantai pasok dingin bagian hilir ini, akan dilakukan seluruh aktivitas terkait dengan proses transportasi dan distribusi baik langsung dari pemasok maupun produk yang sudah ada di dalam gudang ke pengguna (end user). 

End user yang dimaksud merujuk kepada agen, pabrik serta pedagang eceran.

Peluang Bisnis Cold Supply Chain di Indonesia

Saat ini, industri cold supply chain di Indonesia memiliki peluang yang sangat menjanjikan.

Pertumbuhan yang signifikan didorong oleh kebiasaan berbelanja secara online terutama melalui e-commerce.

Dulu, para pelanggan lebih banyak membeli produk-produk fashion seperti baju atau sepatu di e-commerce. Saat ini, preferensi belanjanya pun berubah.

Masyarakat di Indonesia mulai berbelanja kebutuhan pokok seperti makanan, suplemen, obat-obatan serta makanan beku atau frozen food secara online. Daripada menghabiskan waktu untuk pergi ke pasar, masyarakat  bisa menanti pesanan di rumah sambil bersantai. Kualitas produk pun bisa dijamin kesegarannya.

Kebutuhan akan cold chain di Indonesia cukup besar terutama untuk distribusi makanan beku ke luar Pulau Jawa. Di sisi lain, fasilitas pengiriman bahan baku produk segar dari berbagai wilayah dari luar Pulau Jawa masih sangat minim, terutama untuk produk makanan laut seperti ikan, udang dan kepiting.

Karena itu, peluang untuk bisnis supply chain di Indonesia sangat menggiurkan. 

Tantangan Bisnis Cold Supply Chain 

Meskipun menjanjikan, keuntungan yang besar bisnis cold supply tak lepas dari tantangan. Tantangan-tantangan yang dilansir dari Cartrack ini wajib diketahui oleh yang ingin berkecimpung dalam usaha ini. Berikut penjelasannya. 

1. Modal

Tantangan pertama dalam memulai bisnis ini adalah tersedianya modal usaha yang besar.

Seperti yang disebutkan, rantai pasok dingin bukanlah seperti rantai pasok konvensional.

Calon pebisnis harus berinvestasi besar-besaran untuk mendapatkan peralatan dan armada logistik yang tepat. 

Selain itu, menyewa penyedia logistik pihak ketiga untuk tujuan ini juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Karena itu, kamu butuh persediaan modal yang cukup besar terutama jika ingin melakukan pengiriman ke luar Pulau Jawa. 

2. Kerusakan peralatan

Kerusakan peralatan yang tiba-tiba merupakan salah satu tantangan terbesar dalam rantai pasok dingin. Aliran listrik yang tidak stabil dapat menyebabkan kerusakan pada sistem pendingin. Selain itu, masalah pada cairan pendingin dan sirkulasi pendinginan yang buruk juga dapat mempengaruhi bisnis ini. 

3. Paparan panas yang berlebihan

Untuk daerah seperti Indonesia, paparan udara panas yang berlebihan bisa menjadi masalah yang sangat krusial. Masalah ini dapat terjadi selama proses bongkar muat barang yang semestinya harus ada dalam suhu tertentu.

Paparan panas dalam waktu lama dapat menurunkan kualitas barang. Karena itu, dibutuhkan pengaturan yang baik untuk mempertahankan suhu selama fase bongkar muat. 

4. Tenaga profesional

Dalam distribusi barang pada cold supply chain, diperlukan manajemen yang berbeda dari manajemen biasa. Agar semua proses berjalan lancar, butuh tenaga profesional yang sangat terlatih yang fasih dengan semua proses dan protokol.

Selain itu, para profesional juga harus memiliki pengalaman langsung dalam mengoperasikan berbagai peralatan cold storage dan transportasi.

Kurangnya pengetahun dan pengalaman dalam bekerja dapat menyebabkan kerusakan serius. Akibatnya, biaya logistik membengkak dan justru menimbulkan kerugian. 

5. Kerusakan barang

Penempatan barang yang tidak tepat atau penerapan suhu yang keliru di dalam mobil dapat merusak kualitas produk.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mempertahankan suhu yang tepat sepanjang mobilitas produk.

Kamu dapat menggunakan teknologi yang menunjang kestabilan suhu atau mempekerjakan profesional khusus untuk menangani hal tersebut. 

Melihat masih banyaknya kebutuhan di masyarakat, bisnis cold supply chain adalah salah satu bisnis menjanjikan yang bisa kamu jalankan. Untuk mendapatkan akses modal, Anda bisa memanfaatkan pembiayaan dari ALAMI P2P Lending Syariah. 

Lebih tenang dengan pembiayaan yang sesuai syariat, prosesnya pun mudah.

Yuk, download aplikasinya dengan klik tombol di bawah ini untuk informasi selengkapnya!

Artikel Terbaru

Penyesuaian Pemadanan NPWP ke NIK

Berdasarkan terbitnya kebijakan pajak pada PMK 136/2023 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri...

Informasi Peningkatan Keamanan Pendanaan & Penambahan Biaya Layanan

Sebagai bagian dari upaya kami dalam meningkatkan kualitas layanan yang lebih baik,...

Panduan Praktis Mendanai Nyaman dan Menguntungkan di Instrumen P2P Lending Bagi Pendana Pemula

Peer to Peer Lending (P2P Lending) dikenal sebagai salah satu instrumen investasi...

Exit mobile version