venture capital
published 14/09/2022 - 4 Min Read

Mengenal Venture Capital dalam Dunia Startup

Mendapatkan suntikan dana atau modal dari venture capital adalah sesuatu yang diharapkan oleh mereka yang berkecimpung di dunia start up atau akan menjalankan sebuah startup baru. Dengan modal dari venture capital tersebut, bisnis start-upnya akan berjalan dan bersaing dengan bisnis-bisnis lainnya. 

Istilah venture capital baru muncul sekitar satu dekade terakhir ini di kalangan perusahaan rintisan atau startup. Lalu apa itu venture capital sebenarnya? 

Pengertian Venture Capital

Venture Capital atau modal ventura merupakan bentuk dari private equity dan jenis pembiayaan yang diberikan oleh pemodal kepada perusahaan rintisan atau startup yang memiliki potensi perkembangan dan pertumbuhan yang besar. 

Mengutip Otoritas Jasa Keuangan (OJK), venture capital menurut Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 1988 tentang Lembaga Pembiayaan, perusahaan modal ventura (venture capital company) adalah badan usaha yang melakukan usaha pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan untuk jangka waktu tertentu.

Dikutip dari katadata, biasanya venture capital berasal seseorang investor atau kumpulan investor, dan lembaga keuangan berupa bank investasi. Tapi, modal ventura atau capital venture tersebut diberikan tidak selalu dalam bentuk moneter, bisa juga dalam bentuk keahlian teknis atau manajerial. 

Biasanya juga, kepemilikan perusahaan dibuat dan dijual kepada beberapa investor lewat kemitraan terbatas independen, didirikan oleh perusahaan modal ventura yang terkadang terdiri dari kumpulan beberapa perusahaan serupa. 

Perbedaan Venture Capital dan Venture Capitalist

Selain venture capital, tentu di dalamnya ada venture capitalist. Lalu apa perbedaannya? Venture Capitalist adalah seseorang yang bertugas mengawasi dan mengelola dana atau modal yang akan disuntikan kepada perusahaan rintisan atau startup. 

Seorang venture capitalist juga bertugas untuk memproyeksikan keuntungan dari kepemilikan yang akan didapatkan dari perusahaan rintisan yang diberikan dana. Adapun, dana yang dialokasikan untuk perusahaan startup didapatkan dari para investor mereka yang biasa disebut Limited Partners (LP).

Cara Kerja Capital Venture

Di dalam capital venture, ada investor atau limited partners (LP), seseorang yang memiliki kelebihan dana yang menanamkan atau menginvestasikan uangnya di Venture Capitalist. LP juga memberikan pendanaan untuk management fee kepada Venture Capitalist untuk menjalankan serta mengawasi investasi mereka.

Konsepnya sama seperti Manajer Investasi (MI) dalam investasi reksadana, namun cakupan Venture Capitalist tentu lebih besar dan kompleks. Kemudian, venture capitalist akan mendistribusikan dana tersebut ke beberapa startup yang masuk ke dalam kualifikasi mereka.

Selanjutnya mereka bisa memberikan saran, mereview kinerja dari startup tersebut, bahkan ikut mencari peluang untuk mendapatkan keuntungan dari dana yang diinvestasikan.

Venture capitalist nantinya akan mendapatkan return atau keuntungan dari dana yang diberikan kepada start-up, jika mereka telah exit, yang artinya start up tersebut go public, dijual atau diinvestasikan seluruhnya dari venture capitalist yang lebih besar.  

Biasanya dari return tersebut, VC akan mendapatkan 20% dari return dan mengembalikan 80% plus management fee yang dulu pernah diberikan dari LP.

Jenis-Jenis Venture Capital

Venture Capital khususnya di Indonesia memiliki beragam jenis pendanaan dengan berbagai macam spesifikasi. Sebuah venture capital bisa memberikan satu kali pendanaan atau pun bisa berkali-kali. Berikut adalah jenis-jenis venture capital:

1. Seed Capital

Jenis ini adalah pendanaan yang pertama atau tahap awal yang diberikan oleh venture capital kepada sebuah perusahaan rintisan atau startup. 

Pada tahap ini biasanya startup belum memiliki produk yang dihasilkan, bahkan perusahaan belum terorganisir. Dalam tahap ini, venture capital memberikan dana dengan jumlah kecil sebagai pendanaan tahap awal. 

Modal yang diberikan bisa digunakan oleh perusahaan startup untuk melakukan penelitian pasar, membuat sampel produk dan sebagainya. 

2. Startup Capital

Jenis pendanaan ini merupakan tahap selanjutnya dari sebuah pendanaan. Biasanya perusahaan startup sudah memiliki produk sendiri setelah menjalani tahap awal. Biasanya venture capital memberikan modal pendanaan kepada perusahaan startup untuk merekrut anggota, riset dan menyelesaikan produk sampel yang kemudian untuk dipasarkan. 

3. Early Stage Capital

Pada tahap ini, start up yang mendapatkan pendanaan sudah berkembang dengan prospek yang baik dalam jangka waktu dua hingga tiga tahun mendatang. 

Tak hanya itu, struktur organisasi juga suda lengkap bahkan startup sudah memiliki kantornya sendiri. Venture Capital akan memberikan pendanaan di tahap ini dan bisa digunakan perusahaan untuk meningkatkan penjualan, produktivitas serta meningkatkan efisiensi startup.

4. Expansion Capital

Jenis pendanaan yang berikutnya ini akan diberikan ketika perusahaan startup sudah terbilang mapan dan siap melakukan ekspansi.

Di tahapan ini, perusahaan harus pintar dalam mencari venture capital yang memang dapat membangun perusahaan dengan cepat.

5. Late Stage Capital

Ketika perusahaan startup sudah mencapai tingkat tertentu dan memberikan hasil bagus serta mengesankan. Perusahaan tentu membutuhkan dana tahapan akhir untuk meningkatkan kapasitas sekaligus menambah modal. Jenis pendanaan ini akan sangat cocok untuk membuat perusahaan startup lebih baik lagi kedepannya.

Perbedaan Venture Capital dengan Angel Investor

Selain venture capital, pendanaan untuk perusahaan rintisan atau startup juga dikenal dengan istilah angel investor. Lalu apa perbedaan di antara keduanya?

Perbedaannya adalah, angel investor adalah investor tersebut terdiri dari individu saja. Artinya pendanaan untuk sebuah perusahaan startup berasal dari dana pribadi seseorang. Sedangkan venture capital berupa mitra, terkadang juga berupa kumpulan beberapa perusahaan serupa yang ingin membantu jenis industri relevan. 

Selain itu perbedaan venture capital dengan angel investor cenderung merujuk kepada bantuan keuangan perusahaan, dan perusahaan sedang berada di tahap awal tumbuh. Sedangkan venture capital sangat tergantung pada bisnis yang cukup menjanjikan dan memiliki potensial untuk berkembang. Venture capital juga lebih berfokus dengan tim manajemen pemasaran yang berfokus pada potensi layanan dan produk perusahaan.

Kamu tertarik untuk menjadi investor atau mendanai sebuah usaha? Tentu bisa! Kamu bisa memulai mendanai usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai bentuk kepedulian kamu terhadap tulang punggung perekonomian bangsa. Tak hanya itu, mendanai untuk UMKM juga sebagai jalanmu untuk mengembangkan danamu lebih baik lagi untuk masa depan. 

Pendanaan terbaik untuk UMKM ada di ALAMI peer to peer funding syariah. Dapatkan ujrah atau imbal hasil dari pendanaan yang telah kamu lakukan setara dengan 14-16% pa. Dapatkan aplikasi ALAMI P2P Funding Syariah di

Bayu Suryo Wiranto

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments