Peran Teknologi Dalam Pengoptimalan Supply Chain Kesehatan
published 12/06/2023 - 4 Min Read

Wow! Ternyata Ini Peran Teknologi Dalam Pengoptimalan Supply Chain Kesehatan

Peran teknologi dalam pengoptimalan supply chain kesehatan tidak hanya mempercepat proses distribusi, melainkan juga memudahkan integrasi informasi antara pihak terkait. Kehadiran supply chain diharapkan mampu mendorong efisiensi aktivitas produksi serta mengoptimalkan pelayanan di bidang kesehatan.

Tak dapat dimungkiri bahwa proses distribusi yang rumit berdampak pada keterlambatan penyaluran barang ke wilayah yang membutuhkan. Di bidang kesehatan, hal ini merupakan masalah serius karena berkaitan dengan nyawa pasien. Untuk menghemat waktu dan mempersingkat proses distribusi tersebut dibutuhkan penerapan manajemen supply chain.

Apa Itu Supply Chain

Pexels/Tiger Lily

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai peran teknologi dalam pengoptimalan supply chain kesehatan, terlebih dahulu kita pahami dulu apa itu supply chain.

Dilansir HealthCareReady, secara umum supply chain dapat diartikan sebagai jaringan perusahaan yang bekerja sama menciptakan suatu produk untuk konsumen akhir. Sederhananya, supply chain adalah jaringan yang menghubungkan hulu ke hilir dari pemasok hingga pelanggan.

Di lapangan, manajemen supply chain kesehatan berfokus pada pengelolaan sumber daya, stok barang, hingga pemberian nilai value pada pasien. Hal ini sesuai dengan tujuan supply chain itu sendiri, yakni memaksimalkan nilai yang ingin dihasilkan secara keseluruhan.

Terdapat 3 aspek yang wajib diperhatikan dalam manajemen supply chain, yakni:

  • Barang produksi harus berada di tempat yang tepat, dalam jumlah tepat, dan waktu yang tepat. Hal ini dilakukan untuk mencapai tingkat pelayanan yang diinginkan, termasuk biaya minimum secara keseluruhan.
  • Penerapan supply chain berdampak positif terhadap pengendalian biaya.
  • Manajemen supply chain memiliki peran penting dalam peningkatan kualitas layanan perusahaan terhadap konsumen. Pasalnya, manajemen supply chain melibatkan banyak pihak dalam upayanya untuk memenuhi permintaan konsumen. Mulai dari manufaktur, produsen, wholesaler, supplier, retailer, konsumen, hingga transporter produk

Peran teknologi dalam pengoptimalan supply chain kesehatan

Pexels/This is Engineering

Perkembangan teknologi turut berdampak positif pada penerapan supply chain. Peran teknologi dalam pengoptimalan supply chain kesehatan tampak jelas pada pengaturan dan kontrol proses manajemen dalam menjaga hubungan baik dengan konsumen menggunakan sebuah aplikasi khusus.

Penerapan teknologi pada supply chain juga berguna untuk memperoleh informasi yang telah dikumpulkan dari berbagai sumber. Informasi ini dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas produksi, mengetahui keinginan pasar dan konsumen, serta menyediakan kebutuhan pasar. Selain itu, informasi yang berhasil dikumpulkan akan dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Manfaat Menerapkan Supply Chain di Bidang Kesehatan 

Pexels/Daniel Frank

Sebagaimana kamu ketahui, supply chain dapat diterapkan pada hampir seluruh jenis industri, termasuk kesehatan. Menariknya, kemajuan teknologi berdampak baik pada penerapan supply chain di bidang kesehatan sebagaimana dilansir Tracelink. Integrasi  teknologi dengan supply chain dapat memberikan banyak manfaat. Adapun manfaat tersebut, antara lain:

  • Manajemen supply chain dinilai mampu mendorong fasilitas kesehatan untuk meningkatkan kualitas layanan.
  • Makin baik kualitas layanan, makin besar peluang fasilitas kesehatan meraup lebih banyak keuntungan. Perusahaan penyedia juga mendapatkan keuntungan besar lantaran mampu menjual lebih banyak produk kesehatan pada konsumen.
  • Pengelolaan kebutuhan dan stok produk kesehatan lebih terstruktur.
  • Manajemen supply chain yang tepat dapat mempermudah perusahaan mendapatkan informasi terkait produk yang dibutuhkan oleh konsumen. Pemenuhan produk tersebut tentunya dapat menjamin kepuasan konsumen. 
  • Penerapan supply chain memungkinkan perusahaan menekan anggaran dengan cara memangkas biaya distribusi dan produksi.
  • Teknologi terkini bermanfaat untuk mendukung kerja karyawan dalam menjalankan mekanisme supply chain menggunakan suatu aplikasi. Makin canggih teknologi yang digunakan, pemanfaatan aset perusahaan akan makin maksimal.
  • Perusahaan penyedia produk kesehatan akan lebih mudah mencapai target sehingga dapat berkembang pesat dan berdiri lebih kuat di tengah persaingan. 

Manajemen supply chain terdiri dari beberapa komponen dasar, yakni:

  • Plan (Penentuan Strategi)
  • Source (Pemilihan Supplier)
  • Make (Tahap Produksi)
  • Deliver (Penyerahan Produk)
  • Return (Pengembalian Produk Cacat)

Tantangan dan Strategi Dalam Supply Chain Kesehatan 

Pexels/Tom Fisk

Kendati supply chain memengaruhi bisnis, dalam pelaksanaannya terdapat berbagai tantangan. Adapun tantangan dan strategi dalam supply chain kesehatan, di antaranya:

  • Kekurangan Waktu – sebagian besar konsumen meminta durasi pengiriman produk kesehatan dalam waktu relatif singkat, padahal penyediaan bahan baku pembuatan memerlukan waktu 4 hingga 6 minggu. Hal ini kerap menjadi masalah, utamanya ketika konsumen membutuhkan produk dalam jumlah besar, sedangkan penyedia hanya memiliki sedikit stok dan waktu minim untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
  • Tren Cepat Berubah – tak dapat dimungkiri bahwa semenjak pandemi COVID-19, tren lebih cepat mengalami perubahan. Penyebab utamanya adalah ketidakpastian pasar.
  • Industri Supply Chain Kesehatan Sangat Kompleks – makin banyak pemasok produk, mitra, dan konsumen secara tidak disadari turut membuat supply chain di bidang kesehatan makin kompleks. Hal ini terkadang membuat alur pendistribusian barang menjadi lebih panjang dan memakan waktu lebih lama. 
  • Minim Orang Berbakat di Bidang Supply Chain – untuk memaksimalkan penerapan manajemen supply chain diperlukan orang-orang yang berbakat di bidang rantai pasokan, termasuk supir berpengalaman dengan usia produktif. Realitanya, tidak begitu banyak orang yang andal mengemudi dan ahli menganalisis untuk mengurus manajemen supply chain.
  • Tidak Semua Perusahaan Melek Teknologi – masih ada segelintir perusahaan yang menerapkan supply chain secara konvensional. Hal ini membuat proses manajemen berjalan lambat, padahal dibutuhkan proses cepat agar produksi dan distribusi barang selesai sesuai target yang diharapkan.

Demikianlah informasi mengenai peran teknologi dalam pengoptimalan supply chain kesehatan yang perlu kamu ketahui. Informasi ini bisa memperluas pengetahuanmu. 

Kalau kamu ingin mengembangkan bisnismu dan membutuhkan tambahan modal kerja, kamu bisa  manfaatkan produk-produk pembiayaan syariah dari ALAMI. ALAMI P2P lending syariah hadir sebagai solusi finansial berbasis pendanaan peer-to-peer (P2P) syariah yang akan mempertemukan bisnis dengan  pendana.

Melalui produk pendanaan berupa invoice financing, purchase order financing, dan community-based financing, ALAMI P2P lending syariah memberikan kemudahan agar bisnis bisa besar. Pelajari lebih lanjut mengenai produk pembiayaan ALAMI P2P lending syariah dengan klik tautan ini!   

Kalau kamu ingin menjadi bagian dari pengembangan UMKM Indonesia, kamu bisa turut menjadi pendana dan turut berkontribusi dalam industri halal dan berdampak, termasuk industri kesehatan. 

Klik tombol di bawah ini untuk unduh aplikasi ALAMI P2P lending syariah dan mulai mendanai! 

Bayu Suryo Wiranto

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments