brand awareness b2b
published 10/07/2023 - 4 Min Read

Brand Awareness B2B (Business to Business), Pentingkah?

Ketika berbicara tentang strategi pemasaran, pastinya kamu sudah tidak asing dengan brand awareness. Istilah ini mengacu pada tingkat kesadaran audiens akan suatu merek. Strategi pemasaran dalam konteks B2C (business-to-consumer) biasanya melibatkan brand awareness agar tujuannya segera tercapai.

Nah, bagaimana dengan B2B (business-to-business)? Apakah B2B juga membutuhkan brand awareness untuk bisa sukses? Walau B2B tidak menargetkan konsumen akhir seperti B2C, ternyata jenis bisnis ini juga memerlukan brand awareness, lo!

Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan tentang pentingnya brand awareness B2B dalam artikel ini, yuk!

Pentingnya Brand Awareness dalam Konteks Bisnis ke Bisnis

Sumber : Envato

Brand awareness B2B sangat penting karena perusahaan lain akan melihat merekmu terlebih dahulu sebelum bekerja sama. Perusahaan lain tak mau berhubungan atau bertransaksi denganmu jika mereka tidak tahu bahwa bisnismu “ada”.

Tak seperti pemasaran B2C, perusahaan jarang membeli jasa atau barang secara mendadak. Konsumen individu mungkin bisa bangun dari tidur dan berkata, “aku akan membeli ponsel Android hari ini.” Namun, tak ada direktur atau petinggi perusahaan yang mendadak berkata, “aku akan membeli sederet server baru untuk perusahaanku hari ini.”

Konsumen B2B selalu memulai proses mereka dengan mengidentifikasi masalah bisnis terlebih dahulu. Setelah itu, mereka akan melakukan riset sampai betul-betul paham dan menemukan solusi dari masalah yang sedang dihadapi. Ketika solusi sudah ditemukan, konsumen B2B akan mulai mencari perusahaan lain untuk membantu mereka.

Nah, supaya konsumen tahu tentang keberadaan merekmu, brand awareness B2B perlu diciptakan dengan cara-cara berikut, menurut Brew Interactive:

  • Menonjolkan merekmu saat konsumen sedang di tahap riset.
  • Memastikan bahwa seseorang yang bekerja di pihak konsumen sudah familier dengan merek bisnismu, bahkan sebelum riset dilakukan.
  • Membangun permintaan agar target konsumen sadar dengan masalah dalam perusahaan yang selama ini tidak mereka ketahui.

Strategi Membangun Brand Awareness B2B

Sumber : Envato

Setelah mengetahui pentingnya brand awareness B2B dalam konteks bisnis ke bisnis, saatnya mengikuti langkah-langkah berikut untuk menyusun strategi.

1. Tonjolkan keunikan bisnis

Bagaimana cara untuk mengetahui keunikan bisnismu? Pertama-tama, cobalah untuk mempelajari perusahaan kompetitor. Pertimbangkan hal-hal, seperti

  • cara kompetitor membawakan bisnis mereka kepada audiens,
  • hal-hal yang kompetitor hindari saat membawakan merek bisnis, serta
  • peluang-peluang yang membedakan bisnismu dengan kompetitor secara positif.

Dengan info-info tersebut, ciptakan gambaran atau kesan yang diinginkan untuk ditangkap oleh konsumen B2B. Bangunlah karakteristik bisnis yang unik dari gambaran atau kesan tersebut.

Keunikan bisnis akan menjadi impresi awal, pertimbangan, dan keputusan calon konsumen untuk bekerja sama dengan bisnismu. Jangan gunakan identitas bisnis yang ketinggalan zaman! Hal ini karena bidang-bidang bisnis yang terlibat dalam pasar B2B semakin bervariasi sehingga bisnismu tidak boleh kalah saing dengan mereka.

2. Konsisten menerapkan strategi

Strategi brand awareness B2B harus diterapkan dengan konsisten agar tak membuat calon konsumen kebingungan. Salah satu contoh penerapannya adalah dengan membuat pesan yang seragam di semua kanal, terutama di media sosial. Pesan yang konsisten akan membuat audiens mudah mengenali merek, tak peduli di mana pun nama, logo, nilai, dan slogan bisnis diletakkan.

3. Buat konten yang mengutamakan kepentingan klien

Punya pelanggan yang memiliki bisnis sukses? Apakah produk atau jasamu berhasil membantu mereka?

Buatlah konten, seperti video singkat atau studi kasus, tentang kesuksesan bisnis pelanggan tersebut, tetapi jangan sebutkan hal-hal yang kamu lakukan untuk membantu mereka. Hal ini karena audiens akan mengetahui manfaat bisnismu dari konten yang dibuat, tanpa harus diceritakan sendiri. Dikutip dari Nielsen, 73% calon pelanggan lebih percaya dengan rekomendasi dari konsumen lain daripada iklan.

Konten yang menunjukkan pencapaian konsumen B2B akan menciptakan kesan yang autentik dan layak untuk disebarluaskan. Hal ini jauh lebih efektif daripada konten yang berisi keterlibatan merekmu.

4. Ambil data-data dari sumber tepercaya

Saat mempublikasikan konten di kanal sendiri, seperti blog, situs web, atau media sosial, pastikan isi konten menggunakan referensi dari sumber-sumber tepercaya. Konten seperti ini membantu meningkatkan kepercayaan audiens terhadap merek bisnismu.

5. Adakan acara live maupun virtual

Sejak dahulu kala, merek-merek B2B biasa berpartisipasi dalam acara live dan virtual, seperti pameran dagang atau konferensi. Namun, membayar booth untuk ikut serta dalam acara-acara ini tak selalu membuatmu balik modal.

Jika ingin metode yang terjangkau tapi tetap efektif, Lean Labs menyarankan kamu bisa membangun brand awareness B2B dengan cara bergabung ke acara live atau virtual sebagai pembicara. Pemilik bisnis yang aktif membawakan perspektif uniknya lewat konferensi atau pameran dagang bisa berkesempatan membangun hubungan dengan pebisnis lain, lo!

6. Manfaatkan media sosial dan fitur periklanannya

Untuk merek yang belum dikenal publik, media sosial dan fitur periklanan di dalamnya akan sangat bermanfaat. Media sosial bisa dipakai untuk terhubung dengan banyak audiens. Selain itu, fitur periklanan di media sosial dapat menjangkau audiens tertarget dengan mudah dan hemat dibandingkan platform lain.

Kamu tinggal pilih di antara media sosial yang paling populer di dunia, seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan TikTok. Lalu, cek layanan periklanan yang ditawarkan masing-masing platform untuk mengetahui mana yang paling memberikan manfaat untuk bisnismu.

Bagaimana? Sudah paham betapa pentingnya brand awareness B2B? Kalau begitu, kamu harus menerapkan strategi-strategi yang telah dijelaskan di atas agar merek bisnismu semakin dikenal oleh bisnis lain!

Selain meningkatkan brand awareness B2B, kamu juga bisa mengembangkan aset bisnis dengan mendaftar menjadi pendana di P2P Lending Sharia ALAMI. Dengan  ALAMI Sharia, pendana akan memperoleh imbal hasil sampai dengan 16 persen per tahun sembari mendukung perkembangan UMKM.

Tak hanya itu, jika memerlukan tambahan modal untuk bisnis, kamu dapat mengajukan pembiayaan di ALAMI Sharia dengan mudah dan cepat. Tersedia beberapa program pembiayaan yang bisa dipilih, antara lain, Invoice Financing, Purchase Order Financing, dan Community Based Financing.

Tertarik untuk menjadi pendana atau penerima pembiayaan? Yuk, download aplikasi ALAMI Sharia dengan klik tombol di bawah ini!

ALAMI P2P Lending Syariah
ALAMI P2P Lending Syariah

Bayu Suryo Wiranto

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments