cara menghitung pendapatan keluarga

Cara Menghitung Pendapatan Keluarga: Metode, Contoh, dan Manfaatnya

Menghitung pendapatan keluarga dapat menjadi salah satu cara untuk mengukur kesehatan finansial rumah tangga. Akan tetapi, bagaimanakah cara menghitung pendapatan keluarga, dan apa manfaat menghitung pendapatan rumah tangga? 

Artikel ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut disertai dengan contoh cara menghitung pendapatan keluarga per kapita.

Yuk, cari tahu! 

Cara menghitung pendapatan keluarga

Ilustrasi. Cara menghitung pendapatan keluarga (Tima Miroshnichenko/Pexels)

Pendapatan keluarga adalah pendapatan yang diterima seluruh anggota keluarga yang berasal dari balas jasa faktor produksi, balas jasa kapital, atau pemberian dari orang lain. Bagaimana langkah-langkah penghitungan pendapatan keluarga? 

Dilansir dari Indeed.com dan Web Tribunal, berikut cara menghitung pendapatan keluarga! 

Ketahui pendapatan setiap anggota keluarga

Langkah pertama dari cara menghitung pendapatan keluarga adalah dengan mengetahui pendapatan setiap keluarga. Ini bisa dilakukan dengan mengamati mutasi rekening, menyimpan slip gaji secara rutin, dll. 

Ingat bahwa pendapatan keluarga tidak terbatas pada gaji yang diterima anggota keluarga. Pendapatan keluarga juga mencakup keuntungan bisnis, imbal hasil investasi, serta pendapatan-pendapatan lain, bahkan pendapatan yang tidak rutin sekalipun.

Kalau kamu sudah menjadi pendana di ALAMI P2P lending syariah, kamu bisa memasukkan imbal hasil pendanaan bisnis UMKM ke dalam komponen pendapatan keluarga. 

Kamu belum menjadi pendana di ALAMI? Yuk, jangan lewatkan kesempatan mendapatkan imbal hasil hingga 14% p.a sambil berkontribusi dalam perkembangan UMKM dalam ekosistem halal di Indonesia. 

Tertarik? Klik tombol di bawah ini untuk mengunduh aplikasi ALAMI P2P lending syariah!

Jumlahkan pendapatan setiap anggota keluarga

Setelah mengidentifikasi pendapatan-pendapatan yang diterima anggota keluarga, langkah selanjutnya adalah menjumlahkan pendapatan-pendapatan tersebut. 

Misalkan, jika dalam sebuah keluarga, sang ayah sebagai kepala keluarga mendapatkan gaji Rp6.000.000 per bulan, sang ibu menjalankan bisnis online di rumah dengan laba sebesar Rp2.000.000 per bulan, dan sang anak sulung berkuliah sambil mengerjakan pekerjaan lepas sebagai seorang tutor dengan pendapatan Rp500.000 per bulan, maka dapat disimpulkan bahwa jumlah pendapatan keluarga tersebut sebesar Rp8.500.000 per bulan. 

Jika hendak menghitung pendapatan bruto, maka kita bisa langsung memasukkan pendapatan sebelum dipotong pajak dan potongan-potongan. Akan tetapi, jika kita mencari total pendapatan netto, maka kita harus terlebih dahulu memotong pendapatan dengan pajak dan potongan-potongan lain sebelum dimasukkan ke dalam variabel penghitungan total pendapatan keluarga. 

Kalikan pendapatan setahun

Setelah mendapatkan jumlah keseluruhan dari pendapatan semua anggota keluarga dalam jangka waktu sebulan, selanjutnya kita dapat menghitung besaran pendapatan keluarga secara annual atau per tahun dengan mengalikan jumlah pendapatan perbulan dengan jumlah bulan dalam satu tahun, yaitu dua belas. 

Contoh, jika kita menilik contoh di atas, kita bisa mengkalkulasikan bahwa seandainya sebuah keluarga memiliki pendapatan Rp8.500.000 per bulan, maka kita dapat menggunakan rumus:

Rp8.500.000 x 12 = Rp102.000.000

Contoh cara menghitung pendapatan keluarga

Ilustrasi. Contoh penghitungan pendapatan keluarga. (Pexels/Puwadon Sang-Ngern)

Setelah mengetahui cara menghitung pendapatan keluarga, yuk kita pelajari contohnya agar lebih memahami!

Seandainya dalam satu keluarga memiliki lima anggota: ayah, ibu, nenek, dan dua anak yang berusia masing-masing berusia 20 tahun dan 15 tahun, dengan rincian pendapatan sebagai berikut:

Sang ayah bekerja di perusahaan swasta dengan gaji bersih sebesar Rp8.000.000, maka pendapatan per tahunnya adalah Rp96.000.000.

Sang ibu waktu sebagai pramuniaga di sebuah pasar swalayan dengan pendapatan bersih sebesar Rp2.500.000 per bulan, maka pendapatan per tahunnya adalah Rp30.000.000

Sang nenek mendapatkan pensiunan almarhum suaminya sebesar  Rp1.500.000 per bulan, maka pendapatan per tahunnya sebesar Rp18.000.000.  

Sang anak sulung yang menjadi mahasiswa bekerja paruh waktu sebagai barista dengan pendapatan Rp1.000.000 per bulan, maka pendapatan per tahunnya adalah Rp12.000.000

Sang anak bungsu memiliki bisnis jualan online kecil-kecilan dengan laba bersih sebesar Rp300.000 per bulan. Maka pendapatan per tahunnya adalah Rp3.600.000 

Sang suami memiliki aset berupa sebuah rumah yang disewakan seharga Rp7.000.000 per tahun. 

Dengan demikian, total pendapatan keluarga di atas adalah:

Pendapatan ayah: Rp96.000.000
Pendapatan ibu: Rp30.000.000
Pendapatan nenek: Rp18.000.000
Pendapatan anak sulung: Rp 12.000.000
Pendapatan anak bungsu: Rp3.600.000
Imbal hasil investasi: Rp7.000.000
Total pendapatan keluarga per tahun: Rp166.600.000 

Cara menghitung pendapatan perkapita keluarga adalah dengan membagikan jumlah total pendapatan keluarga dengan jumlah anggota keluarga. Kita kembali menggunakan contoh di atas dengan lima anggota keluarga

Rp166.600.000 : 5 = Rp33.320.000 per kapita per tahun

Manfaat menghitung pendapatan keluarga

Ilustrasi. Menghitung pendapatan keluarga memiliki beberapa manfaat. (Pexels/Andrea Piacquadio)

Ada beberapa manfaat mengetahui pendapatan keluarga, berikut beberapa di antaranya!

Menjadi acuan merencanakan keuangan

Ketika merencanakan tujuan keuangan yang hendak kita capai, pendapatan keluarga bisa menjadi tolok ukur dalam merencanakan tujuan keuangan yang hendak kita capai. 

Misalnya, jika kita berencana mengambil PPR untuk rumah yang lebih besar, kita bisa terlebih dahulu memetakan pendapatan keluarga untuk memastikan bahwa kita mampu untuk membayar cicilan tanpa harus mengorbankan pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari.  

Mengukur kelayakan mengikuti program bantuan pemerintah

Dengan mengetahui besaran pendapatan keluarga, kita dapat mengetahui apakah kita layak untuk mendapatkan bantuan program pemerintah atau tidak. 

Misalnya, program rumah subsidi yang dicanangkan oleh pemerintah untuk menyediakan tempat tinggal dengan harga terjangkau. Program ini hanya dapat diikuti oleh mereka yang berpenghasilan maksimal Rp4.000.000 untuk rumah tapak dan Rp7.000.000 untuk rumah susun.  

Mengukur kesehatan finansial keluarga

Dengan mengetahui total pendapatan keluarga berbanding biaya dan kebutuhan sehari-hari, kita dapat mengukur apakah keadaan finansial keluarga kita sedang aman atau terlalu banyak beban. 

Kesimpulan

Menghitung pendapatan keluarga bisa membantu kita mengukur kesehatan finansial serta menavigasi kita untuk mencapai tujuan finansial yang kita inginkan. Caranya adalah dengan menghitung keseluruhan pendapatan dari semua anggota keluarga dikalikan dua belas bulan.

Semoga informasi ini bermanfaat buat kamu, ya!

Untuk menambah penghasilan keluarga, kamu bisa ikut mendanai proyek-proyek bisnis UMKM melalui ALAMI P2P lending syariah. Dapatkan imbal hasil sesuai syariah dengan mendanai proyek-proyek dalam ekosistem halal di Indonesia untuk bantu bisnis jadi besar. 

Yuk unduh dengan klik tombol di bawah ini!

Artikel Terbaru

Penyesuaian Pemadanan NPWP ke NIK

Berdasarkan terbitnya kebijakan pajak pada PMK 136/2023 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri...

Informasi Peningkatan Keamanan Pendanaan & Penambahan Biaya Layanan

Sebagai bagian dari upaya kami dalam meningkatkan kualitas layanan yang lebih baik,...

Panduan Praktis Mendanai Nyaman dan Menguntungkan di Instrumen P2P Lending Bagi Pendana Pemula

Peer to Peer Lending (P2P Lending) dikenal sebagai salah satu instrumen investasi...

Exit mobile version