hari tanpa belanja
published 14/11/2022 - 4 Min Read

Ketahui Hari Tanpa Belanja, Belajar Bijak dalam Belanja

Di saat menjamurnya platform ecommerce di era digital masyarakat dimanjakan dengan promo-promo diskon belanja yang disediakan oleh platform-platform tersebut. Promo diskon belanja tersebut biasanya dilakukan di tanggal-tanggal cantik dari pertengahan tahun hingga akhir tahun. 

Misalnya, promo 7.7, 8.8 hingga promo akhir tahun 12.12 atau dikenal dengan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas). Diskon yang diberikan hanya berlaku pada tanggal-tanggal tersebut. 

Perlu kamu ketahui konsumsi belanja masyarakat di tanggal-tanggal tersebut meningkat. Menjadi kekhawatiran jika setiap bulan di tanggal – tanggal cantik tersebut masyarakat cenderung lebih konsumtif.

Nah, untuk meredam gaya hedonisme dan konsumtif tersebut di bulan November ini ada Hari Tanpa Belanja atau Buy Nothing Day yang diperingati setiap tanggal 26 November. Sebenarnya sejarah dari Hari Tanpa Belanja ini sudah ada sejak lama, sebelum maraknya trend Harbolnas atau belanja di tanggal-tanggal cantik. 

Sejarah Hari Tanpa Belanja

Menurut sejarahnya, Hari Tanpa Belanja atau Buy Nothing Day pertama kali muncul di Vancouver pada September 1992. Gerakan ini muncul dari ide seorang seniman bernama Ted Dave. Peringatan Hari Tanpa Belanja ini muncul sebagai tindakan protes terhadap budaya konsumerisme di Amerika Serikat pada perayaan Thanksgiving.

Kemudian pada tahun 1997, banyak negara memindahkan Hari Tanpa Belanja ke hari Jumat setelah Thanksgiving, atau yang sering disebut dengan Black Friday. Pemindahan tanggal ini memiliki makna tersendiri karena Black Friday merupakan salah satu tanggal belanja tersibuk di dunia.

Perlu diketahui di saat Black Friday banyak perusahaan yang mengeluarkan diskon besar-besaran. Bahkan bagi masyarakat Amerika Serikat belanja di saat Black Friday sudah menjadi budaya. 

Pencetus Hari Tanpa Belanja, Ted Dave melihat Thanksgiving yang awalnya dimaksudkan untuk bersyukur malah menjadi kekacauan dan keserakahan karena banyak orang yang berbelanja melebihi apa yang dibutuhkan. Kemudian ia mencetuskan memunculkan Hari Tanpa Belanja setiap Black Friday untuk melawan konsumerisme.

Di Indonesia kebiasaan belanja secara berlebihan juga terjadi di saat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Biasanya toko-toko atau mal-mal memberikan diskon besar-besaran, bahkan di saat platform ecommerce sudah menjamur, mereka pun ikut memberikan diskon besar-besaran menjelang Hari Raya Idul Fitri. 

Belanja Bukan Sesuatu yang Buruk Jika Tak Berlebihan

Peningkatan kemampuan belanja masyarakat adalah sebenarnya bukan sesuatu yang buruk. Bahkan meningkatnya daya beli dan daya belanja masyarakat di berbagai kalangan justru bisa membuat pertumbuhan ekonomi suatu negara meningkat. 

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) sektor konsumsi rumah tangga berkontribusi hingga 53,65% dan tumbuh 4,34% pada kuartal I-2022. Pertumbuhan tersebut karena adanya peningkatan mobilitas masyarakat di kegiatan ekonomi salah satunya adalah belanja.

Namun, belanja bisa menjadi hal yang buruk jika dilakukan secara berlebihan. Membeli bukan karena adanya kebutuhan tetapi karena keinginan yang berlebihan. Bahkan Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang berlebihan, seperti dikutip dari ayat Al-Qur’an berikut:

 يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ

“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki)

masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai

orang yang berlebih-lebihan.” (Q.S. Al-A’araf : 31).

Dari ayat di atas kita diajarkan agar tidak berlebihan dalam kegiatan konsumsi khususnya belanja. 

Belajar dari Hari Tanpa Belanja

Meskipun di tanggal 26 November selalu diperingati sebagai Hari Tanpa Belanja, tetapi bukan berarti di hari tersebut kita tidak belanja sama sekali atau di hari-hari lain kita tetap konsumtif. Bisa kita ambil pelajarannya dari Hari Tanpa Belanja, bahwa membeli atau berbelanja bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan penghasilan kita. 

Jangan jadikan kita pribadi yang besar pasak daripada tiang, alias boros. Berbelanjalah sesuaikan dengan kebutuhan dan budget yang kita miliki. Atau jika kita menginginkan sesuatu baik itu dalam bentuk barang atau liburan, bisa kita tahan dan menabung secara konsisten untuk bisa meraihnya.

Kebiasaan berbelanja yang berlebihan bisa sangat berbahaya jika tidak dikontrol. Bukan tak mungkin, kebiasaan berbelanja yang berlebihan bisa membuatmu terlilit utang. 

Tips Mengontrol Belanja Bulanan

1. Membuat Daftar Belanja

Usahakan untuk mengikuti daftar belanja yang sudah disesuaikan dengan budget yang kamu miliki. 

2. Menyusun Anggaran Belanja

Menyusun anggaran atau budgeting penting agar bisa dipastikan berapa jumlah pemasukan dan pengeluaran.

3. Tidak Membeli Barang yang Tidak Dibutuhkan

Belilah barang yang sesuai dengan kebutuhan dan budget. Jangan terlalu memaksakan membeli barang di luar budget yang tidak sesuai.

4. Cek Isi Lemari

Cek isi lemari atau kulkas di saat kamu akan membuat daftar belanjaan. Hal ini agar kamu tidak membeli barang yang sama. Jika stok kebutuhan yang ada di dalam lemari atau kulkas sekiranya masih cukup hingga belanja berikutnya, usahakan tidak memasukkannya ke daftar belanjaan.

5. Tidak Mudah Tergoda Diskon

Pastikan kamu memang membutuhkan barang yang tengah diobral. Mengecek harga pasaran barang tertentu sangat disarankan karena barang berlabel sale belum tentu benar-benar harga termurah.

Cermat dalam Belanja, Perbanyak Menabung dan Investasi 

Ada pelajaran yang yang bisa kita petik dari Hari Tanpa Belanja ini. Kita harus cermat dalam berbelanja atau mengatur konsumsi kita sehari-hari. Alokasi belanja barang yang tidak benar-benar dibutuhkan bisa dialihkan untuk menabung dan investasi. 

Kenapa investasi?

Investasi adalah pilihan yang tepat bagi kamu jika uang yang kamu sisihkan ingin berkembang. Dibandingkan dengan menabung, perkembangan uangmu akan berjalan lamban. Dengan investasi uangmu bisa berkembang dalam jangka waktu tertentu. 

Ada pun pilihan investasi yang bisa kamu gunakan adalah pengembangan dana dan aset di platform peer to peer funding syariah dari ALAMI. Ikuti pendanaan di P2P Funding Syariah dari ALAMI, dan dapatkan ujrah atau imbal hasil setara dengan 14-16% pa. Mulai pendanaanmu dari sekaran, unduh aplikasinya di 

Adhi Muhammad Daryono

Content Specialist at ALAMI

Hard work, patience and pray, no hustle culture. Learners of all things, open to new insights

Hard work, patience and pray, no hustle culture. Learners of all things, open to new insights

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments