pengusaha muslim

4 Pengusaha Muslim Muda yang Menginspirasi

Populasi muslim di seluruh dunia diperkirakan mencapai 1,8 miliar jiwa. Bagi dunia bisnis, khususnya pasar bisnis halal, dengan jumlah populasi muslim yang besar bisa menjadikannya target pasar halal yang besar. 

Namun lebih dari pada itu, pasar halal bukan hanya merupakan ladang pengusaha Muslim untuk mencari penghasilan, namun juga adalah ladang untuk mencari keberkahan dan membantu sesama muslim untuk memenuhi kebutuhannya. 

Berikut ini 4 kisah pengusaha muslim muda dari seluruh dunia, yang memiliki bisnis dan usaha bertujuan untuk membantu sesama muslim memenuhi kebutuhannya. 

1. Aida Azlin – Founder of AA Plus

Aida Azlin adalah seorang pengusaha muslim muda dari Malaysia, jebolan Nanyang Technological University’s School of Art, Design and Media. Dia juga dikenal dengan merk The Shawl Label yang menjual syal untuk para wanita. Merek saat ini ditutup, tetapi dia fokus pada usaha barunya yakni AA Plus, sebuah platform keanggotaan premium yang memiliki tujuan untuk melayani kaum muslimah dan membantu mereka untuk lebih memperhatikan kesehatan mental, emosional dan terutama spiritualnya. 

AA Plus merupakan komunitas online untuk para muslimah. Komunitas ini memberikan dukungan dan inspirasi kepada komunitas global melalui email newsletter mingguan, yang memuat di antaranya jadwal kelas studi Islam dan acara lainnya, doa mingguan, panduan untuk refleksi pribadi, dan berbagai hal lainnya untuk mendorong spiritualitas yang lebih hidup untuk anggotanya. AA Plus juga mengadakan kelas Quran, pertemuan mingguan, dan semua anggota bisa mengakses The Knowledge Vault, kumpulan kelas studi Islam dalam format audio, misalnya tentang Tafsir Surat Al-Fatihah, makna spiritual dari sholat, dan karakter dan kepribadian yang dicintai oleh Allah SWT. 

2. Mokhtar Alkhanshali 

Mokhtar Alkhanshali adalah seorang pria keturunan Yaman yang dibesarkan di San Francisco, yang memutuskan untuk memperkenalkan kopi khas dari Yaman di San Francisco. Dia memulai misinya untuk menemukan titik persimpangan antara kopi Yaman dan kafe di San Fransisco sejak tahun 2013. Pada intinya kopi telah menjadi hidupnya, ia menjadi Q grader bersertifikat dari Coffee Quality Institute dan menghabiskan 3 tahun di Yaman mencari petani kopi terbaik.

Bisnis yang ditekuninya ini tidak hanya untuk menghidupkan kembali sejarah kopi Yaman, tetapi juga berharap meningkatkan kehidupan (baik pekerja dan konsumen) dan membantu meningkatkan ekonomi para petani kopi di Yaman. Visi optimisnya adalah menyatukan orang-orang melalui secangkir kopi yang luar biasa.

Dalam memulai bisnis kopinya, Mokhtar menghabiskan tiga tahun di Yaman, menyurvei lebih dari 30 daerah penghasil kopi. Dia bertemu dengan beberapa petani dan membuat catatan. Dia mendengar cerita nenek moyangnya, mengukur curah hujan, tidur di gunung, dan mengamati praktik pertanian. Salah satu pemikiran sederhananya yaitu: “Jika dia bisa membujuk petani untuk meningkatkan kualitas biji kopi mereka, mereka akan dibayar dengan harga yang lebih tinggi daripada (tanaman) khat, dan akan kembali menanam kopi.

Selain mencari bibit kopi unggul di kampung nenek moyangnya, Mokhtar harus juga mendidik dan melatih para petani kopi. Mulai dari penggunaan pupuk organik, panen hingga pengeringan dan pemrosesan. Dia juga memberikan pinjaman mikro tanpa bunga kepada petani untuk membebaskan mereka dari siklus utang rentenir. Ketika petani mengikuti protokol baru ini, mereka diberi kompensasi lebih dari 33% harga lebih tinggi untuk biji mereka. 

3. Barjis Chohan – CEO and Founder BarjisLondon

Barjis Chohan merupakan pengusaha muslimah lulusan College of Fashion dan Central St. Martins, yang telah bekerja dengan nama-nama besar seperti Vivienne Westwood. Sejak itu pula ia telah membuka jalan dan tekun sebagai pembicara publik, desainer fashion mewah dan banyak lagi. 

Selain perancang busana dan CEO, dia adalah pendiri Barjis Initiative. Lembaga nirlaba yang didirikannya ini memberikan dukungan kepada anak-anak muda di London melalui pengetahuan, alat dan keterampilan yang dapat diakses. Ini juga menciptakan komunitas mentor untuk bisnis kreatif.

Beragam bisnis fashion dan peralatan rumah tangga telah diciptakan Barjis dengan menggabungkan unsur multikulturalisme, praktik etis, kualitas, kesederhanaan, integritas, dan inovasi. Barjis menjual busana sederhana, syal sutra mewah, permadani buatan tangan (ditambahkan ke wasiat klien) dan bantal. 

Semua potongan ini memadukan cerita budaya Timur dan Barat. Barjis tampil berbicara di London Fashion Week, majalah internasional dan memenangkan penghargaan yang diakui seperti Mail on Sunday Designer in International Trade, Entrepreneur of the Year in London dan runner-up 1 sebagai Female Owned Business of the Year. 

Salah satu visi menjadi pemikiran Barjis adalah: “Saya ingin menciptakan karya yang indah dan berkelanjutan dengan kualitas terbaik – yang akan dihargai oleh pelanggan seumur hidup”.

4. Omar Salha – Founder of Ramadhan Tent Project (RTP)

Omar Salha merupakan seorang pengajar dan cendikiawan di SOAS University of London dan pendiri Ramadan Tent Project (RTP). Omar mendirikan RTP pada 2013, sebuah perusahaan sosial yang didedikasikan untuk melayani kaum muda dan masyarakat luas melalui ruang terbuka spiritualitas, dialog, dan pemberdayaan. 

RTP menyelenggarakan kampanye buka puasa publik pertama di dunia yang dipimpin oleh komunitas yang disebut Buka Puasa Terbuka. RTP mengundang orang-orang dari semua agama dan bukan untuk berbuka puasa untuk mengeksplorasi agama Islam dan berbagi semangat komunitas melalui makanan, pembicaraan inspirasional dan diskusi yang menarik. 

Hingga saat ini, Open Iftar telah menjamu lebih dari 50.000 tamu di 7 kota dan 4 benua. Pada tahun 2016, Omar Salha terdaftar sebagai salah satu dari 8 Orang Arab Paling Inspiratif di Seluruh Dunia di bulan Ramadhan, termasuk RTP sebagai salah satu dari 50 Startup Muslim Global Paling Inovatif.

Dia juga mantan anggota Football Beyond Borders dan ditampilkan dalam film dokumenter berjudul ‘Over the Wall’, sebuah film tentang tim sepak bola yang berbasis di London dan perjalanan mereka untuk bermain di Palestina. 

Itulah cerita singkat dari 4 pengusaha muda muslim dunia yang mampu menginspirasi kamu. Agar bisa menjadi seperti mereka, mampu mewujudkan keinginannya untuk maju dan bermanfaat bagi orang lain, kamu pun bisa dengan memulainya dari diri sendiri. 

Salah satu cara untuk memulainya adalah mewujudkan impian finansialmu dengan melakukan pendanaan di P2P Funding Syariah dari ALAMI. 

Ayo segera download aplikasinya di Playstore atau Appstore dengan klik tombol di bawah ini!

Artikel Terbaru

FAJR Academy oleh ALAMI Resmi Dibuka, Dihadiri Ribuan Mahasiswa dan Pembicara Ternama

Selasa (20/09), ALAMI resmi membuka acara FAJR Academy secara online. Lewat acara...

Menjalani Pengasuhan di Tengah Situasi Tidak Ideal? Simak 3 Tips dari Ustaz Bendri Berikut Ini! 

Dalam perjalanan mengasuh anak dan menjadi orangtua, kita tidak selalu bisa berada...

ALAMI Becomes First Indonesian Sharia Fintech Company to Win Prestigious Global Islamic Finance Award (GIFA)

ALAMI won the 2022 Global Islamic Finance Award (GIFA) for Excellence in...

Exit mobile version