kemerdekaan
published 17/08/2022 - 5 Min Read

Inspirasi Semangat Kemerdekaan: Cerita Kontribusi ALAMI Squad untuk Bangsa

“Jangan tanyakan apa yang negara ini berikan kepadamu tapi tanyakan apa yang telah kamu berikan kepada negaramu”. 

Kutipan di atas berasal dari Presiden ke-35 Amerika Serikat John F. Kennedy. Meski bukan berasal dari bangsa Indonesia, tetapi kutipan itu bisa sangat relevan bagi bangsa Indonesia untuk memberikan sumbangsihnya kepada negara. 

Menjadi pribadi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara pun selaras dengan ajaran Islam. Bahkan Rasulullah SAW pernah bersabda yang bunyinya sebagai berikut;

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).

Sama seperti beberapa ALAMI Squad berikut ini yang memiliki pengalaman berharga dan membanggakan mewakili negara di ajang atau event di luar negeri. Mereka mewakili Indonesia di kancah internasional. Cerita ini dibagikan untuk menerbar inspirasi semangat kemerdekaan dari ALAMI Squads.  

Inspirasi Semangat Kemerdekaan dari ALAMI Squads

Community Development Senior Manager ALAMI Sharia Jodi Salahuddin Akbar pernah mewakili Indonesia dan kampusnya di Universitas Indonesia (UI) di ajang Young Leader Forum yang diadakan oleh Institute for Cultural Diplomacy (ICD) di beberapa Universitas di Inggris, seperti Queen Mary University, Brunel University & Birkbeck University of London pada tahun 2012 lalu. 

“Bersama 4 orang Indonesia lainnya, (kami) berbicara mengenai Art & Culture as Soft Diplomacy, bisa bawa bendera Indonesia di karnaval budaya di sana, pakai baju adat Betawi khas Abang None Jakarta di usia 19 menuju 20 tahun,” kata Jodi saat diwawancarai beberapa waktu lalu. 

Selain itu, sebagai seorang muslim dari Indonesia, Jodi pun pernah ikut dalam event Interfaith and Intercultural Forum di Sevilla, Andalusia, Spanyol dan beberapa kota lainnya. Di bumi Andalusia, di mana Islam pernah mengalami masa kejayaan, Jodi bersama perwakilan Indonesia lainnya, membawa misi pembangunan masjid dan Islamic center di sana. 

Jodi Salahuddin Akbar mewakili Indonesia di ajang Young Leader Forum yang diadakan oleh Institute for Cultural Diplomacy (ICD) di beberapa Universitas di Inggris, seperti Queen Mary University, Brunel University & Birkbeck University of London tahun 2012

“Dalam misi tersebut Indonesia melalui Kemendikbud dan Utusan Khusus Presiden RI bidang Interfaith Dialogue Prof. Syafiq Mughni dari Muhammadiyah turut serta membantu pembangunan masjid dan pusat kebudayaan Islam di kota Sevilla Andalusia bersama Mezquita Sevilla,” jelas Jodi.

Selain Jodi, ada juga ALAMI Squad lainnya yang memiliki pengalaman berharga mewakili  Indonesia di luar negeri, yakni Campaign & Partnership Associate Irsyad Al Ghifari. Semasa kuliahnya di IPB, ia menjadi Presiden Mahasiswa Ekonomi Syariah Indonesia. 

Irsyad Al Ghifari dalam forum Tsunami Awareness Day Conferences di markas besar PBB

Di tahun 2019, ia menjadi salah satu delegasi Indonesia berkunjung ke Malaysia menyampaikan pesan kepada Malaysia dan dunia bahwa masa depan ekonomi syariah dunia ada di tangan Indonesia dan anak mudanya. 

“Spirit merdeka yang saya yakini adalah merdeka pikiran, merdeka mimpi, merdeka dari kemalasan, dan merdeka dari rasa takut akan kegagalan di masa depan. Hal itu yang kami tunjukkan saat berdialog dengan stakeholder ekonomi syariah di Malaysia,” kata Irsyad. 

Di tahun yang sama pula, Irsyad menjadi perwakilan dari Indonesia dalam program Indonesia-USA Youth Ambassador Kementerian Luar Negeri RI, yang merupakan program beasiswa kepemimpinan tertua di Amerika Serikat sejak tahun 1947. 

“Selama 1 bulan belajar leadership dari sektor kebijakan publik, keuangan, politik, dan kebudayaan,” jelas Irsyad.

Selama satu bulan di sana, Irsyad berkunjung dan menemui beberapa stakeholder penting di Amerika Serikat, seperti Senator AS, Pejabat Kementerian Keuangan AS, dan NGO berpengaruh di sana.

“Untuk program yang di PBB, itu menghadiri Tsunami Awareness Day Conferences yang diselenggarakan oleh PBB dan Pemerintah Jepang untuk memperingati Tsunami Jepang di 2011. Dalam forum itu, saya bertanya soal “Spirit dan value apa yang akhirnya bisa membuat Jepang recovery dengan begitu cepat,” cerita Irsyad.

Zahra Nabila saat menjadi anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) di Malaysia

Berbeda dengan Jodi dan Irsyad, Business Development Associate ALAMI Zahra Nabila yang pernah menjadi kepanitiaan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) di Malaysia untuk Pemilu 2019. Kebetulan pada saat itu, Zahra sedang menjalani pendidikan magister di negeri jiran tersebut. 

“Ini jadi pengalaman yang tidak terlupakan karena kesempatan untuk menjadi bagian kepanitiaan ini belum tentu bisa terulang lagi, apalagi Pemilu dilaksanakan 5 tahun sekali,” jelas Zahra.

Kontribusi untuk Negara 

Menurut Zahra, setiap orang dengan kemampuan yang dimiliki bisa memberikan kontribusi sekecil apa pun untuk negara.

“Apalagi sebagai Muslim kita juga meyakini bahwa sebaik baik manusia adalah yg bermanfaat bagi orang lain. Dengan bergabungnya saya saat ini di ALAMI Sharia, harapannya bisa ikut serta membangun keuangan syariah lebih baik di Indonesia,” jelas Zahra. 

Begitu pun bagi Irsyad, menurutnya, di setiap kesempatan yang didapatkan, ia berusaha untuk membawa semangat perubahan di mana pun ia berada. Termasuk sebagai anak bangsa bahkan untuk ALAMI. 

“Saya berusaha untuk membawa spirit perubahan bagi tempat yang telah memberikan saya amanah dan perubahan tersebut bisa menjadi sejarah atau legacy bagi generasi, mendatang yang dapat menginspirasi mereka untuk membuat perubahan lainnya,” kata Irsyad. 

Sementara bagi Jodi, setelah mendapatkan ilmu dan ide didapatkan selama menempuh pendidikannya melalui beasiswa S1 dan S2 dari negara, harus dikontribusikan kepada masyarakat untuk kebermanfaatan bersama. 

“Saya merasa ide dan ilmu dari masa kuliah dan pengalaman saya baik didalam maupun di luar negeri, harus dikontribusikan kepada masyarakat lewat kebijakan publik yang berimpact bagi masyarakat banyak, bagaimana misi hidup kita itu bukan hanya untuk kepentingan ‘private victory’ tp juga ‘public victory’,” ungkap Jodi. 

Selaras dengan Misi ALAMI 

Kontribusi untuk negara dan masyarakat lebih luas yang telah dilakukan oleh ketiga ALAMI Squad di atas tentunya selaras dan sejalan dengan misi ALAMI saat ini. Salah satu core value ALAMI yakni memberikan yang terbaik dan menjadi #SisiTerbaikmu untuk umat dan bangsa. 

Selain itu ALAMI juga memiliki visi  Revolutionizing Sharia Finance Industry with Technology. Visi tersebut, bagi Irsyad, sejalan dengan apa yang ia lakukan selama ini. 

“Apa yang saya cari dalam hidup ini sehingga bekerja di ALAMI sama saja dengan berkarya dan beribadah dalam waktu yang panjang. Lelah dalam bekerja tidak membuat saya berhenti karena tujuan perjalanan saya dan ALAMI adalah sama,” ungkapnya.

Zahra mengatakan misinya hidupnya adalah memberikan dan mengusahakan yang terbaik untuk kesejahteraan umat dan bangsa. Hal ini juga sejalan dengan nilai-nilai yang ALAMI miliki yakni Sharia First dan Customer Obsessed

“Nilai-nilai yang ALAMI miliki seperti Sharia First dan Customer Obsessed, di mana ALAMI dengan seluruh tim yang terlibat di dalamnya akan senantiasa mengusahakan untuk bisa memberikan yg terbaik untuk seluruh masyarakat Indonesia, serta menjadikan negara kita lebih sejahtera melalui keuangan Syariah,” tambah Zahra.

Ketiga pengalaman ALAMI Squad di atas bisa dijadikan inspirasi bagi kita untuk memberikan kontribusi untuk masyarakat sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Misalnya kontribusi pada pertumbuhan ekonomi negara melalui pendanaan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. 

Seperti yang ada di ALAMI saat ini sebagai platform peer to peer funding syariah yang memberikan pendanaan kepada UMKM di seluruh Indonesia. Kontribusimu untuk pengembangan UMKM di Indonesia sekaligus mengamankan dan mengembangkan dana dan asetmu. 

Dapatkan ujrah atau imbal hasil setara dengan 14-16% pa dari setiap pendanaanmu di P2P Funding Syariah dari ALAMI. Dapatkan dan unduh segera aplikasinya di 

Adhi Muhammad Daryono

Content Specialist at ALAMI

Hard work, patience and pray, no hustle culture. Learners of all things, open to new insights

Hard work, patience and pray, no hustle culture. Learners of all things, open to new insights

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments