quiet luxury vs loud luxury

Quiet Luxury vs Loud Luxury: Dua Tipe Kemewahan yang Berbeda, Tim Manakah Kamu?

Istilah quiet luxury atau loud luxury mungkin bukan istilah yang familiar di telinga banyak orang. Namun, jika kita mendengar atau membaca tentang jenama-jenama fesyen terkenal dengan produk-produk yang mahal, seperti Chanel, mungkin kita akan langsung berpikir mengenai kesan mewah dan eksklusif dari jenama tersebut. 

Luxury brands seringkali menyimbolkan kehidupan mewah, dan bagi sebagian orang mungkin menjadi simbol status sosial dan kesuksesan finansial. 

Akan tetapi, mungkin tidak banyak orang yang tahu bahwa jenama-jenama mewah atau luxury brands sendiri memiliki dua jenis yang masing-masingnya memiliki gaya serta ciri khas. 

Apa saja ciri khas itu? Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai kedua jenis luxury brands dan hal-hal yang membedakannya. 

Apa yang dimaksud Luxury Brands?

Sebenarnya, apakah yang dimaksud dengan luxury brands? Dikutip dari Retail Dogma, luxury brands adalah merek-merek yang memiliki ciri kualitas tingkat tinggi, eksklusif, dan harga tinggi.

Luxury brands ini muncul di banyak sektor produk dan perdagangan, khususnya hotel, otomotif, dan barang-barang ritel. 

Adapun penyebab sebuah jenama mendapatkan status menjadi luxury brands umumnya disebabkan karena beberapa faktor, yaitu eksklusifitas, mutu tinggi, dan kelangkaan. 

Karena sifatnya yang eksklusif dan langka, maka barang-barang dari jenama-jenama ini seringkali diburu orang yang ingin menunjukkan status sosial tinggi dengan memiliki barang-barang tersebut.

Merek-merek mewah ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu quiet luxury brands dan loud luxury brands berdasarkan nilai-nilai dan kesan yang ingin ditonjolkan oleh masing-masing jenis tersebut.  

Quiet Luxury Brands

Quiet luxury brands adalah merek-merek mewah yang menonjolkan kemewahan dan keanggunan yang halus dan tidak mencolok. Merek-merek yang termasuk dalam quiet luxury brands seringkali diasosiasikan dengan desain yang tidak pernah ketinggalan zaman, hasil pengerjaan yang tinggi, serta kualitas yang menonjol. 

Merek-merek ini tidak menunjukkan kemewahan lewat desain dan warna-warna yang mencolok atau logo jenama yang besar untuk menunjukkan nilainya. Kemewahan dari produk quiet luxury ini tercermin dari kualitas produknya sendiri. 

Quiet luxury brands lebih menyasar orang-orang yang lebih mempertimbangkan kualitas di atas kuantitas, konsumen yang bersedia membayar tinggi untuk pengerjaan dan kualitas produk premium. 

Konsumen mereka bukan orang-orang yang terobsesi dengan mengejar tren fesyen terbaru atau mencari popularitas. Akan tetapi, yang mereka cari benar-benar produk yang kualitasnya tahan lama dan tidak pernah ketinggalan zaman.  

Contoh jenama quiet luxury:

Beberapa contoh jenama luxury brands di antaranya adalah 

1. Hermès

Hermès adalah jenama yang menjual produk-produk kulit, aksesoris, furniture, parfum, perhiasan, jam, dan pernak-pernik sandang lainnya yang identik dengan desain yang elegan dan tidak pernah ketinggalan zaman. Selain itu, kualitas produk dan pengerjaannya juga sangat bagus. 

2. Bottega Veneta 

Bottega Veneta adalah merek asal Italia yang memproduksi pernak-pernik fesyen seperti tas dan sepatu yang berkualitas tinggi yang dibuat dari bahan terbaik. 

3. Bottega Veneta 

The Row adalah jenama produk mewah yang berusia relatif muda. Didirikan tahun 2006, jenama ini fokus pada produksi fesyen yang dikenal dengan desainnya yang terkesan bersih dan mewah, serta fokus pada kualitas barang dan perhatian pada detail yang membuatnya unik. 

4. Celine 

Celine adalah jenama asal Prancis yang memproduksi pakaian serta aksesoris dari kulit. Sejak didirikan tahun 1945, merek yang terkenal dengan desainnya yang modern dan minimalis ini telah memiliki sekitar 170-an gerai di seluruh dunia. 

5. Loro Piana 

Loro Piana adalah merek asal Italia yang sudah berusia hampir 100 tahun. Didirikan di Quarona, Italia, pada 1924, jenama ini terkenal sebagai produsen produk fesyen yang terbuat dari kain berbahan mewah seperti wool cashmere, wool vicuna, dan wool merino. 

6. Brunello Cucinelli 

Brunello Cucinelli adalah merek asal Italia yang memproduksi produk fesyen untuk pria dan wanita, serta aksesoris yang dijual di pasar Eropa, Amerika Utara, dan Asia Timur. Jenama ini terkenal dengan desainnya yang elegan dan tidak pernah ketinggalan zaman. Selain itu, merek ini juga terkenal karena fokusnya yang memperhatikan kualitas dan keberlangsungan (sustainability). 

7. A.P.C. 

A.P.C dikenal sebagai produsen fesyen untuk pria dan wanita dengan desain yang minimalis namun mewah. Didirikan oleh Jean Touitou di tahun 1987, jenama ini  dikenal dengan desainnya yang minimalis dan menonjolkan kreativitas dan otentisitas. 

Loud Luxury Brands

Berbeda dengan jenama quiet luxury yang menekankan kualitas serta desain yang anggun, jenama loud luxury menekankan desain yang mencolok dan menarik perhatian. 

Jenama loud luxury seringkali diasosiasikan dengan konsumerisme dan kemewahan yang mencolok. Jenama jenis ini juga mengandalkan logo dan simbol status untuk menampilkan kesan mewahnya. 

Karena sifatnya yang seringkali digunakan sebagai penanda identitas, produk-produk loud luxury seringkali dipasarkan kepada generasi muda yang ingin tampil menonjol dan beda. 

Produk-produk loud luxury umumnya menyasar konsumen yang bertujuan ingin menunjukkan kelas sosial melalui produk-produk tersebut. Mereka ingin terlihat trendi dan mengikuti gaya fesyen terbaru dan bersedia membayar mahal untuk produk-produk yang bisa menunjukkan identitas mereka. 

Contoh jenama loud luxury

Beberapa contoh jenama loud luxury adalah:

1. Gucci 

Gucci dikenal sebagai merek fesyen yang menonjolkan desain yang tegas dan mewah, serta logo GG-nya yang dikenal sebagai sumber prestise. 

2. Versace  

Versace adalah jenama asal Italia yang memproduksi pakaian, aksesoris, dan parfum untuk pria dan wanita. Merek ini dikenal sebagai merek dengan pola cetakan yang tegas, terang dan desain yang penuh hiasan. 

3. Balenciaga  

Balenciaga adalah jenama yang didirikan oleh pendiri berkebangsaan Spanyol, Cristobal Balenciaga, dan berkantor pusat di Prancis. Jenama ini terkenal dengan produk-produk pakaian, sepatu, tas, aksesoris, serta parfum. Produk-produknya beberapa kali masuk dan disebutkan dalam film-film dan produk budaya populer lainnya.

4. Louis Vuitton 

Louis Vuitton adalah merek barang mewah yang logo LV-nya dapat ditemukan pada tas, pakaian, sepatu, produk kulit, parfum, hingga perhiasan. Merek yang berpusat di Prancis ini termasuk salah satu merek barang mewah yang menguasai pasar, dengan nilai valuasi mencapai 28,4 miliar Dollar AS pada 2013. 

5. Saint Laurent 

Yves Saint Laurent atau yang lebih dikenal dengan Saint Laurent memproduksi produk-produk fesyen seperti tas, sabuk, bahkan kacamata. Jenama yang didirikan oleh desainer Prancis dengan nama yang sama ini dikenal dengan desainnya yang glamor dan logo YSL-nya yang ikonik.

6. Dolce & Gabbana 

Merek yang juga dikenal sebagai D&G ini identik dengan desain yang mewah dan penuh warna serta penggunaan pola yang tegas dan penuh hiasan yang inspirasinya diambil salah satunya dari sejarah film-film lawas Italia.   

7. Chanel 

Chanel, yang didirikan oleh desainer Prancis Gabrielle “Coco” Chanel termasuk salah satu jenama mewah yang bersejarah. Dimulai dari pembuatan topi pada tahun 1910, Chanel dikenal sebagai desainer yang merevolusi pakaian wanita yang tadinya kaku menjadi luwes dan fungsional.  

Quiet Luxury vs. Loud Luxury: Kamu pilih mana?

Karena nilai-nilai yang berbeda yang hendak ditonjolkan oleh loud luxury dan quiet luxury, maka keduanya memiliki pangsa pasarnya tersendiri. 

Di tengah maraknya budaya bermedia sosial, banyak pemengaruh (influencer) yang memakai barang-barang jenama loud luxury yang mencolok. 

Hal ini mendorong banyak menggeser seleranya menjadi barang-barang mewah quiet luxury untuk menghindari kesan norak dan tampil lebih humble. .     

Jadi, mana yang lebih baik antara quiet luxury dan dan loud luxury

Tentunya, jawaban atas pertanyaan ini bersifat subjektif, bergantung kepada kecenderungan serta nilai-nilai yang dianut seseorang. 

Pada akhirnya, baik quiet luxury maupun loud luxury, keduanya menyasar konsumen dengan gayanya masing-masing: quiet luxury yang anggun dan elegan serta loud luxury yang menonjol.

Jika kamu punya hobi mengoleksi barang-barang quiet luxury atau loud luxury, pastikan uang yang kamu gunakan bukan berasal dari modal bisnis yang sedang kamu jalankan, ya!

Jika bisnismu sedang membutuhkan pembiayaan untuk tumbuh dan jadi besar, ALAMI P2P lending syariah bisa menjadi sarana kamu untuk memperoleh pembiayaan berbasis syariah menggunakan sistem peer-to-peer funding

Insya Allah, bisnismu tidak hanya akan berkembang namun juga berkah menggunakan sistem syariah!   

Dapatkan informasi mengenai pembiayaan P2P berbasis syariah dengan klik tautan ini!

Artikel Terbaru

Penyesuaian Pemadanan NPWP ke NIK

Berdasarkan terbitnya kebijakan pajak pada PMK 136/2023 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri...

Informasi Peningkatan Keamanan Pendanaan & Penambahan Biaya Layanan

Sebagai bagian dari upaya kami dalam meningkatkan kualitas layanan yang lebih baik,...

Panduan Praktis Mendanai Nyaman dan Menguntungkan di Instrumen P2P Lending Bagi Pendana Pemula

Peer to Peer Lending (P2P Lending) dikenal sebagai salah satu instrumen investasi...

Exit mobile version