vaksin booster

Amankan Imunmu dengan Vaksin Booster, Jangan Ragu!

Pandemi COVID-19 yang sudah berlangsung sejak awal tahun 2020 masih belum usai hingga di tahun 2022 ini. Meski begitu saat ini berdasarkan situasi transmisi dan kapasitas respon Kementerian Kesehatan, secara nasional, Indonesia masuk dalam kategori transmisi komunitas level 1 dengan kapasitas respon sedang dan vaksinasi sedang.

Tapi, varian baru COVID-19 omicron masih menghantui warga dunia tak terkecuali Indonesia. Oleh karena itu perlu imun yang lebih kuat agar tubuh bisa menghalau virus dan berbagai penyakit. 

Untuk itu pemerintah Indonesia sudah menggelar vaksinasi ketiga atau disebut dengan vaksin booster sejak 12 Januari 2022 lalu. Vaksin booster diberikan secara gratis oleh pemerintah, dan dimulai dari lansia terlebih dahulu, sebagai orang yang sangat rentan terhadap penyakit. 

Kenapa Harus Memerlukan Vaksin Booster?

Menurut Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI dr. Maxi Rein Rondonuwu, Vaksin booster adalah vaksinasi COVID-19 setelah seseorang mendapat vaksinasi primer dosis lengkap yang ditujukan untuk mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan. 

Dikutip dari website Kementerian Kesehatan, vaksinasi booster diselenggarakan oleh Pemerintah RI dengan sasaran masyarakat usia 18 tahun ke atas dengan prioritas kelompok Lansia dan penderita imunokompromais. Pelaksanaan vaksinasi booster bagi sasaran Lansia dapat dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota. Sementara sasaran non Lansia dilaksanakan di kabupaten/kota yang sudah mencapai cakupan dosis 1 total minimal 70% dan cakupan dosis 1 lansia minimal 60%.

Jenis Vaksin Booster yang Digunakan 

Pemberian vaksin booster dilakukan melalui dua cara yaitu Homolog dan Heterolog. Cara Homolog yaitu pemberian vaksin booster dengan menggunakan jenis vaksin yang sama dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya. 

Sementara itu, Heterolog yaitu pemberian vaksin booster dengan menggunakan jenis vaksin yang berbeda dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya. Telah kita ketahui pemberian vaksin primer yang sebelumnya telah diberikan menggunakan beberapa jenis vaksin. Seperti Sinovac asal China, AstraZeneca asal dari Inggris, Pfizer dari Amerika Serikat, dan Moderna dari Amerika Serikat. 

Jika pada vaksinasi pertama dan kedua (primer) menggunakan Sinovac  maka diberikan vaksin AstraZeneca separuh dosis (0,25 ml) atau vaksin Pfizer separuh dosis (0,15 ml).  Jika vaksinasi primer menggunakan AstraZeneca maka diberikan vaksin Moderna separuh dosis (0,25 ml), atau vaksin Pfizer, separuh dosis(0,15 ml).

Penyuntikan dilakukan secara intramuskular di lengan atas. Penyuntikan half dose atau setengah dosis dilakukan dengan menggunakan jarum suntik sekali pakai 0,3 ml yang telah diberikan tanda ukuran dosis 0,15 ml dan 0,25 ml. Bagi daerah yang belum menerima jarum suntik sekali pakai ini, maka dapat memanfaatkan yang tersedia.

Lokasi dan Cara Mendapatkan Vaksin Booster

Dikutip dari berbagai sumber, untuk mendapatkan vaksin booster, masyarakat bisa mengaksesnya melalui aplikasi atau website PeduliLindungi. Atau juga bisa mendatangi langsung tempat-tempat yang menggelar vaksinasi seperti puskesmas atau rumah sakit yang dikelola oleh pemerintah terdekat.

Cara daftar vaksin booster via Aplikasi PeduliLindungi 

Cara daftar vaksin booster via laman PeduliLindungi 

Cara daftar vaksin booster langsung di lokasi 

Jika kamu termasuk kelompok prioritas penerima vaksin booster (lansia dan masyarakat rentan) tetapi belum mendapatkan tiket dan jadwal vaksinasi di aplikasi PeduliLindungi, bisa langsung datang ke fasilitas kesehatan atau tempat vaksinasi terdekat. Syaratnya cukup membawa KTP dan surat bukti vaksinasi dosis 1 dan 2. Kemudian, pastikan untuk tidak menggunakan NIK dan nomor ponsel milik orang lain saat mendaftar vaksinasi booster. 

Hal ini untuk menghindari kendala administrasi di kemudian hari. Adapun vaksinasi booster secara gratis ini dilaksanakan di fasilitas kesehatan milik pemerintah yaitu puskesmas, rumah sakit (RS) pemerintah, ataupun RS pemerintah daerah (RSUD).

Nah, demikian informasinya. Pastikan dirimu dan keluarga sudah melakukan vaksin primer sebanyak dua kali untuk bisa menerima vaksin booster ini. Vaksin booster juga akan melindungi dirimu dari serangan virus dan penyakit, terutama COVID-19. 

Selain melindungi dirimu dari serangan berbagai macam penyakit dan virus, amankan juga masa depanmu dengan keuangan yang sehat dan lebih baik. Amankan dan kembangkan keuanganmu di tempat yang lebih baik, dan dikelola secara syariah. 

Kembangkan uangmu dengan ikut mendanai di ALAMI P2P Funding Syariah. Kamu akan mendapatkan imbal hasil hingga setara 14-16% pa. Uangmu akan dikelola secara syariah dan aman tentunya karena sudah terdaftar dan diawasi OJK. Ayo segera download aplikasinya di Playstore atau Appstore dengan klik tombol di bawah ini!

Artikel Terbaru

Penyesuaian Pemadanan NPWP ke NIK

Berdasarkan terbitnya kebijakan pajak pada PMK 136/2023 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri...

Informasi Peningkatan Keamanan Pendanaan & Penambahan Biaya Layanan

Sebagai bagian dari upaya kami dalam meningkatkan kualitas layanan yang lebih baik,...

Panduan Praktis Mendanai Nyaman dan Menguntungkan di Instrumen P2P Lending Bagi Pendana Pemula

Peer to Peer Lending (P2P Lending) dikenal sebagai salah satu instrumen investasi...

Exit mobile version