perbedaan importir dan eksportir
published 17/11/2022 - 4 Min Read

Perbedaan Importir dan Eksportir (Trader), yuk, Pahami!

Sudahkah kamu memahami perbedaan importir dan eksportir (trader)?

Tak melulu harus berbisnis di dalam negeri saja, kamu bisa memilih untuk menjadi importir maupun eksportir yang cakupan bisnisnya melibatkan negara lain.

Istilah eksportir dan importir tentu memiliki arti yang berbeda. Keduanya pun melakukan bisnis yang sedikit berbeda satu dengan yang lainnya.

Sebelum kamu memilih untuk menjalani bisnis ini, yuk, pahami dulu dengan baik apa itu importir dan eksportir!

Apa Itu Impor dan Importir?

Untuk memahami perbedaan importir dan eksportir (trader), mari mulai dari definisi import dan importir terlebih dahulu.

Menurut Bea dan Cukai Bekasi, impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean.

Yang dimaksud dengan daerah pabean sederhananya adalah suatu negara.

Jika kamu melakukan impor, maka kamu memasukkan barang dari luar negeri ke dalam wilayah negara lain, misalnya Indonesia.

Jadi, ada dua negara yang dilibatkan dalam perdagangan internasional ini.

Impor bukan hanya dilakukan oleh pedagang saja, tetapi juga oleh negara.

Pasalnya, impor dilakukan mendapatkan suatu hal yang tidak ada atau jumlahnya terbatas di negara ini, seperti misalnya bahan baku tertentu, barang tertentu, atau suatu jasa.

Di Indonesia, peraturan mengenai impor tercatat dalam Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-07/BC/2003.

Sementara, petunjuk pelaksanaannya dapat dilihat di Keputusan Menteri Keuangan Nomor 453/KMK.04/2002 tentang Tatalaksana Kepabeanan di bidang impor.

Berdasarkan definisi impor tersebut, importir adalah orang atau lembaga yang bertindak sebagai perantara dagang untuk mendatangkan barang dari luar negeri.

Proses penandatangan barang ini tentu harus mengikuti peraturan yang berlaku berdasarkan undang-undang negara.

Impor merupakan kegiatan yang penting karena berdampak langsung pada perekonomian negara.

Apa Itu Ekspor dan Eksportir (Trader?)

Setelah memahami definisi impor dan importir, yuk, selanjutnya simak apa itu ekspor dan eksportir untuk memahami perbedaan importir dan eksportir (trader).

Seperti impor, ekspor juga merupakan kegiatan perdagangan internasional yang melibatkan dua negara.

Mengutip Kompas, ekspor adalah pengiriman barang atau komoditas yang diperdagangkan ke luar negeri.

Ekspor biasa dilakukan jika negara menghasilkan barang dalam jumlah yang terlalu banyak, sehingga kebutuhan dalam negerinya sudah tercukupi.

Barang tersebut dikirim ke luar negeri untuk dijual agar dapat menghasilkan keuntungan.

Berdasarkan definisi tersebut, eksportir adalah badan hukum ataupun perseorangan yang melakukan kegiatan ekspor yang sudah dijelaskan tadi. Seorang eksportir juga disebut sebagai trader.

Sebagai eksportir, kamu mengirimkan barang yang diperdagangkan ke luar negeri sesuai dengan peraturan negara.

Menurut Katadata, kegiatan ekspor di Indonesia diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2021 tentang Kebijakan dan Pengaturan Ekspor.

Perbedaan Importir dan Eksportir

Setelah memahami penjelasan Mina di atas soal impor, importir, ekspor, dan eksportir, sudahkah kamu bisa memahami perbedaan importir dan eksportir (trader)?

Sederhananya, baik importir maupun eksportir sama-sama melakukan perdagangan internasional dan melibatkan dua negara dalam kegiatannya.

Akan tetapi, importir memasukkan barang ke dalam negeri, sementara eksportir mengeluarkan barang ke luar negeri.

Keduanya bertujuan untuk jual beli, dan kegiatan ini sangat menguntungkan baik bagi badan importir, eksportir, maupun negara.

Importir dan eksportir sama-sama punya kebebasan memilih barang atau jasa apa yang diimpor atau diekspor.

Yang penting, barang atau jasa tersebut telah sesuai dengan ketentuan negara yang berlaku.

Syarat Menjadi Importir

Nah, kamu sudah membaca tentang perbedaan importir dan eksportir (trader).

Apakah kamu tertarik menjadi seorang importir?

Tak sembarang orang bisa menjadi importir, lho. Pertama-tama, kamu harus memenuhi syarat-syarat terlebih dahulu.

Syarat-syaratnya adalah sebagai berikut:

1. Memiliki SIUP

SIUP adalah Surat Izin Usaha Perdagangan.

Izin usaha ini merupakan landasan izin impor dari luar negeri ke Indonesia.

Tujuan dari SIUP ini adalah untuk melindungi ekonomi dan produsen lokal.

2. Memiliki API

API adalah Angka Pengenal Impor.

Angka ini berperan sebagai tanda pengenal importir, sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 70/M-DAG/PER/9/2015 tentang Angka Pengenal Importir.

API sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • API Umum (API-U)
  • API Produsen (API-P)

3. Memiliki NPWP

Impor memiliki tarif yang berbeda-beda, mulai dari 0% sampai 40% tergantung produk yang diimpor.

Ada pula Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang terdiri dari 10% Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan 2.5% pajak penghasilan.

Oleh karena itu, wajib bagi seorang importir memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Syarat Menjadi Eksportir

Sama seperti importir, menjadi seorang eksportir juga harus patuh terhadap peraturan dan syarat-syarat tertentu.

Perbedaan syarat importir dan eksportir tak jauh berbeda, yaitu:

  1. Badan hukum berbentuk CV, firma, PT, persero, perum, perjan, atau koperasi
  2. Memiliki NPWP
  3. Memiliki izin dari pemerintah

Izin yang diperlukan adalah:

  • SIUP dari Dinas Perdagangan
  • Surat Izin Industri dari Dinas Perindustrian
  • Izin Usaha Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) atau
  • Penanaman Modal Asing oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal

Demikianlah penjelasan Mina tentang perbedaan importir dan eksportir (trader).

Bagaimana? Kamu semakin tertarik? Semoga kamu selalu dilancarkan untuk menjalankan bisnis impor atau ekspormu, ya! 

Nah, selain menjadi importir ataupun eksportir, kamu juga bisa, lho, mendukung perekonomian negara lewat ALAMI!

Caranya adalah dengan ikut mendanai proyek P2P lending syariah yang tersedia di ALAMI.

Dengan mendanai, kamu turut berkontribusi terhadap perkembangan sektor UMKM yang tentu berdampak pada ekonomi negara secara positif.

Bukan hanya itu, kamu juga bisa mendapatkan imbal hasil yang cukup menarik, yaitu hingga setara 16% p.a.

Segera download aplikasinya dengan klik tombol di bawah ini, dan mulai mendanai hari ini sebelum ketinggalan proyek menariknya!

ALAMI P2P Lending Syariah
ALAMI P2P Lending Syariah

Nadiyah Rahmalia

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments