perencanaan keuangan keluarga
published 21/06/2023 - 5 Min Read

Perencanaan Keuangan Keluarga: Cara dan Manfaatnya

Bagi pasangan yang baru menikah maupun yang sudah lama berumah tangga, perencanaan keuangan keluarga merupakan salah satu bagian penting untuk mewujudkan kestabilan dan keamanan finansial yang penting untuk membangun kesejahteraan keluarga. 

Di dalam artikel ini, kami akan membahas mengenai apa saja yang perlu direncanakan dari keuangan keluarga, bagaimana cara memulai perencanaan keluarga, dan pandangan Islam mengenai perencanaan keuangan keluarga.

Selain itu, kami juga akan membahas mengenai manfaat apa saja yang akan didapat dari keuangan keluarga yang terencana dengan baik. 

Baca artikel ini sampai selesai, yuk!

Apa saja yang perlu direncanakan dari keuangan keluarga?

Ilustrasi. Perencanaan keuangan keluarga membutuhkan perencanaan yang berfungsi sebagai pedoman (Pixabay).

Sebelum kita memulai perencanaan keuangan keluarga, kita harus ketahui dulu apa yang perlu direncanakan dari keuangan rumah tangga. Berikut beberapa contoh yang bisa dijadikan patokan dalam merencanakan keuangan rumah tangga. 

  1. Target keuangan jangka pendek dan jangka panjang

Target keuangan keluarga menjadi pedoman bagaimana perencanaan keuangan dijalankan agar perencanaan keuangan menjadi lebih terarah. 

Misalnya, mungkin pasangan yang baru menikah ingin membeli rumah dalam usia sepuluh tahun pernikahan, ingin melanjutkan pendidikan lebih tinggi, atau ingin membangun bisnis sendiri. 

  1. Pengelolaan pengeluaran rutin

Bagian penting dari perencanaan keuangan keluarga adalah bagaimana kita mengelola pengeluaran rutin agar tidak membengkak dan menimbulkan kesulitan di kemudian hari.

  1. Dana darurat, tabungan, dan investasi

Ketika terjadi musibah yang berat, kita mungkin tidak hanya berurusan dengan kerusakan atau berkurangnya harta benda, namun juga hilangnya sumber penghasilan. Di sinilah pentingnya kita memiliki dana darurat untuk mengantisipasi musibah yang tidak disangka-sangka. 

Selain itu, keluarga juga perlu memiliki tabungan untuk meraih target keuangan jangka pendek maupun jangka panjang, serta berinvestasi untuk memperoleh keuntungan agar nilai aset yang kita miliki tidak tergerus inflasi. 

Pandangan Islam mengenai perencanaan keuangan keluarga

Ilustrasi. Islam menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan keluarga (Pixabay/Ebrahim Amiri).

Islam tidak melarang pemeluknya untuk menyusun perencanaan keuangan keluarga. Sebaliknya, Islam menekankan pentingnya menafkahi dan memenuhi kebutuhan keluarga, bahkan hingga meninggalkan harta warisan agar keluarga yang ditinggalkan tidak hidup berkekurangan. 

Dalam sebuah hadits yang panjang yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari, Rasulullah bersabda kepada sahabat Saad bin Abi Waqqash radiyallahu ‘anhu dan menasehatinya agar tidak memberikan seluruh harta warisan untuk sedekah tanpa meninggalkan sepeserpun untuk puteri yang menjadi ahli warisnya.

Beliau bersabda kepada Saad bin Abi Waqqash radiyallahu ‘anhu:

الثُلُث، و الثُلُثُ كَثِيرٌ. إِنَّكَ أَنْ تَذَرَ وَرَثَتَكَ أَغْنِيَاءَ خَيْرٌ مِنْ أَن تَذَرَهُمْ عالَةً يَتَكَفَّفُون الناسَ. وإِنَّكَ لن تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِها وَجْهَ اللهَ إلا أُجِرْتَ عَلَيْها حتى ما تَجْعَلُ فِي امْرَأَتِكَ

“Sepertiga (untuk disedekahkan). Sepertiga itu banyak. Sungguh, engkau meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya lebih baik daripada engkau meninggalkan mereka dalam keadaan miskin, kelak mereka mengemis kepada orang lain. 

Sungguh, tiada nafkah yang kauberikan karena mengharap ridha Allah melainkan kau diberi pahala atasnya, termasuk nafkahmu yang masuk ke mulut istrimu,” (HR Bukhari).

Dikutip dari NU Online, Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani menyimpulkan dari hadits tersebut bahwa agama Islam memprioritaskan untuk menafkahkan harta kepada keluarga dan kerabat dekat sebelum memberikan kepada orang lain. 

Tentu saja untuk dapat memberikan nafkah kepada keluarga dan ahli waris dibutuhkan tidak hanya etos kerja yang tinggi, namun juga kemampuan mengelola keuangan keluarga yang baik. 

Bagaimana cara merencanakan keuangan keluarga?

Ilustrasi. Perancanaan keuangan keluarga membutuhkan langkah-langkah yang jelas untuk mencapai tujuan (Pexels/Tima Miroshnichenko)

Bagaimana caranya agar kita dapat merencanakan keuangan keluarga kita dengan baik? Berikut cara-caranya!

Atur anggaran keluarga

Langkah pertama untuk perencanaan keuangan keluarga yang baik adalah budgeting atau pengaturan anggaran keluarga. Untuk itu, ada beberapa metode yang bisa kita pakai. 

Salah satunya, kita bisa gunakan metode 50/30/20 yang pertama kali dicetuskan oleh Elizabeth Warren. Melalui metode ini, kita bisa bagi pendapatan yang kita miliki menjadi tiga pos pengeluaran, yaitu 50% untuk kebutuhan pokok dan esensial, 20% tabungan dan investasi, serta 30% untuk keinginan yang tidak terlalu urgen. 

Selain metode di atas, ada juga metode-metode budgeting lain yang bisa kita pelajari lebih lanjut di artikel di bawah ini:

Ingin Atur Keuangan Bulanan? Ikuti 7 Tips Budgeting Berikut ini! 

Pantau keuangan kita secara teratur

Pantau keuangan keluarga secara teratur dengan mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran, sesuaikan dengan metode budgeting yang kita gunakan. 

Jika ternyata ada pengeluaran yang membengkak, kurangi dengan cara memilih opsi yang tidak terlalu mahal namun memiliki kualitas yang tidak jauh berbeda. Contohnya, kita bisa mengurangi budget makan di luar dan membiasakan memasak makanan sendiri dengan bahan-bahan yang lebih segar dan sehat.

Selain pengeluaran, kita juga harus pandai mengatur pemasukan, termasuk dengan mendiversifikasi pemasukan serta mengaturnya ke dalam pos-pos tabungan dan investasi. 

Jika kamu ingin mencari tambahan sumber pemasukan keluarga, kamu bisa memproduktifkan asetmu dengan mendanai proyek-proyek bisnis melalui aplikasi ALAMI P2P lending syariah. Nikmati imbal hasil hingga 16% p.a sambil berkontribusi dalam pengembangan UMKM dalam ekosistem halal di Indonesia. 

Klik tombol di bawah untuk download aplikasi ALAMI P2P lending syariah!  

Komunikasi dan bangun komitmen bersama

Membangun kebiasaan keuangan keluarga membutuhkan komitmen dari setiap anggota keluarga. Untuk itu, komunikasikan tujuan dan langkah-langkah perencanaan keuangan kepada seluruh anggota keluarga. 

Selain untuk membangun kebiasaan finansial, berkomunikasi dengan anggota keluarga dapat membantu setiap anggota keluarga untuk memahami pengeluaran masing-masing agar dapat didiskusikan mana yang dapat diprioritaskan dan mana yang dapat disesuaikan.     

Apa manfaat dari keuangan keluarga yang terencana dengan baik?

Dengan pengaturan keuangan yang baik, keluarga dapat mencapai target finansial seperti liburan bersama atau renovasi rumah (Pexels/Kimberly McNeilus).
  • Keamanan finansial

Memiliki perencanaan keluarga yang baik dapat memberikan rasa aman secara finansial, di mana setiap anggota keluarga tidak lagi merasa khawatir akan kesejahteraan dan pemenuhan kebutuhannya

  • Mengurangi stress dan meningkatkan kualitas hidup

Kesulitan ekonomi dan permasalahan keuangan keluarga dapat menimbulkan kecemasan dan tekanan batin yang pada akhirnya juga akan berdampak pada kesehatan fisik kita. Perencanaan keuangan keluarga yang baik dapat membantu mengurangi tekanan akibat keadaan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup keluarga. 

  • Memperbesar peluang tabungan dan investasi di masa depan

Ketika keuangan keluarga terencana dengan baik dan kebutuhan keluarga terpenuhi, maka kemungkinan untuk dapat menabung dan berinvestasi akan terbuka lebar. Uang yang kita tabung dan keuntungan dari investasi tentunya akan bermanfaat untuk masa depan, seperti biaya pendidikan anak dan persiapan masa pensiun.

  • Mewariskan nilai-nilai baik untuk generasi mendatang

Merencanakan keuangan keluarga tidak hanya membantu kita untuk meninggalkan warisan finansial untuk keluarga, namun juga warisan nilai-nilai dan contoh mengenai bagaimana kita mengatur harta yang kita miliki dengan baik. Kelak, anak-anak yang akan belajar mengaplikasikan nilai tersebut ketika mereka dewasa dan membangun keluarga sendiri. 

Produktifkan asetmu dengan mendanai di ALAMI P2P lending syariah

Perencanaan keuangan keluarga perlu dibangun tidak hanya agar kebutuhan dasar keluarga terpenuhi, namun juga agar keluarga memiliki persiapan keuangan untuk menyongsong masa depan dengan cara menabung dan berinvestasi.    

Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk mengembangkan aset dan memperoleh keuntungan untuk meningkatkan pendapatan keluarga adalah dengan turut mendanai di platform ALAMI P2P lending syariah. 

Tidak hanya mendapatkan imbal hasil dengan akad yang sesuai syariah, dengan turut mendanai di ALAMI P2P lending syariah, kamu bisa turut berkontribusi dalam perkembangan UMKM Indonesia menjadi lebih besar dan berdampak. 

Tunggu apa lagi, yuk bantu bisnis jadi besar dengan download aplikasi ALAMI P2P lending syariah!

Bayu Suryo Wiranto

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments