syarat pendirian pt
published 06/03/2023 - 4 Min Read

Prosedur dan Syarat Pendirian PT, Bisa Perorangan, lho!

Pernah bercita-cita untuk mendirikan PT sendiri?

Saat memikirkan teknisnya, mungkin terbayang akan sangat rumit, ya.

Akan tetapi, jangan khawatir. Dengan memahami caranya perlahan-lahan dan mengikuti prosedurnya, pasti kamu pun bisa memenuhi syarat dan menempuh proses mendirikan PT-mu sendiri.

Nah, seperti apa syarat pendirian PT yang begitu penting untuk kelangsungan bisnis? Yuk, langsung saja simak artikel ini baik-baik!

Perbedaan PT Perorangan, PT Biasa, dan CV 

Sebelum memahami syarat pendirian PT, kamu perlu memahami dulu tentang eksistensi PT perorangan, PT biasa, dan CV yang bisa didirikan sebagai usaha di Indonesia.

Tidak semua bisnis atau badan usaha berbadan hukum, tetapi ada banyak keuntungan yang bisa kamu peroleh jika menjadikan usahamu berbadan hukum. Salah satunya adalah aset dan harta pribadi dan usaha akan aman dan terlindungi.

Artinya, jika kamu menjalankan sebuah usaha dalam bentuk PT dan mengalami pailit, maka kondisi finansial pribadimu tidak akan terusik. 

Pasalnya, PT merupakan badan hukum dan dianggap sebagai entitas sendiri. 

Pun sebaliknya, jika kamu sedang mengalami masalah di keuangan personal, maka tak perlu khawatir keuangan bisnis akan ikut terguncang.

Selain itu, usaha yang berbadan hukum juga memiliki beberapa keuntungan lain seperti:

  • dilindungi oleh hukum sehingga lebih aman saat menjalankan usaha
  • lebih mudah mendapat tambahan modal dan ekspansi usaha
  • nama usaha tidak dapat digunakan oleh pihak lain

Biasanya orang pun bingung dalam menentukan jenis badan hukum apa yang cocok untuk untuk bisnisnya, terutama untuk PT Perorangan, PT biasa, dan CV. Lantas, apa saja perbedaan PT perorangan, PT biasa, dan CV? Berikut penjelasanna menurut Hukum Online.

1. PT Perorangan

  • Merupakan badan hukum.
  • Diperuntukkan bagi usaha dengan modal kecil (khususnya untuk usaha mikro dan kecil).

2. PT 

  • Merupakan badan hukum.
  • Diperuntukkan bagi usaha dengan modal besar.

3. CV

  • Bukan merupakan badan hukum.
  • Terdiri dari sekutu aktif dan sekutu pasif.
  • Tidak ada batas minimal modal.

Syarat Pendirian PT 

Nah, setelah memahami PT perorangan, PT biasa, dan CV, saatnya beranjak ke syarat pendirian PT atau badan usaha di Indonesia.

Berikut adalah hal-hal yang menjadi syarat pendirian PT perorangan dan PT biasa yang perlu kamu ketahui:

1. PT Perorangan 

  • Warga Negara Indonesia
  • Berusia minimal 17 tahun
  • Cakap hukum
  • Pendiri hanya terdiri dari satu orang (satu nama pemegang saham sekaligus pendiri)
  • Tidak boleh mendirikan PT lain sebelum PT perorangan yang awal berusia minimal 1 tahun
  • Memenuhi ketentuan kriteria UMK seperti modal di bawah Rp5 miliar

2. PT Biasa

  • Dapat didirikan oleh Warga Negara Indonesia, Warga Negara Asing, atau badan hukum Indonesia maupun asing
  • Pendiri minimal terdiri dari dua orang
  • Modal berasal dari kesepakatan para pendiri tanpa batasan jumlah yang harus disetor

Berdasarkan syarat pendirian PT di atas, bagaimana jika ternyata seiring berjalannya waktu PT perorangan memiliki modal di atas Rp5 miliar atau ingin menambah pendiri? Dalam hal tersebut, maka kamu harus mengubah status PT perorangan menjadi PT biasa dengan prosedur yang berlaku dan taat pada aturan yang menyertai.

Prosedur Pendirian PT 

Berinfo dari PPID Semarang Kota, cara mendirikan PT cukup mudah. 

Akan tetapi ada banyak yang harus disiapkan sebagai syarat pendirian PT. 

Biasanya, proses persiapan dokumen dan pengajuan ini memerlukan waktu sekitar satu bulan.

Agar kamu bisa segera mempersiapkannya, yuk, simak apa saja kelengkapan dokumen dan prosedunya!

1. Penentuan nama PT yang akan digunakan 

  • Nama tidak mirip atau menyerupai nama lembaga hukum, pemerintahan, maupun internasional kecuali seizin lembaga tersebut
  • Nama belum dipakai secara legal dan tidak sama dengan nama PT lainnya 
  • Nama tidak bertentangan dengan fakta umum dan norma kesusilaan
  • Nama sesuai tujuan dan kegiatan operasional PT bersangkutan
  • Nama ditulis menggunakan huruf latin

2. Penetapan lokasi kantor operasional PT

  • Alamat kantor yang nantinya didaftarkan haru sesuai dengan lokasi kantor tempat operasional bisnis berjalan
  • Menggunakan layanan virtual office diperbolehkan
  • Beberapa kota besar di Indonesia menerapkan kebijakan zonasi untuk aktivitas usaha

3. Pengajuan dokumen

  • NPWP penanggung jawab
  • Fotokopi KTP pemegang saham 
  • Fotokopi KK penanggung jawab
  • Surat keterangan domisili tempat PT didirikan dan beroperasi yang dikeluarkan oleh RT/RW setempat
  • Foto gedung kantor PT

4. Pembuatan akta pendirian

  • Menetapkan jangka waktu berdirinya PT (termasuk jika tidak ada batasan alias berlaku seumur hidup)
  • Menetapkan maksud dan tujuan sekaligus kegiatan usaha yang dijalankan PT
  • Akta Notaris yang ditulis dalam bahasa Indonesia
  • Modal dasar minimal Rp50 juta

5. Pengesahan SK pendirian menteri

  • Ajukan permohonan pendirian dan pengesahan
  • Permohonan diajukan tidak lebih dari 60 hari sejak Akta Pendirian disahkan

6. Kewajiban PT Lainnya

  • Membuat Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP) di kantor kelurahan sesuai alamat yang diajukan dengan memenuhi persyaratan: fotokopi KTP direktur, IMB, pajak bumi dan bangunan terakhir, dan perjanjian sewa atau kontrak tempat usaha
  • Membuat NPWP PT di Kantor Pelayanan Pajak dengan lokasi yang sama dengan domisili atau lokasi PT
  • Membuat dan mengesahkan Anggaran Dasar dengan persyaratan berupa akta pendirian asli, bukti setor bank dengan jumlah senilai modal dalam akta pendirian, dan bukti Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
  • Mengajukan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dengan ketentuan sebagai berikut:
  1. SIUP kecil untuk usaha dagang dengan kekayaan bersih >Rp 50 juta sampai maksimal Rp500 juta (di luar tanah dan bangunan tempat usaha)
  2. SIUP menengah untuk usaha dagang dengan kekayaan bersih mulai dari Rp500 juta sampai Rp10 miliar (di luar tanah dan bangunan tempat usaha)
  3. SIUP besar untuk usaha dagang dengan kekayaan bersih lebih dari Rp10 miliar (di luar tanah dan bangunan tempat usaha)
  • Mengajukan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) di Dinas Perindustrian dan Perdagangan atau Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah

Nah, itulah cara dan syarat pendirian PT, baik perorangan maupun biasa. Dalam mengurus pendirian PT dan memperoleh berbagai keuntungan jangka panjang dari bisnis yang berbadan hukum ini, kamu hanya perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp3,5 juta hingga Rp5 juta untuk pembuatan akta notaris dan SK.

Namun jika ingin lebih praktis, kamu bisa menggunakan jasa pendirian PT oleh pihak ketiga yang kredibel. Biayanya juga relatif terjangkau. Dengan begitu, kamu bisa fokus menyiapkan atau mengerjakan hal-hal strategis lainnya.

Jika nanti PT-mu sudah didirikan dan memerlukan bantuan pendanaan, kamu bisa menjadikan ALAMI P2P Lending Syariah sebagai solusimu.

Bukan hanya memberikan pembiayaan yang prosesnya mudah, fokus utama ALAMI adalah menyediakan pendanaan yang syariah sesuai dengan DSM MUI dan diawasi oleh OJK.

Jadi, kamu tak perlu khawatir.

Yuk, download aplikasinya dengan klik tombol di bawah ini!

ALAMI P2P Lending Syariah
ALAMI P2P Lending Syariah

Bayu Suryo Wiranto

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments