usaha toko kelontong
published 17/09/2021 - 6 Min Read

7 Tips Membuka Usaha Toko Kelontong Sendiri

Membuka usaha kecil-kecilan banyak macamnya, baik itu online atau offline. Di artikel ini kita akan membahas usaha kecil – kecilan yang berbasis offline alias membuka usaha toko kecil atau warung. Salah satu usaha kecil-kecilan yang bisa dicoba adalah usaha  toko kelontong. Peminat toko kelontong akan selalu ada dari masa ke masa. Sebab, usaha ini menjual berbagai kebutuhan sehari-hari. 

Toko kelontong menjual segala macam kebutuhan rumah tangga. Sembilan bahan pokok (Sembako) yang terdiri dari, beras, gula pasir, minyak goreng, telur, juga susu sudah lazim ada di toko kelontong. Tidak hanya menjual sembako, toko kelontong juga menjual komplementer lainnya, makanan ringan, dan jajanan lainnya. 

Dikutip dari buku Untung Berlipat Modal 1 Juta, membuka usaha toko kelontong diperkirakan membutuhkan modal awal  mulai dari sekitar Rp 2,3 juta. Perhitungannya, pengusaha toko kelontong akan balik modal dalam waktu kurang lebih satu bulan. Bisnis ini diperkirakan dapat menghasilkan keuntungan per bulannya sebesar Rp 2,4 juta.

Namun, untuk memiliki penghasilan dari usaha toko kelontong harus mempersiapkan beberapa hal.  Apa sajakah yang harus disediakan sebelum memulai usaha ini?

Mempersiapkan Usaha Toko Kelontong Sendiri

1. Pilih Lokasi Strategis

Membuka usaha apa pun yang berbentuk offline, yang harus dipikirkan secara paling utama adalah lokasi. Lokasi akan mempengaruhi banyak atau sedikitnya pembeli yang akan datang ke toko kita. Karena itu, lokasi yang paling tepat dan strategis adalah di tengah pemukiman. Kamu bisa memanfaatkan rumah kamu sebagai lokasi toko kelontong. Dengan begitu, modal yang kamu perlukan menjadi lebih sedikit. 

2. Cari Supplier Barang Berkualitas dan Murah

Cari supplier yang konsisten bisa memenuhi kebutuhan barang yang kamu butuhkan untuk dijual di toko kelontong. Selain barang yang berkualitas, harga yang murah menjadi perhatian. Jangan hanya mencari satu supplier saja, coba untuk mencari tiga atau lima bahkan lebih supplier untuk memenuhi kebutuhan bisnis agar barang tetap konsisten tersedia di toko kelontong milikmu. 

Ketersediaan barang sangat penting bagi toko kelontong. Jangan sampai kamu kehabisan stok barang. Hal ini akan merugikan ketika ada pembeli yang sangat membutuhkan barang tersebut malah beralih ke toko lain. 

3. Perkirakan Produk yang akan Dijual

Ada beberapa hal yang harus dipikirkan untuk memutuskan barang-barang apa saja yang akan dijual di toko kelontong nanti. Kamu harus memilih barang yang selalu dibutuhkan oleh calon pembeli. Misalnya jika kamu di area taman rekreasi, sediakan produk-produk yang selalu dibutuhkan oleh para pengunjung seperti snack dan minuman dingin atau jajanan lainnya.

Ini akan menciptakan siklus penjualan yang konstan karena kamu menjual barang-barang yang selalu dibutuhkan oleh para pembeli. Selain itu, ada baiknya jika kamu menyediakan sesuatu yang sedang trending, yaitu produk-produk yang sedang terkenal dan sesuai dengan demand produk dari pembeli.

4. Riset Demand Calon Pembeli

Setiap tempat bisa saja memiliki demand yang berbeda. Tidak perlu bingung untuk memikirkan cara-cara untuk mengetahui demand dari calon-calon konsumen di sekitar area penjualan. Yang perlu kamu ketahui adalah jenis-jenis orang yang berada di sekitar toko kelontong. Contohnya, di daerah masyarakat atau perumahan yang penuh dengan IRT (Ibu Rumah Tangga), mereka biasanya membutuhkan barang-barang untuk pekerjaan rumah tangga seperti alat-alat pembersih.

5. Analisis Kompetitor Terdekat

Saat kamu membuka usaha toko kelontong di daerahmu, perlu diperhatikan adakah usaha toko kelontong lainnya yang terdekat. Seberapa jauhkan dari usaha toko kelontong lainnya dengan yang kamu punya. Sebab, konsumen cenderung akan membeli ke tempat yang lebih dekat, dengan harga yang murah dari yang lain. 

Selain itu analisa lainnya yaitu kelemahan dan kekuatan dari kompetitor. Kamu bisa tahu apa yang bisa dikembangkan untuk bersaing dengan kompetitor kamu dan mengambil celah dari kekurangan mereka. 

6. Siapkan Berkas Untuk Perizinan 

Meski usaha toko kelontong merupakan usaha kecil-kecilan, penting sekali untuk memiliki surat izin usaha. Hal yang normal untuk disiapkan setiap pengusaha yang menjalankan usaha perseorangan yang dijalankan oleh mereka sendiri adalah Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), sejalan dengan UU nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Jika kamu tidak memiliki SIUP, kamu dipidana selama 4 tahun atau harus membayar Rp 10 miliar. Pasti kamu mau kedua hal ini terjadi terhadap usaha toko kelontong kamu. Beberapa berkas juga penting untuk Anda siapkan sebelum membangun bisnis warung sembako, seperti Perjanjian Sewa Menyewa, Izin Mendirikan Bangunan, Tanda Daftar Perusahaan (TDP), dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Untuk cara membuat izin usaha kamu bisa membaca artikel yang telah dibuat ALAMI sebelumnya yang berjudul “Begini Cara Membuat Izin Usaha Online, Bebas Antre Sehari Jadi!

7. Pentingkan Kepuasan Pelanggan

Setelah usaha toko kelontong jadi dan buka, maka kepuasan pelanggan adalah sangat penting. Membuka usaha toko kelontong menjual berbagai kebutuhan masyarakat dan orang-orang di sekitar tempat tinggal kamu. Oleh karena itu dengan usaha toko kelontong milikmu akan mempermudah masyarakat mendapatkan kebutuhannya. 

Service atau pelayanan sangatlah penting untuk menciptakan reputasi yang baik bagi toko kelontong Anda. Tentunya juga dapat menambah potential customers untuk berbelanja di tempat kamu.

Mengaplikasikan 5S (Senyum Salam Sapa Sopan Santun) setiap kali kamu menyapa pembeli, selalu menyiapkan uang kembalian, sampai mengucapkan terima kasih dengan memberikan senyuman yang tulus akan sangat berpengaruh terhadap kepuasan dari pembeli.

Daftar Barang yang Bisa Dijual di Toko Kelontong

  1. Sembako
    Sembilan bahan pokok menjadi barang yang paling dicari oleh orang-orang dan wajib menjadi barang yang kamu jual di toko kelontong. Selain mudah didapatkan, sembako termasuk ke dalam kategori fast moving karena pasti dikonsumsi oleh orang-orang setiap harinya. Barang-barang yang termasuk ke dalam sembako antara lain adalah beras, minyak goreng, gula, telur ayam, daging, dan sayuran.
tips membuka usaha toko kelontong
Sembako
  1. Perlengkapan Mandi dan Mencuci
    Mandi dan mencuci pakaian menjadi hal yang rutin dilakukan oleh orang-orang. Untuk bisa melakukan aktivitas tersebut tentunya diperlukan barang-barang seperti sabun mandi, sampo, pasta gigi, sampai sabun cuci. Hal yang perlu kamu lakukan adalah sediakan barang-barang tersebut dengan variasi merek yang berbeda karena setiap orang pasti memiliki pilihan masing-masing soal merek ini.
Perlengkapan Mandi dan Cuci
  1. Minuman
    Minuman di sini bisa berupa produk jadi ataupun minuman cepat saji. Produk jadi antara lain adalah air mineral, minuman berasa, sampai minuman bersoda. Sementara itu, minuman cepat saji adalah kopi sachet, teh seduh, sampai susu kental manis atau bubuk. Selain kemasan kecil, kamu juga bisa menyediakan galon air mineral agar orang-orang yang membutuhkannya tidak perlu mencari di lokasi yang jauh dari rumahnya. Pastikan juga tanggal kadaluarsa dari minuman kemasan yang dijual, segera sisihkan jika sudah melewati tanggal kadaluarsanya.
Minuman yang bisa dijual di toko kelontong
  1. Makanan ringan
    Selain minuman, tentu saja kamu bisa menjual makanan ringan sebagai pelengkap. Target pasar dari makanan ringan ini adalah anak-anak karena mereka doyan ngemil. Kamu bisa sediakan makanan ringan dari yang rasanya asin sampai yang manis. Sama seperti minuman, perhatikan juga tanggal kadaluarsa dari makanan-makanan ini ya.
tips membuat toko kelontong
Makanan Ringan
  1. Obat-obatan
    Barang lainnya yang bisa kamu sediakan di toko adalah obat-obatan. Obat-obatan di sini tentunya berbeda dengan yang di apotek karena hanya tergolong obat-obatan ringan. Misalnya seperti obat luka, minyak kayu putih, minyak angin, obat batuk, obat sakit kepala, koyo, bedak dan yang lainnya. Pastikan kamu menjual obat-obatan yang memang bisa diperjualbelikan secara bebas ya.
  2. Perlengkapan rumah tangga
    Setiap rumah pastinya harus tersedia selalu perlengkapan seperti sapu ijuk, kain pel, ember, busa cuci dan yang lainnya. Toko kelontong juga wajib menyediakan peralatan rumah tangga seperti ini, agar orang-orang di sekitar kamu tak perlu jauh jauh pergi ke supermarket.
Peralatan Rumah Tangga
  1. Bahan-bahan memasak
    Bahan-bahan memasak seperti kecap, penyedap rasa, atau bumbu-bumbu lainnya merupakan barang yang sering dicari khususnya bagi ibu rumah tangga.
Bumbu Dapur
  1. Gas elpiji
    Selain bahan-bahan memasak, perlengkapan dapur lainnya tidak boleh habis dan sangat dipelukan adalah gas elpiji. Kamu bisa menyediakan layanan gas elpiji ini sekaligus menyediakan layanan pengantaran agar memudahkan pelanggan dalam membelinya.
Gas Elpiji
  1. Perlengkapan tulis menulis
    Perlengkapan tulis menulis seperti pensil, pulpen, kertas dan yang lainnya juga bisa kamu sediakan di toko. Barang-barang seperti ini tak hanya dibutuhkan oleh anak-anak yang sedang sekolah saja, tapi bisa saja dibutuhkan mereka yang sudah dewasa untuk urusan pekerjaan mereka. Selain itu, kamu juga bisa menyediakan materai untuk langkah selanjutnya.
Alat Tulis

Hal yang perlu kamu ingat adalah, kebutuhan orang-orang pasti akan selalu ada dan berkembang. Kamu hanya perlu jeli melihat peluang ini dan terus melakukan survei barang-barang apa saja yang diperlukan oleh mereka.

Itulah 7 tips untuk membuka usaha toko kelontong. Jika kamu tertarik untuk membuka usaha toko kelontong saat ini maka segerakanlah. Sebab berbisnis itu jangan hanya dipikirkan tapi segera dikerjakan. Nah, jangan lupa keuntungan dari usaha toko kelontong kamu untuk ditabung sebagai persiapan di masa depan. 

Selain itu untu persiapan masa depan keuanganmu, kamu bisa mengamankan sekaligus mengembangkan dana dan asetmu di platform P2P Funding Syariah dari ALAMI. Dapatkan ujrah atau imbal hasil setara dengan 14% hingga 16% pa. Unduh aplikasinya di

ALAMI P2P Funding Syariah
ALAMI P2P Funding Syariah

Adhi Muhammad Daryono

Content Specialist at ALAMI

Hard work, patience and pray, no hustle culture. Learners of all things, open to new insights

Hard work, patience and pray, no hustle culture. Learners of all things, open to new insights

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments