Startup
published 05/10/2021 - 6 Min Read

Startup, Bisnis yang Digeluti Milenial

Dalam satu dekade terakhir ini di Indonesia banyak bermunculan perusahaan rintisan atau lebih dikenal sebagai Startup. Apa itu Startup? Startup adalah perusahaan rintisan yang sedang dalam tahap pengembangan. Baik pengembangan dalam produk, pelayanan, pangsa pasar, model bisnis, dll. Perusahaan Startup berkembang dan digeluti oleh kalangan milenial yang sudah sangat melek teknologi. Sebab, dalam perjalanannya startup berkembang dengan teknologi yang dihasilkannya untuk menjalankan bisnisnya. 

Startup diibaratkan perusahaan yang masih remaja, masih banyak perubahan dan masih dalam tahap pendewasaan. Jika startup sudah dewasa, maka dapat dianggap sebagai perusahaan yang sesungguhnya. Pada awal perjalanannya, Startup muncul sebagai perusahaan problem solving atau perusahaan yang berusaha memutus kesulitan yang selama ini dihadapi oleh masyarakat. 

Dikutip dari forbes.com, Startup didirikan untuk mengembangkan produk atau layanan yang unik, membawanya ke pasaran dan membuat produk yang tak tergantikan bagi pelanggan. Startup bekerja dan berinovasi, mengatasi kekurangan produk yang telah ada sebelumnya atau menciptakan barang dan jasa yang sama sekali baru. 

Secara pekerjaan, Startup hampir sama dengan perusahaan konvensional lainnya. Sekelompok pekerja bekerja bersama, membuat sebuah produk yang nantinya menjadi bahan konsumsi pelanggan. Hanya saja yang membedakan perusahaan Startup dengan bisnis konvensional lainnya adalah cara menjalankan perusahaannya.

Cara kerja perusahaan konvensional cenderung menduplikasi pekerjaannya sebelumnya dalam membuat sebuah produk. Sementara bagi startup bertujuan untuk berinovasi dan membuat template produk yang baru dan berbeda dari sebelumnya. 

Perbedaan Startup dengan Perusahaan Konvensional

Baik Startup maupun perusahaan konvensional sebenarnya tidak ada perbedaan jika dilihat dari aspek hukum. Sebab, baik perusahaan Startup dan perusahaan konvensional adalah berbadan hukum. 

Berikut ini beberapa perbedaan mencolok antara Startup dengan perusahaan konvensional. 

Tujuan Keuntungan

Pertumbuhan perusahaan adalah tujuan utama dari Startup meski perusahaan harus terus “membakar uang” di periode awal. Perusahaan konvensional lazimnya berdiri untuk sesegera mungkin fokus bisa mendapatkan profit. Tujuannya untuk memberikan keuntungan kepada pemiliknya. 

Pendanaan 

Founder Startup relatif hanya mengeluarkan dana saat merintis bisnis dengan harapan ada investor yang datang untuk memberikan dana segar. Founder Starup butuh kepercayaan dari investor agar bisa menerima kucuran dana segar sebagai modal perusahaan. 

Sedangkan perusahaan konvensional pendanaannya berasal dari satu atau lebih pemilik perusahaan, di mana pendanaan juga bisa berasal dari hasil profit yang diputar kembali.

Struktur Organisasi 

Operasional perusahaan startup cenderung ditentukan sepenuhnya oleh founder atau manajemen perusahaan. Sementara investor tak banyak mencampuri bisnis startup. Investor biasanya hanya terlibat pada keputusan-keputusan strategis. Sementara, dalam perusahaan konvensional, jalannya perusahaan sangat dipengaruhi oleh kehendak pemilik perusahaan, entah secara langsung atau tidak langsung. Bahkan banyak perusahaan yang pemiliknya masuk dalam manajemen perusahaan. 

Startup Gunakan Teknologi Sebagai Problem Solving

Startup hadir membawa solusi bagi setiap permasalahan yang selama ini timbul di masyarakat. 

Solusi yang dibawa oleh startup tidak sekadar menyelesaikan satu masalah utama saja. Melainkan juga memberikan solusi ke masalah-masalah spesifik lainnya yang bersangkutan dengan masalah utama. Semua solusi ini dikerjakan baik melalui teknologi yang diciptakan oleh perusahaan Startup itu sendiri.

Contohnya, ecommerce di Indonesia yang jadi salah satu bukti pemecahan masalah terbatasnya produk jual-beli secara offline. Solusinya adalah dengan mempertemukan penjual dan pembeli di lapak online. 

Namun solusinya tidak berhenti sampai di sana. Untuk dapat bertahan setiap ecommerce selalu memberikan solusi lainnya kepada konsumen. Misalnya seperti gratis ongkir, tampilan yang user friendly, keamanan data, dan sebagainya. Meski tidak berhubungan dengan masalah utama, hal-hal tersebut sangat penting dan berpengaruh pada kelangsungan bisnis.

Bagaimana Startup Mendapatkan Dana?

Perusahaan Startup umumnya mengumpulkan uang melalui beberapa putaran pendanaan:

  • Bootstrap

Langkah ini dilakukan oleh founder atau pendiri, teman dan keluarga berinvestasi untuk membangun bisnis atau perusahaan

  • Pendanaan Awal Investor

Setelah itu muncul pendanaan awal dari investor yang berasal dari individu atau kumpulan individu yang memiliki dana berlebih untuk membangun perusahaan di tahap awal.

  • Perputaran Pendanaan

Selanjutnya, ada putaran pendanaan Seri A, B, C dan D, yang sebagian besar dipimpin oleh perusahaan modal ventura, yang menginvestasikan puluhan hingga ratusan juta dolar ke dalam perusahaan.

  • Menjadi Perusahaan Publik

Sebuah startup dapat memutuskan untuk menjadi perusahaan publik dan membuka diri terhadap uang luar melalui IPO (initial public offering), akuisisi oleh perusahaan akuisis, atau pencatatan langsung di bursa saham. Siapa pun dapat berinvestasi di perusahaan publik, dan pendiri startup serta pendukung awal dapat menjual saham mereka untuk mewujudkan pengembalian investasi yang besar. Di Indonesia saat ini sudah ada beberapa perusahan Startup yang sudah menjadi perusahaan publik atau dicatatkan di lantai bursa, seperti Bukalapak, atau Gojek dan Tokopedia (GoTo) yang masih dalam tahap rencana. 

Daftar Startup di Indonesia 

Menurut data dari Startup Ranking, Indonesia menempati urutan kelima sebagai negara dengan Startup terbanyak di dunia, dengan jumlah 2.293 Startup. Meski dalam perjalanannya, banyak perusahaan rintisan yang bertahan dan berkembang menjadi perusahaan decacorn, ada pula yang gulung tikar di tengah jalan. 

Sebagaimana kita ketahui, di Indonesia sudah ada perusahaan Startup yang menjadi raksasa unicorn atau decacorn, dengan nilai valuasi perusahaan Rp 140 triliun. Seperti Gojek, Tokopedia, Bukalapak, Traveloka dl. Bahkan beberapa di antara perusahaan startup tersebut sudah ada yang Go Public atau melantai di bursa saham. 

Di luar startup yang telah membesar menjadi unicorn atau decacorn, di Indonesia tak sedikit Startup yang bermunculan dengan kisah suksesnya masing-masing dengan fokus bidang usahanya. 

eCommerce

  • Bukalapak

Startup di bidang platform jual beli online. Mempertemukan pedagang dan pembeli secara online. Membantu para UMKM mempromosikan dan menjual barang dagangannya secara online. Saat ini, valuasi pasar Bukalapak tercatat mencapai 7,6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 110,2 triliun dan sudah mencatatkan namanya di Bursa Efek Indonesia. Bukalapak juga telah bekerjasama dengan ALAMI dalam pembiayaan Syariah dalam sektor e-procrutment. (baca: ALAMI dan Lini Bisnis Bukalapak Kerja Sama Salurkan Pendanaan Syariah)

  • Tokopedia

Sama seperti Bukakapa, Tokopedia adalah platform jual beli secara online yang mempertemukan penjual dan pembeli. Setelah bergabung bersama Gojek dalam GoTo nilai valuasi Tokopedia berkontribusi Rp 314 Triliun (kompas.com).

  • Bhinneka 

Bhinneka bisa dibilang startup e-commerce pertama di Indonesia. Startup ini lahir di tahun 1993 dengan fokus menjual barang-barang elektronik berupa mesin pencetak dan komputer secara offline.

Transportasi, Perjalanan dan Akomodasi

  • Gojek

Perusahaan startup di Indonesia yang didirikan pada tahun 2010 ini kini melejit pesat kepopulerannya di Indonesia. Gojek telah dikenal baik oleh masyarakat dan digunakan sehari-hari oleh berbagai macam kalangan. Gojek merupakan perusahaan rintisan milik Nadiem Makarim yang kini menjabat sebagai menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Setelah Gojek pun merambah ke sektor usaha lainnya tak hanya transportasi on demand saja. Dan yang terbaru, Gojek bergabung bersama Tokopedia dalam GoTo dan sedang dalam perencanaan untuk melantai di bursa. 

  • Traveloka

Traveloka merupakan startup yang memberikan layanan lengkap meliputi pemesanan tiket pesawat, booking hotel secara daring dan layanan lainnya yang terkait perjalanan dan akomodasi. Startup ini didirikan pada tahun 2012 dan sudah beroperasi secara aktif di hampir semua wilayah di Indonesia.

  • Tiket.com

Startup transportasi berikutnya adalah Tiket.com. Sama seperti Tiket.com menawarkan fasilitas untuk pemesanan tiket pesawat, tiket kereta api, tiket konser, tiket atraksi, penyewaan mobil sampai pada pemesanan hotel di seluruh wilayah di Indonesia.

  • Mamikos

Aplikasi yang satu ini menjadi favorit para mahasiswa dan juga perantau dari berbagai daerah. Mamikos menyediakan informasi terkait kost-kostan terdekat dengan range harga dan fasilitas di dalam kosan tersebut. Aplikasi ini menjadi aplikasi pencari kost nomor 1 di Indonesia.

Pendidikan

Ada juga perusahaan startup di bidang pendidikan yang memberikan solusi pembelajaran atau pelatihan secara online. 

  • Ruangguru

 Perusahaan ini mengembangkan startup yang diberi nama Ruangguru yang didirikan pada tahun 2014 sebagai solusi untuk menjawab permasalahan pendidikan di Indonesia.

  • Zenius

PT Zenius Education yang mengembangkan startup Zenius pada tahun 2007. Zenius telah sukses mengantarkan banyak siswa-siswi meraih nilai yang memuaskan di sekolah dan di seleksi masuk perguruan tinggi. Platform yang satu ini menyediakan akses untuk  belajar online dengan harga yang terjangkau.

Kesehatan

  • Halodoc

Halodoc merupakan aplikasi digital yang menyediakan informasi seputar kesehatan. Halodoc juga merupakan platform telemedicine yang mempertemukan pasien dan dokter, di mana pasien bisa berkonsultasi mengenai kesehatannya ke dokter tanpa harsu bertatap muka. 

Keuangan

Industri keuangan tak kalah dengan sektor- sektor lainnya yang disentuh oleh olesan Startup. Di Indonesia banyak sekali Startup keuangan yang muncul. Bahkan platform yang disediakan dari startup keuangan mempermudah masyarakat yang selama ini belum tersentuh dengan akses bank. Seperti ALAMI, platform peer to peer lending syariah yang memberi kemudahan bagi UMKM mendapatkan permodalan kerja serta usahanya. ALAMI juga merupakan platform keuangan yang mempertemukan UMKM sebagai calon penerima pendanaan dengan para funders yang ingin mengembangkan keuangannya lebih baik lagi. 

Nah, tertarik untuk mengembangkan keuangmu? Ayo segera download aplikasi ALAMI di Playstore dan Appstore. Ikuti pendanaan di ALAMI dan dapatkan ujrah atau imbal hasil setara dengan 14-16 % pa. 

Adhi Muhammad Daryono

Content Specialist at ALAMI

Hard work, patience and pray, no hustle culture. Learners of all things, open to new insights

Hard work, patience and pray, no hustle culture. Learners of all things, open to new insights

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments