superhero muslim
published 13/05/2022 - 5 Min Read

Fakta Menarik Superhero Muslim Ms. Marvel dan 5 Karakter Lainnya dari Komik DC dan Marvel

Bagi penggemar film atau komik superhero sudah sudah tidak asing lagi dengan nama-nama pahlawan super seperti Superman, Batman, Ironman, Spiderman, Justice League hingga Avengers. Nama-nama superhero tersebut berasal dua perusahaan komik terbesar dan terkenal dari Amerika Serikat, yakni DC dan Marvel. 

Superhero-superhero tersebut diceritakan dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda. Bahkan, tidak banyak orang yang mengetahui ternyata ada juga superhero dengan latar belakang sebagai dari keluarga muslim. Baik superhero dari DC atau Marvel, keduanya membuat karakter-karakter superhero dengan latar belakang sebagai seorang muslim. 

Salah satu karakter superhero muslim yang saat ini sedang akan naik daun adalah Ms. Marvel. Karakter Ms. Marvel atau Kamala Khan adalah superhero yang berlatar belakang sebagai seorang Muslim. Serialnya sebentar lagi akan tayang di salah satu layanan streaming online di bulan Juni 2022.

Karakter Ms. Marvel diperkenalkan pada 2013 sebagai superhero muslim Amerika pertama. Pada 2015, seniman jalanan di San Francisco menggunakan Kamala Khan sebagai simbol penentangan terhadap Inisiatif Pertahanan Kemerdekaan Amerika yang anti-Islam. Pada 2016, Presiden Barack Obama menyebut Ms. Marvel saat bertemu salah satu penciptanya, Sana Amanat.

Sinopsis Ms. Marvel

Ms. Marvel/Marvel.com

Ms. Marvel  yang diperankan oleh Iman Vellani, berkisah tentang seorang remaja perempuan bernama asli Kamala Khan. Kamala Khan merupakan seorang seniman remaja fan berat salah satu anggota dari superhero Avengers, terutama Captain Marvel atau Carol Danvers, yang selalu berjuang untuk beradaptasi sampai bisa mendapatkan kekuatannya sendiri.

Sebetulnya, Kamala Khan adalah seorang murid yang biasa yang mengalami perundungan di kelasnya. Akan tetapi, ia memiliki satu orang sahabat yang bernama Bruno Carrelli (Matt Lintz).

Ia juga sering merenung dan berimajinasi bahwa ia dapat menjadi seorang superhero dan ingin berkencan dengan pria yang tampan. Ternyata, Kamala memiliki kekuatan yang tidak kalah dari superhero lainnya.

Seperti yang diceritakan di komik, Kamala memiliki kemampuan yang mirip dengan superhero Ant-Man yang dapat mengubah ukuran tubuhnya. Kamala juga isa mengubah ukuran satu bagian tubuh seperti mengepalkan tangannya menjadi besar.

Akan tetapi, yang dimunculkan di trailer Ms. Marvel Kamala justru memiliki kemampuan yang berbeda. Ia memiliki kemampuan yang mirip dengan Doctor Strange yang dapat memanipulasi energi menjadi suatu ledakan.

Meski demikian, ternyata Kamala baru menyadari bahwa menjadi seorang superhero ternyata tidak semudah seperti yang ia bayangkan, termasuk soal kemampuan mengendalikan kekuatan. 

Superhero Muslim dari DC dan Marvel

Selain Ms. Marvel ternyata banyak juga karakter superhero muslim dari komik DC dan juga Marvel. Siapa sajakah mereka?

  1. Dr Faiza Hussain atau Excalibur
superhero muslim
dr Faiza Hussain (Excalibur)/marvel.fandom.com

Karakter Dr Faiza Hussain atau Excalibur merupakan karakter superhero muslim dari komik Marvel. Karakter Dr Faiza adalah seorang dokter yang mendapatkan kemampuan mengendalikan organisme hidup setelah dihantam senjata laser Skrull. Dia kali pertama muncul di komik Captain Brian and MI:13. 

Penulis serial ini menyebut kekuatannya sebagai membuka tubuh dan memilahnya hingga level subatomik dengan aman. Ini berguna baginya sebagai seorang dokter dan superhero. Dia menjadi pemegang pedang legendaris, Excalibur, dan menggunakannya untuk melawan vampire setelah menjadi anggota MI:13. 

  1. Bilal Asselah alias Nighturner
superhero muslim
Bilal Asselah/dc.fandom.com

Karakter ini merupakan superhero muslim dari komik DC. Diceritakan dalam komiknya ia berpartner dengan Dick Grayson (Robin) dan menjadi perwakilan Batman Incorporated di Perancis. Dia mendapatkan apartemen penthouse lengkap dengan markas rahasia dan perlengkapan pembasmi kejahatan dari Bruce Wayne (Batman). Dia juga menerima pelatihan khusus dari Dick.

  1. Josiah Al Hajj Saddiq
Josiah Al Hajj Saddiq/marvel.fandom.com

Josiah adalah produk serum tentara super di komik Marvel. Dia merupakan anak kandung Isaiah Bradley, Captain America kulit hitam pertama, dan istrinya, Faith. Anak itu yang menjalani rekayasa genetika dan dikandung  oleh seorang perempuan bernama Sarah Gail. 

Diceritakan dalam komik Josiah X ditinggalkan Sarah di sebuah kereta. Dia kemudian tumbuh di sebuah panti asuhan Katolik di Boston. Ketika masih remaja, Josiah X masuk angkatan darat Amerika Serikat (AS) dan pergi bertempur di perang Vietnam. Setelah diusir dari rumah keluarga Bradley, Josiah menjadi tentara bayaran. Namun, dia kemudian menemukan Islam dan memahami tujuan di dalamnya. Dia menjadi mualaf dan melaksanakan ibadah haji. Dia kemudian membuka masjid di Little Mogadishu.

  1. Sooraya Qadir alias Dust
Sooraya Qadir/marvel.fandom.com

Sooraya adalah mutan anggota X-Men yang lahir di Afghanistan. Dia tahu kalau dia punya kekuatan berubah menjadi zat seperti pasir setelah menyerang seorang penjual budak yang berusaha melepas niqabnya. Dia kemudian dibawa ke markas X-Corps di India, di mana dia awalnya berubah menjadi pasir untuk bersembunyi dari X-Men yang bertugas di sana. Jean Grey menemukannya dan meyakinkannya agar mengungkap siapa dirinya.

Ketika Sooraya berubah, dia mengumumkan dirinya dengan kata Turaab yang berarti pasir / tanah dalam bahasa Arab. Kata itu pun terpatri sekian lama dan anggota timnya memanggilnya sebagai Dust. Sooraya menjadi anggota berbagai tim X-Men, termasuk Hellion Squad dan Young X-Men. Sooraya memilih mengenakan busana tradisional muslimnya, yang lengkap dengan abaya dan niqab. Meski itu menyebabkan friksi di antara X-men dan musuhnya, keyakinannya membuatnya bertahan di pertarungan keras.

  1. Simon Baz Green Lantern Corps
Simon Baz/dc.fandom.marv

Simon Baz adalah karakter superhero muslim keturunan Lebanon-Amerika yang menjadi anggota di Green Lantern Corps. Ketika tumbuh dewasa, Baz dipersekusi karena etnisnya setelah serangan 11 September 2001. Dia terpilih menjadi seorang Green Lantern setelah berusaha menyelamatkan nyawa dengan mengendarai sebuah mobil curian ke pabrik mobil yang terlantar setelah menemukan kalau tempat itu dipenuhi bahan peledak. 

Sejak saat itu, dia telah membantu mengalahkan Third Army dan First Lantern. setelah menjadi anggota Justice League, dakwaan kriminalnya dicabut dan dia dinyatakan tidak bersalah secara umum. Dia tampil di komik Green Lantern dan muncul bersama Jessica Cruz sebagai bagian dari latihan mereka.

Menjadi Superhero Keuangan untuk Keluarga dan Masa Depan

Membaca mengenai sejumlah superhero muslim di atas adakah yang terinspirasi untuk menjadi superhero di dunia nyata? Kita bisa memulainya dengan menjadi superhero keuangan, untuk menyelamatkan aset dan keuangan kita di masa depan beserta keluarga. 

Seperti superhero pada umumnya yang melakukan pengorbanan dari segi waktu, tenaga dan pikiran, menjadi superhero keuangan untuk masa depan dan keluarga pun demikian. Menyisihkan waktu, tenaga, pikiran dan juga penghasilan kita untuk menjaga kestabilan keuangan di masa depan. Salah satu pengorbanan yang dilakukan paling umum untuk menjadi superhero keuangan adalah menabung atau berinvestasi mengamankan aset-aset kita untuk masa depan. 

Menjadi superhero keuangan juga harus pintar-pintar untuk memilih tempat menabung atau investasi yang sesuai dengan profil risiko keuangan masing-masing. Cari platform investasi atau menabung yang sekiranya tidak memiliki risiko yang sangat berat, tetapi memiliki return atau imbal hasil yang tak sedikit juga. Salah satu jawabannya adalah mengembangkan uang dan aset di platform peer to peer (P2P) funding syariah dari ALAMI. 

Dapatkan ujrah atau imbal hasil setara dengan 14-16% pa dengan mengikuti pendanaan di ALAMI untuk UMKM yang sedang membutuhkan pendanaan. Ikuti pendanaannya di aplikasi ALAMI yang bisa didownload di

ALAMI P2P Funding Syariah

Adhi Muhammad Daryono

Content Specialist at ALAMI

Hard work, patience and pray, no hustle culture. Learners of all things, open to new insights

Hard work, patience and pray, no hustle culture. Learners of all things, open to new insights

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments