ibadah pendukung puasa arafah
published 28/06/2022 - 4 Min Read

6 Ibadah Pendukung Puasa Arafah di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Bagi umat muslim, bulan Dzulhijjah adalah bulan yang sangat penting dan ditunggu-tunggu. Di bulan kedua belas atau bulan terakhir di kalender Islam ini, ada banyak kesempatan untuk mendapatkan pahala lebih, salah satunya adalah dengan melakukan puasa Arafah. Puasa ini dilakukan bertepatan dengan dilangsungkannya puncak ibadah haji di tanah suci. Menyambut bulan ini, penting untuk membuat rencana terbaik agar ibadah dapat dimaksimalkan, khususnya di hari puasa Arafah yang begitu spesial. Ternyata, selain berpuasa di hari Arafah itu sendiri, ada banyak ibadah pendukung yang bisa membuat waktu di bulan Dzulhijjah menjadi lebih berkah dan bermakna.

10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

10 hari pertama bulan Dzulhijjah termasuk hari-hari terpenting di bulan terakhir tahun Islam.

Melalui sebuah hadis, Rasulullah ﷺ pun bersabda:

وروى الإمام أحمد رحمه الله عن ابن عمر رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ما من أيام أعظم ولا احب إلى الله العمل فيهن من هذه الأيام العشر فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد

Artinya:

“Imam Ahmad, rahimahullah, meriwayatkan dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid”.

Melansir Yaqeen Institute, salah satu pentingnya 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini adalah kesempatan untuk memohon ampun, mendekatkan diri pada Allah, dan memaksimalkan ibadah lebih dari waktu-waktu lainnya.

Setelah melalui 10 hari penuh pahala ini, kita akan tiba di hari Iduladha untuk berkurban.

Ngomong-ngomong soal kurban, yuk, #MaknaiLebih kurbanmu tahun ini!

Jadikan ibadahmu lebih bermanfaat dengan membantu daerah lain yang kekurangan daging kurban bersama ALAMI.

Klik banner di bawah ini untuk informasi selengkapnya, ya!

Keistimewaan Puasa Arafah

Puasa Arafah menjadi ibadah yang sayang jika dilewatkan di bulan Dzulhijjah. Meskipun hukumnya sunah, puasa ini memberikan pahala yang sangat besar bagi yang menjalankannya. Tak hanya diampuni dosa setahun sebelumnya, Allah juga akan mengampuni dosa kita di satu tahun mendatang. Bagi yang belum dapat berangkat haji, tentu pahala besar ini sangat didambakan, bukan?

Untuk selengkapnya tentang puasa Arafah dan tata cara melaksanakannya, simak penjelasannya di sini.

Amalan Pendukung Puasa Arafah

Berdasarkan ayat Alquran dan hadis yang sudah disebutkan, sangat disarankan untuk memperbanyak ibadah-ibadah tertentu di hari-hari pertama bulan Dzulhijjah hingga sampai ke waktu puasa Arafah ketika jemaah haji memulai wukufnya. Apa sajakah itu?

1. Zikir

Tahlil, takbir, dan tahmid yang disebutkan dalam hadis adalah ucapan yang dapat dilantunkan dalam zikir. 

Tahlil yang berbunyi لَا إِلَٰهَ إِلَّا (lā ilāha illā -llāh) berarti tiada Tuhan selain Allah. Kalimat ini diucapkan untuk menyatakan keesaan Allah. 

Lalu, bacaan zikir selanjutnya adalah takbir dengan lafaz ٱللَّٰهُ أَكْبَرُ (Allahu akbar) yang berarti Allah maha besar. Seruan ini diucapkan untuk memuliakan Allah. 

Terakhir, ada kalimat اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn) yang artinya segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam sebagai bentuk pujian bagi pencipta kita.

Ada pula lafal takbir hari raya yang menyatukan semuanya menjadi satu kalimat, yaitu:

الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله والله أكبر الله أكبر ولله الحمد

(Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu)

Artinya:

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah”.

2. Puasa

Disunahkan untuk puasa di 9 hari pertama bulan Dzulhijjah, khususnya di tanggal 9 yang bertepatan dengan hari Arafah, tepat sebelum Iduladha.

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ

Sedangkan puasa pada hari Arafah, aku memohon pula kepada Allah, agar puasa itu bisa menghapus dosa setahun penuh sebelumnya dan setahun sesudahnya. (HR. Muslim)

3. Sedekah

Sedekah bukan hanya utama dilakukan di 10 malam terakhir Ramadan, tetapi juga di 10 hari pertama Dzulhijjah. Ibadah ini cenderung mudah dilakukan, bahkan sambil menahan lapar dan dahaga saat puasa Arafah sekalipun.

Selain bersedekah secara langsung pada yang membutuhkan, kamu juga bisa menggunakan uangmu di jalan yang menguntungkan serta bermanfaat secara Islami lewat ALAMI.

Dengan mengalokasikan uangmu untuk pembiayaan, kamu dapat membantu perkembangan UMKM dan sektor perekonomian dengan cakupan yang luas. Tentunya, ada pula ujrah atau imbal hasil yang bisa didapatkan, yaitu hingga 16% p.a.

Untuk informasi selengkapnya, yuk, download aplikasinya terlebih dahulu dengan klik tombol di bawah ini sesuai dengan OS smartphone-mu!

ALAMI P2P Funding Syariah
ALAMI P2P Funding Syariah

4. Membaca Alquran

Tentu saja, memperbanyak membaca Alquran adalah ibadah yang tidak boleh dilupakan. Dari hari pertama hingga waktunya puasa Arafah, kita bisa mendapatkan pahala yang berlipat ganda dengan tambahan ibadah yang satu ini.

5. Tahajud

Melaksanakan tahajud di 10 malam pertama bulan Dzulhijjah adalah ibadah yang sayang jika dilewatkan.

Dalam Alquran, Allah berfirman di surat Al-Fajr ayat 1-2 yang berbunyi:

وَالْفَجْرِ . وَلَيَالٍ عَشْرٍ

Artinya:

“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.”

Rasulullah ﷺ pun menambahkan sesuai dengan hadis yang berbunyi:

إن العشر عشر الأضحى، والوتر يوم عرفة، والشفع يوم النحر

“Sesungguhnya yang dimaksud dengan 10 itu adalah 10 bulan Al Adh-ha (bulan Dzulhijjah –pen), dan yang dimaksud dengan “ganjil” adalah hari Arafah, dan yang dimaksud dengan “genap” adalah hari raya Idul Adh-ha. (HR. Ahmad, An-Nasaa’i, Al-Haakim)

Ini berarti, 10 malam pertama di bulan Dzulhijjah adalah waktu-waktu yang sangat spesial. Oleh karena itu, manfaatkanlah kesempatan ini dengan beribadah tahajud untuk memaksimalkan pahalamu.

6. Bertaubat

Sambil puasa Arafah dan ibadah-ibadah lainnya, sempatkan juga untuk memperbanyak refleksi diri dan bertaubat. Tak lupa, perbanyak juga doa. Mengutip Studio Arabiya Institute, hari Arafah adalah hari yang mustajab untuk berdoa.

Bulan haji adalah bulan khusus yang penuh pengampunan serta berkah. Oleh karena itu, yuk, bersungguh-sungguh dalam mencari ridha-Nya dengan segala cara yang positif.

Nah, itu dia penjelasan tentang 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, keutamaan puasa Arafah yang penuh berkah, dan ibadah-ibadah yang bisa melipatgandakan pahalamu sebelum menyambut hari besar Iduladha.

Semoga dapat menumbuhkan semangatmu untuk beribadah lebih lagi, ya!

Nadiyah Rahmalia

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments