cappadocia
published 03/01/2022 - 4 Min Read

It’s My Dream! Ini Dia Wisata Cappadocia, dari Sejarah hingga Biaya

Nama Cappadocia baru-baru ini sempat menjadi buah bibir netizen di media sosial. Cappadocia adalah tempat tujuan wisata impian Kinan, karakter dalam web series yang sedang viral, Layangan Putus. “Cappadocia it’s my dream not hers!” Ucapan Kinan tersebut kini menjadi trending di media sosial. Dari serial tersebut, netizen di media sosial penasaran dengan Cappadocia. 

Di mana sih Cappadocia? Apa saja objek wisata yang ada di sana?  Di sini kita akan mengulasnya. 

Sejarah Cappadocia

Cappadocia adalah sebuah daerah yang menjadi tujuan wisata yang berada di wilayah Anatolia, Turki. Mengutip dari Daily Sabah, wilayah Cappadocia merupakan daratan atau lanskap berupa gunung-gunung batu yang berawal dari letusan gunung berapi Erciyes dan Hasan. 

Gunung-gunung batu ini memiliki keunikan tersendiri karena terdapat lubang-lubang yang menyerupai ‘cerobong peri’. Saat gunung berapi meletus dan menyebarkan abunya ke seluruh wilayah ini, abunya berubah menjadi batuan lunak yang memadat dan menjadi setebal puluhan meter. Dari batuan lunak yang dikenal sebagai tuf, angin dan hujan selama jutaan tahun membentuk formasi batuan yang selalu indah di Cappadocia.

Sejak era Paleolitikum, Cappadocia telah menjadi daerah yang populer bagi para pemukim karena fitur keamanan geologisnya yang menjaga peradaban terlindungi dari kekuatan luar. Daerah ini menjadi saksi awal sejarah budaya Anatolia. 

Wilayah Cappadocia merupakan menjadi pemukiman orang-orang Kristen awal di era Romawi. 

Satu kelompok tiba di Cappadocia dari Yerusalem melalui Antakya dan Kayseri di abad kedua. Kelompok tersebut kemudian menetap di daerah yang sekarang disebut Derinkuyu.

Kemudian, saat imperium Bizantium berkuasa, situs batu Cappadocia juga menjadi tempat seni yang megah pada zamannya.  Seiring berjalannya waktu, kerajaan yang berkuasa di Cappadocia Turki pun berganti-ganti. Mulai dari Romawi yang berkuasa antara 17 SM dan 395 M, Kekaisaran Bizantium antara 397-1071, Kekaisaran Seljuk Tween 1071-1299, dan Kekaisaran Ottoman atau Turki Usmani dari 1299 sampai Republik Turki didirikan.

Cappadocia Menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO

Salah satu alasan mengapa banyak orang yang ingin mengunjungi Cappadocia adalah karena terdapat batuan tufa yang bisa diukir dan dipahat dengan sangat mudah. Selain itu orang-orang zaman dulu menjadikan Cappadocia ini menjadi tempat tinggal. Biasanya, pada waktu itu orang-orang lebih menyukai lereng curam dan lembah. 

Di Cappadocia  banyak sekali dekorasi yang ditemukan di dinding di dalam gua batu, yang diduga pernah menjadi gereja. Dinding-dinding tersebut adalah salah satu contoh bangunan peninggalan dari Bizantium pada periode pasca-ikonoklastik. 

Tidak hanya keindahan seni yang tak tertandingi memberikan pesona yang sangat indah di kawasan ini, tetapi sejarah dan signifikansinya memberi kita petunjuk tentang kehidupan dan ritual orang-orang yang menetap di antara cerobong peri berbentuk jamur di Cappadocia.

Pada tahun 1985, UNESCO menetapkan Taman Nasional Göreme dan Situs Batu Cappadocia dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia. Sejak itu Cappadocia telah menjadi tempat yang populer untuk pariwisata karena misteri sejarah dan daya tariknya yang sangat spesial. 

Wisata Populer di Cappadocia

Wisata paling populer dan terkenal di Cappadocia adalah Balon Udara. Untuk bisa menikmati aktivitas ini, para wisatawan bisa datang ke Goreme National Park untuk melihat pemandangan yang sangat indah.

Hot air balloon yang merupakan salah satu wisata unggulan di Cappadocia yang menawarkan melihat keindahan batuan pegunungan pada ketinggian yang mencapai 40 meter. Selain itu, menikmati matahari terbenam di Kastil Uchisar juga menjadi sasaran para pengunjung.

Kastil ini dibangun di atas batu yang menjulang tinggi 60 meter di atas pemukiman yang ada di bawahnya. Area-area di sekitar Kastil Uchisar dipenuhi dengan banyak sekali formasi batuan peri cerobong asap yang sangat populer di kota ini.

Biaya Jalan-jalan ke Cappadocia

Saat ini banyak agen travel yang menawarkan jasa wisata ke Turki, salah satunya ke Cappadocia. Dikutip dari CNBC Indonesia, biaya wisata ke Cappadocia bisa dimulai dari harga Rp 9 juta untuk wisata selama satu pekan di musim dingin. 

Harga tersebut sudah termasuk tiket PP Jakarta – Istanbul, penginapan, makan sesuai program, tiket masuk wisata, transport, pemandu wisata dan pemandu lokal.  Ada juga agen perjalanan yang menawarkan harga paket mulai Rp 12 juta untuk 10 hari wisata di Turki. 

Namun jika ingin menikmati wahana balon udara di Cappadocia, maka kamu harus merogoh kocek lebih dalam lagi, mulai dari Rp 3 jutaan per orang. Jika memang berencana menaiki balon udara, disarankan datang pada musim panas untuk mendapatkan pengalaman terbaik. 

Turki Bebas Visa

Belum lama ini, Pemerintah Turki membebaskan visa bagi wisatawan Indonesia. Sehingga dengan kebijakan ini kamu tidak perlu repot lagi untuk mengajukan permohonan visa sebelum terbang ke Turki. Dengan demikian, wisatawan hanya perlu menunjukkan bukti sudah menerima vaksin dosis lengkap dan hasil negatif COVID-19 berdasarkan pemeriksaan PCR atau Antigen di masa pandemi seperti saat ini.

Nah, kebayang kan bagaimana rasanya bisa liburan ke Cappadocia dan merasakan menaiki balon udara setinggi 40 meter? Untuk mewujudkan impianmu ke sana tentunya dibutuhkan biaya yang tak sedikit. 

Caranya gimana supaya mimpimu terwujud liburan ke Cappadocia?

Salah satunya bisa dengan mengembangkan keuanganmu di tempat yang tepat. Peer to peer lending syariah ALAMI siap membantu mewujudkan impianmu agar bisa pergi ke Cappadocia. 

Kembangkan keuanganmu di aplikasi mobile peer to peer lending syariah ALAMI. Ikuti pendanaannya di ALAMI dan dapatkan ujrah atau imbal hasil setara dengan 14% hingga 16% per tahun. Yuk, unduh aplikasinya di PlayStore atau App Store dengan klik tombol di bawah ini!

ALAMI P2P Lending Syariah
ALAMI P2P Lending Syariah

Adhi Muhammad Daryono

Content Specialist at ALAMI

Hard work, patience and pray, no hustle culture. Learners of all things, open to new insights

Hard work, patience and pray, no hustle culture. Learners of all things, open to new insights

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments