Asal Usul Ngabuburit
published 22/04/2021 - 4 Min Read

Begini Asal Mula Tradisi Ngabuburit di Indonesia

Setiap bulan Ramadan di Indonesia ada tradisi yang tak pernah terlewatkan, yaitu Ngabuburit. Ngabuburit adalah tradisi menunggu waktu buka puasa yang hanya ada di Indonesia. Tradisi ini bisa dilakukan oleh siapa saja tak mengenal batasan usia umur. Tradisi menunggu waktu buka puasa ini diisi dengan berbagai kegiatan. Mulai dari jalan-jalan di alun-alun kota, berburu takjil hingga mengikuti kultum di masjid. 

Jika disebut sebagai tradisi dari Indonesia, lalu bagaimana asal usul ngabuburit itu sendiri?

Asal Usul Ngabuburit

Jika kamu mencari kata ngabuburit di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tidak akan menemukan kata ngabuburit. Sebab, asal usul ngabuburit berasal dari kalimat bahasa Sunda yakni Ngalantung Ngadagoan Burit. Artinya bersantai sambil menunggu sore. Burit sendiri artinya adalah sore, jadi ngabuburit adalah waktu bersantai sambil menunggu sore atau tepatnya menunggu waktu buka puasa tiba. 

Meski asal usul Ngabuburit berasal dari bahasa Sunda, tapi saat ini sudah lazim digunakan oleh setiap masyarakat di Indonesia menggunakan istilah ini untuk menunggu waktu buka puasa di bulan Ramadan. Istilah ngabuburit yang berasal dari bahasa Sunda itu menyebar dan populer ke daerah lainnya di Indonesia sebelum tahun 1990-an.

Tapi ada juga istilah di beberapa daerah lainnya di Indonesia yang masih menggunakan istilah daerahnya. Misalnya malengah puaso di Sumatera Barat, yang artinya sama saja bersantai menunggu waktu buka puasa, mengalihkan rasa haus dan lapar di saat puasa. Pada umumnya, kegiatan ngabuburit ini berkisar antara jam 15.30 hingga 17.30 atau yang dikenal dengan ba’da atau selepas waktu shalat Ashar. 

Namun jika dilihat lebih dalam lagi, ternyata asal usul ngabuburit itu nggak ada kaitannya dengan puasa lho. Tradisi kumpul-kumpul sore hari di Jawa Barat pada bulan puasa yang menjadi alasan mengapa ngabuburit cukup dikenal hingga saat ini. Jadi sudah tahu kan asal usul ngabuburit dari mana!

Aktivitas Ngabuburit

Awalnya aktivitas ngabuburit selama bulan Ramadan ini diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan. Seperti pesantren kilat, tadarus mengkhatamkan Al-Qur’an, dan mengikuti kajian atau kuliah tujuh menit (kultum). Tapi, seiring perkembangan waktu, aktivitas ngabuburit kini mulai beragam, tak hanya diisi dengan kegiatan keagamaan saja. Apalagi bagi masyarakat perkotaan, tradisi ngabuburit seperti jalan – jalan di taman kota, berolahraga kecil di sekitar pusat olah raga, hingga wisata kuliner berburu takjil atau hidangan buka puasa. 

Tradisi Ngabuburit di Indonesia

Tradisi ngabuburit di saat Ramadan memang hanya ada di Indonesia. Di setiap daerah di Indonesia memiliki berbagai macam tradisi unik untuk menghabiskan waktu menunggu waktu berbuka puasa. Namun, ada yang paling umum dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Seperti contoh berikut ini. 

  1. Berburu Takjil

Berburu jajanan di pasar takjil pun menjadi aktivitas paling umum yang dilakukan sembari menanti waktu buka puasa. Tak hanya menyambangi pasar takjil, kadang kita juga kebagian rejeki dari sejumlah komunitas yang sedang bagi-bagi takjil gratis.

ilustrasi berburu takjil
  1. Menggelar Acara Buka Puasa Bersama

Begitu bulan Ramadan tiba, tiba-tiba jadwal kita penuh dengan agenda buka puasa bersama. Ada buka bersama teman-teman kantor, teman zaman kuliah, sampai buka bareng teman-teman SD. Tujuannya apa lagi kalau bukan silaturahmi alias reuni kecil-kecilan. Masjid setempat pun biasanya rutin mengadakan acara berbuka bersama atau setidaknya bagi-bagi takjil.

Ilustrasi Buka Puasa Bersama
  1. Main Petasan dan Kembang Api

Di masa kecil kamu pasti ada nih yang sering menghabiskan waktunya pada saat ngabuburit dengan menyalakan petasan dan kembang api. Biasanya acara main petasan ini disambung lagi setelah shalat tarawih. Tapi tradisi ini sebaiknya tidak dilakukan secara sembarangan, apalagi tanpa pengawasan orang dewasa. Pasalnya petasan bisa menyebabkan kecelakaan.

Ngabuburit Masa Kini

Seiring berubahnya zaman, istilah ngabuburit kini nggak cuma digunakan untuk menyebut kegiatan keagamaan sambil menunggu waktu buka puasa. Saat ini banyak kegiatan ngabuburit, berkumpul bersama teman, sahabat dan kolega untuk buka puasa bersama, main game, olahraga, berburu takjil atau menyiapkan takjil dan menu berbuka.

Perkembangan teknologi pun kini mengiringi kegiatan ngabuburit itu sendiri. Misalnya mengikuti ceramah secara online di zoom atau google meeting dan bahkan youtube. Ngabuburit sambil tadarus Al-Qur’an dilakukan tanpa harus membawa mushaf Al-Qur’an dalam bentuk fisik, melainkan cukup dengan Qur’an digital yang ada di gadget.  

Manfaatkan Fitur ALAMI App Mobile untuk Ngabuburit

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tadarus mengkhatamkan Al-Qur’an adalah salah satu kegiatan untuk menunggu berbuka puasa atau ngabuburit. Kamu bisa menggunakan fitur Qur’an digital yang ada di ALAMI App Mobile. Fitur Qur’an digital di ALAMI App Mobile lebih mudah dengan pembagian per juz. 

Sehingga kamu bisa mengkhatamkan Al-Qur’an di Ramadan kali ini satu hari satu juz. Selain itu ada juga jadwal imsakiyah dan waktu shalat. Jadi kamu tahu kapan datangnya waktu shalat.Fitur jadwal waktu shalat ini ada di paling atas, di dashboard ALAMI App Mobile. 

Yang tak kalah penting juga, ALAMI App Mobile mengajak kamu untuk mengembangkan keunganmu secara syariah di bulan Ramadan kali ini. Jadi bukan saja amalan-amalan saja yang berlipat ganda pada saat bulan Ramadan, tapi keuanganmu bisa lebih berkembang bersama ALAMI. 

Di ALAMI kamu bisa mengembangkan keuangan dan meraih pengalaman passive income melalui pendanaan syariah yang berizin dan diawasi oleh OJK, dengan TKB90 100%!  Bagi kamu yang belum mendownload ALAMI Mobile App, ayo download sekarang juga. Sekarang ALAMI Mobile App sudah hadir di  Play Store dan App Store. Install dan daftar sekarang menjadi Pendana ALAMI. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik link ini!

Adhi Muhammad Daryono

Content Specialist at ALAMI

Hard work, patience and pray, no hustle culture. Learners of all things, open to new insights

Hard work, patience and pray, no hustle culture. Learners of all things, open to new insights

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments