burn out

Hustle Culture Penyebab Burn Out?

Salah satu masalah kesehatan mental yang dihadapi para pekerja di perkotaan saat ini adalah burn out. Burn out adalah istilah yang menggambarkan kondisi seseorang di kala stres berat. Burn out bisa dipicu oleh pekerjaan yang sangat berat. Pekerjaan yang berat, menumpuk serta target yang tidak realistis bisa saja dikarenakan hustle culture. 

Hustle culture adalah sebuah gaya hidup yang mendorong seseorang untuk bekerja terus menerus, kapan pun dan di mana pun. Singkatnya, sering juga disebut ‘gila kerja’ atau workaholic. Karena tidak adanya keseimbangan dalam aspek kehidupan, seperti aspek kesehatan, pekerjaan, dan kesejahteraan mental dan emosional.

Oleh karena itu, burn out karena hustle culture tidak boleh dibiarkan terlalu lama dan berlarut-larut. Kondisis burn out seseorang harus segera diatasi dengan cara yang tepat karena hal ini akan dapat mempengaruhi kesehatan mental dan juga fisik. 

Masalah kesehatan mental seperti burn out ini bisa menyerang siapa saja. Namun, saat ini kondisi burn out sering dirasakan oleh para pekerja yang sering memaksa diri untuk terus bekerja, kurang mendapatkan apresiasi pekerjaan dari atasan, memiliki beban kerja yang berat, atau memiliki pekerjaan yang monoton.

Mengenal Burn Out Syndrome

Burn out syndrome atau sindrom burn out adalah kondisi di mana seseorang mengalami stres kerja ini membuat Anda merasa kehabisan energi, tak ada yang dapat membantu pekerjaan Anda, putus asa, hingga sinis dan mudah marah. Kamu merasa bahwa Anda tak lagi bisa berbuat apa-apa di pekerjaan.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, kehidupan pribadi Anda juga bisa terganggu. Terlebih lagi, stres yang berlarut-larut juga bisa membuat kamu rentan terkena penyakit fisik, seperti demam dan flu. 

Burn out syndrome bisa diakibatkan oleh hustle culture yang biasa diterapkan dalam pekerjaan. Saking ambisinya terhadap target kerja yang ingin dicapai, maka tidak ada waktu untuk istirahat sejenak sehingga menimbulkan burn out.

Ciri-ciri Burn Out

Seseorang yang merasakan burn out akan mudah didapati ciri-cirinya. Berikut ini ciri-ciri burn out yang bisa dikenali secara kasat mata:

1. Hilangnya semangat bekerja dan kelelahan

Salah satu ciri burn out adalah hilangnya semangat bekerja dan minat terhadap pekerjaan yang sedang dikerjakan. Tetap bekerja tanpa adanya semangat dapat menguras banyak energi sehingga memicu kelelahan.

2. Benci dengan pekerjaan yang digeluti

Burn out bisa menyebabkan stres dan frustasi saat bekerja. Ini membuat seseorang menjadi sulit berkonsentrasi, merasa tidak kompeten dan terbebani, dan akhirnya membenci pekerjaan yang sedang ia geluti. Hal ini karena hustle culture yang terbiasa diterapkan membuat lahan perlahan seseorang tidak menyukai pekerjaan yang digelutinya. Terdapat kejenuhan dalam hidupnya karena tidak adanya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan atau work life balance.

3. Performa kerja menurun

Burn out juga bisa menyebabkan performa kerja menurun. Hal ini dipicu oleh hilangnya minat terhadap pekerjaan yang sedang digeluti, sehingga hasil yang didapat menjadi kurang memuaskan.

4. Mudah marah

Orang yang sedang merasakan burn out cenderung akan mudah untuk marah, apalagi jika semuanya tidak berjalan sesuai dengan ekspektasi. Ditambah lagi, performa kerja yang menurun dapat menyebabkan pekerjaan terus menumpuk. 

Hal ini dapat memicu stres dan emosi yang membuat penderita burn out jadi lebih sensitif. Seperti yang telah disebutkan di atas, adanya penerapan hustle culture dalam pekerjaan membuat seseorang lebih cepat marah. Terutama ketika target tak tercapai tapi bekerja tiada henti.

5. Menarik diri dari lingkungan sosial

Stres dan frustasi akan pekerjaan membuat penderita burn out bersikap sinis terhadap orang-orang yang bekerja dengan mereka. Pekerjaan yang digelutinya dianggap sebagai beban hidup sehingga membuat mereka enggan atau berhenti bersosialisasi dengan rekan kerja, teman, maupun anggota keluarga yang terlibat dalam pekerjaan tersebut.

6. Mudah sakit

Burn out yang terjadi secara berkepanjangan atau tidak diatasi dengan baik dapat membuat imunitas tubuh menurun. Kondisi ini dapat membuat seseorang rentan terkena flu, pilek, sakit kepala, dan sakit perut. Selain itu, risiko untuk alami gangguan tidur, gangguan kecemasan, dan depresi dapat meningkat.

Cara Mengatasi Burn Out

Burn out yang tidak teratasi dengan baik dapat berdampak buruk terhadap kesehatan fisik dan mental. Oleh karena itu, jika gejala atau ciri-ciri burn out muncul, disarankan untuk mengatasinya cara berikut ini:

1. Buat prioritas

Buatlah prioritas pekerjaan dari yang penting ke yang kurang penting. Dengan begitu, kamu tahu mana yang perlu dikerjakan terlebih dahulu, sehingga energi yang terkuras tidak terlalu banyak.

2. Komunikasi dengan Atasan atau Rekan Kerja

Komunikasikan dengan atasan atau rekan kerja mengenai masalah pekerjaan yang sedang kamu hadapi saat ini. Jika merasa diberikan pekerjaan terlalu banyak, maka ungkapkanlah bahwa pekerjaan tersebut membuat kamu merasa terbebani. 

Jika atasanmu menjadi pemicu burn out di tempat kerja, coba ajak bicara bagian sumber daya atau HRD mengenai hal tersebut. Mereka mungkin akan mencarikan solusi yang tepat, misalnya memindahkan Anda ke tim yang lain.

3. Berikan apresiasi terhadap diri sendiri

Bersikaplah realistis, sehingga kamu dapat menurunkan ekspektasi terhadap pekerjaan yang tengah dikerjakan. Dengan begitu, kecemasan dan stres di tempat kerja dapat berkurang. Selain itu, jangan lupa untuk memberi apresiasi terhadap diri sendiri terhadap prestasi yang pernah dicapai.

4. Ceritakan kepada orang yang dapat dipercaya

Coba ceritakan apa yang Anda rasakan kepada orang-orang terdekat yang dapat Anda percaya. Meski tidak selalu mendapatkan solusi, cara ini dapat membantu melepaskan emosi negatif dan mengurangi stres pekerjaan.

5. Jaga keseimbangan hidup atau Work Life Balance

Jaga keseimbangan hidup dengan baik. Kamu juga perlu untuk bersantai dan melupakan pekerjaan sejenak dengan pergi bersama teman atau melakukan hal yang disukai seusai jam kerja berakhir. Kurangi hustle culture dalam setiap pekerjaan. Sebab hal ini dapat membuat pikiran kembali jernih.

6. Ubah gaya hidup

Terapkan gaya hidup sehat dengan cara mengonsumsi makanan sehat, rutin berolahraga, dan tidur yang cukup. Hal-hal ini dapat mendukung tubuh yang sehat dan pikiran yang lebih mudah fokus, sehingga menurunkan risiko terjadinya burn out. 

7. Membaca Buku

Luangkan waktumu sejenak untuk membaca buku. Bacalah buku yang topik atau bidangnya berbeda jauh dari pekerjaanmu. Membaca buku selain menambah pengetahuan, akan meregangkan pikiran-pikiran yang ada terutama urusan pekerjaan. 

Salah satu buku yang cocok untuk dibaca ketika terjadi burn out adalah buku-buku motivasi atau pun tentang psikologi diri. Salah satu judul buku yang direkomendasikan untuk mengatasi burn out ini adalah ‘The Things You Can See Only When You Slow Down : How to be Calm in a Busy World’ karya Haenim Sunim. 

Jika tanda-tanda burn out muncul, segera atasi dengan cara-cara di atas. Jika cara tersebut telah diterapkan tapi Anda masih tetap mengalami burn out, coba berkonsultasi kepada psikolog untuk mendapatkan penanganan yang tepat atau mungkin pertimbangkan peluang kerja di perusahaan lain.

Itulah sedikit pembahasan mengenai burnout dan bagaimana cara mengatasinya serta ciri-ciri burnout. Namun tak jarang juga kondisi burnout dipicu oleh masalah keuangan. Pikiran bagaimana mengelola uang secara baik dan benar tanpa ada solusinya membuat pikiran seseorang menjadi kacau dan menimbulkan burnout. 

Maka dari itu, untuk menghilangkan rasa burnout yang hadir, stop kebiasaan burukmu yang suka bekerja tanpa henti. Sempatkan waktu juga untuk memikirkan hal lain di luar pekerjaan. Misalnya, tentang mempersiapkan kestabilan keuanganmu di masa depan. 

Persiapkan keuanganmu untuk masa depan dengan cara mengikuti pendanaan di P2P Lending Syariah di ALAMI. Ikuti pendanaannya di ALAMI dan uangmu akan berkembang. Ikuti campaign pendanaan di ALAMI dan dapatkan ujrah setara dengan 14-16% pa.

Uangmu akan dikelola secara syariah untuk mendanai UMKM yang sedang berkembang di Indonesia. Ayo segera ikut pendanaan di ALAMI. Dapatkan segera aplikasinya di

atau

Artikel Terbaru

Mengenal 5 Tokoh Ekonomi Islam Klasik

Setelah Rasulullah SAW wafat, ekonomi Islam lebih dari 1000 tahun telah dipraktikkan...

Zakat Mal Untuk Tunaikan Amal: Dalil, Syarat, dan Cara Menghitungnya

Menunaikan zakat merupakan salah satu dari rukun Islam yang wajib dijalankan oleh...

7 Rekomendasi Restoran Jepang Halal di Jakarta

Budaya Jepang tak kalah populernya dengan budaya Korea atau pop culture lainnya...

Exit mobile version