Generasi Sandwich
published 21/07/2021 - 3 Min Read

Dear Generasi Sandwich: Bebanmu adalah Berkahmu!

fintech berizin OJK

Jika mendengar nama sandwich yang ada di benak kamu pasti adalah jenis makanan yang berbahan dasar roti yang kemudian ditumpuk dengan daging, sayran, dan isian lainnya. Tapi tahukah kamu apa itu generasi sandwich? Istilah generasi sandwich dikaitkan dengan keadaan seseorang atau generasi di mana memiliki beban hidup yang sangat berat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Istilah ini mulai populer beberapa tahun ke belakang. Namun sebenarnya istilah ini sudah diperkenalkan sejak tahun 1981. Dikutip dari website sikapiuangmu OJK, istilah generasi sandwich diperkenalkan pertama kali oleh  Profesor sekaligus direktur praktikum University Kentucky, Lexington, Amerika Serikat bernama Dorothy A. Miller. 

Generasi sandwich adalah generasi orang dewasa yang harus menanggung hidup 3 generasi yaitu orang tuanya, diri sendiri, dan anaknya. Kondisi tersebut dianalogikan seperti sandwich di mana sepotong daging terhimpit oleh 2 buah roti. Roti tersebut diibaratkan sebagai orang tua (generasi atas) dan anak (generasi bawah), sedangkan isi utama sandwich berupa daging, mayonnaise, dan saus yang terhimpit oleh roti diibaratkan bagai diri sendiri. 

Banyak faktor yang melatarbelakanginya, namun pada umumnya ini terjadi karena kegagalan finansial orang tua atau tidak adanya perencanaan finansial orang tua terhadap anaknya. Biasanya generasi sandwich timbul dari orang tua yang tidak memiliki perencanaan finansial yang baik untuk masa tuanya dan akan berpotensi besar untuk membuat sang anak menjadi generasi sandwich berikutnya. Selanjutnya sang anak akan mengikuti jejak orang tuanya kelak sebagai orang tua yang tidak mandiri di masa tuanya, dan pada akhirnya berlanjut begitu seterusnya.

Tapi apakah menjadi seorang generasi sandwich sesuatu yang membuat dirimu malu? Meski menanggung berat beban hidup orang tua dan keluarga, selalu bisa diambil hikmahnya dan berkahnya. Ternyata Islam memiliki perspektif tersendiri terkait Generasi Sandwich!

Generasi Sandwich Menurut Pandangan Islam

Meski terdengar menjadi sesuatu hal yang negatif untuk keberlangsungan hidup di masa depan, munculnya generasi sandwich ini memiliki hikmah tersendiri di dalam pandangan Islam. Menanggung beban orang tua dan keluarga bisa dipetik sisi baiknya dan bahkan menjadi berkah bagi kehidupan kamu.

Jika kamu saat ini sedang mengalami menjadi generasi sandwich, inilah momen bagi kamu untuk berbakti kepada kedua orang tuamu atau amalan ini disebut dengan istilah birrul walidain. Menanggung beban keluarga (orang tua, anak dan istri) sebetulnya disebut dengan bersedekah dan memiliki keutamaan yang sangat besar di sisi Allah SWT.

Di dalam sebuah hadis dari Salman bin Amir RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya sedekah kepada orang miskin pahalanya satu sedekah, sedangkan sedekah kepada kerabat pahalanya dua, pahala sedekah dan pahala menjalin hubungan kekerabatan,” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Lalu apa yang harus dilakukan ketika kamu sudah “terjebak” sebagai generasi sandwich?

  1. Jangan menganggap bahwa semua perbuatan harus dihargai dari sisi materi, lihat juga aspek keberkahan
  2. TIdak Berorientasi pada duniawi  tapi juga melihat akhirat sebagai tujuan
  3. Tidak merasa malu kalau menanggung hidup orang tua sebagai beban
  4. Banga sebagai Genarasi Sandwich

Nah, bagi kamu yang belum mengalami generasi sandwich ayo persiapkan masa tuamu atau pendidikan anak-anakmu mulai dari sekarang. Salah satu contoh yang paling mudah mempersiapkan finansial masa depan adalah dengan menabung. Namun, jangan pula asal menabung saja di bank. Tentunya uangmu tak akan berkembang dengan cepat.

Ingin uangmu semakin berkembang? Ayo ikutan pendanaan di P2P Lending Syariah ALAMI.  Ikuti pendanaan di ALAMI, insyaallah kamu akan mendapatkan ujrah atau imbal hasil setara dengan 14%-16% p.a. Ayo segera daftar dan ikuti pendanaan di ALAMI. Untuk info selanjutnya kamu bisa klik link ini.

Adhi Muhammad Daryono

Content Specialist at ALAMI

Hard work, patience and prayer. Learners of all things, open to new insights

Hard work, patience and prayer. Learners of all things, open to new insights

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments