Ekonomi Syariah
published 09/07/2021 - 4 Min Read

Kenapa Harus Sesuai dengan Syariah?

Konsep ekonomi syariah mulai mendapat penerimaan yang lebih luas dari masyarakat sekitar 20 tahun yang lalu. Namun tidak dapat dipungkiri masih banyak yang ragu untuk menjalaninya. Kenapa harus syariah untuk ekonomi? Walaupun kini istilah syariah selalu dikaitkan dengan segala macam kegiatan ekonomi, namun syariah tidak hanya bertumpu pada kegiatan perekonomian saja. Kata syariah merupakan istilah yang dipakai dalam ajaran agama Islam untuk mengatur kehidupan umat agar lebih baik lagi.

Ustadz Syafiq Riza Basalamah dalam kajiannya beberapa waktu lalu mengungkapkan kata atau istilah syariah berasal dari kata dalam bahasa Arab yakni syaro’at dan yasro’u yang artinya sebuah aturan. Ustadz Syafiq menjelaskan syariat yang diturunkan Allah SWT untuk mengatur segala urusan dunia dan bahkan hingga akhirat. 

“Syariat, syara’, segala sesuatu yang Allah turunkan untuk hamba-hambanya baik itu untuk urusan keyakinan, ibadah, akhlak, etika atau hukum muamalah. Maka itu semua masuk konteks syariat,” kata Ustadz Syafiq.

Lalu apa tujuannya diturunkan Syariat?

Ustadz Syafiq mengibaratkannya dengan cerita yang ada di kehidupan sehari-hari. Misalnya ada seorang anak yang menginginkan ice cream. Anak tersebut merasa ice cream tersebut merasa lezat dan enak sehingga bernafsu sekali untuk memakannya. Namun, orang tua si anak tersebut mengetahui kondisi anaknya sedang tidak sehat atau sakit. Jika memakan ice cream tersebut maka si anak akan tambah sakit. Maka orang tua melarang anak tersebut memakan ice cream tersebut. 

Dari cerita atau pengibaratan tersebut, Ustadz Syafiq mengatakan bahwa orang tua mengetahui mana yang terbaik buat anaknya dan melarang untuk memakan ice cream tersebut, meski si anak menangis merengek-rengek. Dari situ kita mengetahui ilmu si orang tua yang mengetahui kondisi anaknya. Dia tak ingin anaknya semakin sakit karena memakan ice cream tersebut, maka ia membuat aturan atau melarangnya. 

Sama halnya dengan Allah SWT yang mengetahui bagaimana kondisi hamba-hambanya. Maka dari itu Allah membuat aturan atau syariat untuk dipatuhi oleh hamba-hambanya. Meski, manusia sebagai hamba Allah, ingin merasakan apa yang ia rasa enak. Padahal itu bukan menjadi pilihan terbaik buat manusia menurut Allah, melainkan hanya sebuah hawa nafsu saja, 

“Ketika sesuatu yang tidak sesuai dengan syariat maka itu hanya berdasarkan hawa nafsu saja,” tegas Ustadz Syafiq.

Ustadz Syafiq juga mengutip pengertian syariah di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kata syariat bermakna hukum agama yang menetapkan peraturan hidup manusia, hubungan manusia dengan Allah SWT dan awal sekitarnya berdasarkan Al Quran dan hadis. Syariat bukan saja mengatur urusan hamba dengan Allah, tapi juga urusan hamba dengan hamba dan urusan hamba dengan alam semesta. 

Tujuan Syariah

Dari contoh yang disebutkan oleh ustadz Syafiq di atas, Allah mengetahui apa yang terbaik dan bisa mensejahterakan hamba-hambanya. Hanya saja, banyak hambanya yang tergoda oleh hawa nafsu, dan menganggap yang ia pikirkan akan baik untuknya. 

“Bahwa agama atau syariat Islam turun untuk menjaga, memelihara kemakmuran hidup manusia di dunia dan di akhirat,” jelas Ustadz Syafiq. 

“Syariat Islam datang mengatur kehidupan manusia sampai mati hingga hidup kembali. Sedangkan aturan aturan yang dibuat manusia untuk urusan dunia,” jelasnya.

Jadi tujuan dari hadirnya syariah itu adalah agar segala lini kehidupan sesuai dan teratur dengan ajaran agama Islam. Syariah hadir agar kehidupan menjadi makmur aman dan sentosa. Berbicara kemakmuran di dalam Islam, maka adanya sebuah sistem ekonomi syariah. Di mana sistem ini sudah berkembang di antara sistem-sistem buatan manusia, mulai dari sistem kapitalis hingga komunis.

“Bicara sistem ekonomi, ada yang mengatakan new liberal, kapitalis. Banyak negara membuat sistemnya masing-masing seperti di China, Amerika, mereka membuat aturan. Tapi itu semua buatan manusia. Sedangkan sistem syariat Islam sudah jelas datang dari Allah SWT melalui para Rasul-rasul-Nya,” jelas Syafiq

Berbicara sistem ekonomi yang berlandaskan syariat Islam ada yang namanya Zakat. Jika dibandingkan dengan sistem ekonomi lain, ada pungutan atas hasil kerja payah seseorang yang besarannya melampaui hak yang harus diterima. Sementara dalam Syariat Islam, kata Ustadz Syafiq, ada yang namanya zakat yang diatur sedemikian rupa menjadi 2,5 persen dari seluruh total harta. 

“Dan tujuan dari zakat sudah jelas, membantu sesama manusia agar hidup sejahtera lag khususnya bagi orang-orang fakir,” terangnya. 

Hadirnya Ekonomi Syariah

Ustadz Syafiq mengatakan hadirnya ekonomi syariah dalam kegiatan bermuamalah agar terciptanya suatu bentuk keadilan dan terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Di Indonesia pertama kali hadirnya sebuah lembaga atau institusi keuangan yang berlandaskan syariah bermula pada tahun 1991 di Bandung, yakni dengan membentuk Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) yang diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia  (MUI). 

“Jadi pada awalnya para ulama berusaha untuk memberikan masukan-masukan para pemimpin agar mereka yang notabene muslim dan menjadi mayoritas di agar memiliki hak kebebasan beragama itu dapat merasakan syariat. Karena ada bank pemerintah berbentuk bank konvensional yang berlawan dengan syariat,” jelas Ustadz Syafiq. 

“Bank konvensional mencari keuntungan dengan meminjamkan uang. Padahal di syariah meminjamkan uang itu atas dasar tolong menolong dan membantu orang lain,” terangnya. 

Sehingga hadirnya sistem ekonomi syariah, bukan hanya menunjukkan ketaatan kita terhadap aturan Allah SWT, tapi juga membawa kita ke dalam kebahagiaan dan kesejahteraan bukan saja untuk di dunia tapi juga di akhirat. 

Nah, setelah membaca bagaimana pentingnya syariah dan tujuannya yuk lakukan segera hijrah finansialmu menuju syariah lagi bersama ALAMI. Mengembangkan finansialmu secara syariah bersama ALAMI dan dapatkan ujrah setara dengan 14%-16% p.a. Ikut pendanaan bersama ALAMI, untuk ikut membantu pengembangan UMKM di Indonesia. Untuk lebih lengkapnya silakan klik berikut ini

Ayo segera download aplikasi ALAMI dalam versi mobile app sehingga membuatmu nyaman dan mudah dalam pendanaan. Kini sudah tersedia untuk android yang bisa didownload di Playstore dan iOS di App Store.

Adhi Muhammad Daryono

Content Specialist at ALAMI

Hard work, patience and prayer. Learners of all things, open to new insights

Hard work, patience and prayer. Learners of all things, open to new insights

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments