gelatin halal
published 17/02/2022 - 3 Min Read

Ternyata Ada Gelatin Halal di Indonesia, Aman Dikonsumsi oleh Muslim

Dunia makanan saat ini sangat beragam. Pastinya sebagai konsumen makanan masa kini sudah tidak asing lagi dengan makanan permen jelly, es krim, topping whipped cream pada minuman kopi, coklat ataupun susu. Jenis makanan dan minuman tersebut memerlukan suatu bahan yang disebut gelatin. 

Tak hanya jenis makanan yang disebutkan di atas, gelatin juga sering digunakan untuk bahan obat-obatan dan kosmetik. Jika kamu memperhatikan, cangkang kapsul obat-obatan yang berbentuk seperti plastik, merupakan terbuat dari bahan gelatin. Lalu apa itu gelatin?

Gelatin adalah suatu jenis protein yang diekstraksi dari jaringan kolagen kulit, tulang atau ligamen (jaringan ikat) hewan. Di berbagai negara Eropa, China dan Amerika, pembuatan gelatin berbahan dasar dari tulang babi. Dalam prosesnya, kolagen dikeluarkan dari babi, kemudian diubah menjadi gelatin. Dari sini kemudian, penggunaannya dalam proses produksi makanan semakin beragam, terutama sebagai agen pembentuk gel.

Sebagai seorang muslim, tentu mengkonsumsi bahan makanan yang berasal dari babi sangat dilarang. Lalu bagaimana kita sebagai umat Islam untuk menghindari bahan-bahan makanan tersebut, sedangkan itu semua sudah menjadi konsumsi kita sehari-hari?

Bahkan, di Indonesia yang merupakan negara muslim terbesar di dunia tentunya memerlukan bahan-bahan makanan yang halal. Apakah ada gelatin halal di Indonesia? Jawabannya ada. Untuk itu kita akan bahas di artikel ini. Sebelum membahas gelatin halal, khususnya di Indonesia mari kita bahas sedikit mengenai kegunaan gelatin di industri makanan, obat serta kosmetik.

Penggunaan Gelatin untuk Industri Makanan, Obat dan Kosmetik

Penggunaan gelatin dalam industri pangan bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang timbul khususnya dalam penganekaragaman produk. Pada prinsipnya gelatin dapat dibuat dari bahan yang kaya akan kolagen seperti kulit dan tulang hewan, baik itu dari babi, sapi, ikan atau hewan lainnya. 

Seperti yang telah disebutkan di atas sebelumnya, gelatin dari hewan-hewan yang halal dikonsumsi umat Islam sebenarnya sudah ada, yakni terbuat dari tulang sapi dan tulang ikan. Hanya saja gelatin yang kulit dan tulang sapi atau hewan besar lainnya, membutuhkan waktu dan proses yang lebih lama dan memerlukan air pencuci atau penetralisir yang lebih banyak. Hal ini menyebabkan harga gelatin yang terbuat dari hewan halal seperti sapi menjadi lebih mahal. Namun, jika ditinjau dari kegunaan gelatin dalam rangka diversifikasi bahan makanan, menjadi sangat penting. 

Gelatin Halal

Gelatin halal umumnya terbuat dari jaringan kulit dan tulang sapi, sekarang juga sudah dikembangkan gelatin dari jaringan kulit dan tulang ikan. Hampir sebagian besar produk gelatin di Indonesia adalah produk import, sedangkan produk lokal hanya sedikit saja. 

Namun, penelitian terbaru dari Institut Pertanian Bogor (IPB), kini telah ditemukan gelatin halal yang terbuat dari tulang ikan. Dikutip dari halal.ipb.ac.id, peneliti IPB menciptakan gelatin dari tulang ikan. 

“Di Indonesia belum berkembang industri gelatin. Bahan baku gelatin umumnya dari mamalia yaitu kulit dan tulang sapi dan babi. Untuk babi tidak mungkin karena tidak halal sementara untuk sapi, kulit dan tulangnya sudah dikonsumsi oleh manusia sehingga bahan mentahnya mahal. Sehingga kulit ikan menjadi alternatif,” jelas Dr Mala Nurilmala, Dosen IPB University dari Departemen Teknologi Hasil Perairan (THP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. 

Menurut penjelasan peneliti IPB, penemuan gelatin halal yang terbuat dari tulang ikan membuat harga gelatin halal tidak mahal lagi. Karenanya gelatin yang dikembangkan Dr Mala dan tim ini menjadi solusi alternatif gelatin impor. Dr Mala meyakinkan bahwa kualitas gelatin dari produk samping ikan ini tak kalah dengan gelatin dari mamalia.

“Saya yakin kulit ikan Indonesia lebih unggul karena kulit ikan tropis memiliki karakter gelatin yang mirip dengan mamalia. Kita telah coba buat kapsul dengan gelatin yang kita uji dan dibandingkan dengan yang standar. Perkembangannya, mutu dari gelatin yang kita uji telah sesuai dengan standar. Baik Standar SNI (Standar Nasional Indonesia) atau GMIA (Gellatin Manufacture Institute of America),” jelasnya.

Sebagai seorang muslim yang taat pada ajaran agama Islam, kehalalan sesuatu harus diperhatikan dengan baik. Ternyata tak hanya makanan, minuman dan obat-obatan yang perlu dijaga kehalalannya. Kebutuhan lainnya seperti keuangan perlu juga diperhatikan kehalalannya. Misalnya bertransaksi keuangan dengan tidak ada unsur riba, gharar atau maysir yang dilarang dalam agama Islam. 

Mau transaksi keuanganmu atau menabung secara aman dan halal? Salah satunya dengan mengembangkan keuanganmu di peer to peer funding dari ALAMI. Di sini keuanganmu akan dikelola secara syariah dan aman tentunya. Danamu akan digunakan untuk mendanai UMKM yang sedang berkembang. Kemudian dalam pengembaliannya pendana atau funder akan mendapatkan ujrah atau imbal hasil setara dengan 14-16% p.a. Download segera aplikasinya play store dan app store.  

Adhi Muhammad Daryono

Content Specialist at ALAMI

Hard work, patience and pray, no hustle culture. Learners of all things, open to new insights

Hard work, patience and pray, no hustle culture. Learners of all things, open to new insights

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments