bulan syawal
published 11/05/2022 - 4 Min Read

Keistimewaan Bulan Syawal yang Sarat Makna

Bulan Syawal merupakan bulan penanda kemenangan bagi umat muslim, khususnya menang setelah satu bulan penuh beribadah khusyuk di bulan Ramadhan. Penanda kemenangan ini diawali dengan Hari Raya Idul Fitri pada 1 Syawal. Selain bulan Ramadhan, bulan Syawal juga merupakan salah satu bulan terbaik dalam Islam. 

Banyak amal ibadah yang dianjurkan untuk dilaksanakan di bulan Syawal ini. Salah satunya adalah puasa sunah 6 hari di bulan Syawal. Di tahun 2022 ini, 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri akan jatuh pada 2 Mei 2022.

Takbir dan Kembali Fitri

Bulan Syawal adalah bulan kembalinya umat muslim kepada fitrahnya, diampuni semua dosanya setelah melakukan ibadah Ramadhan sebulan penuh. Pada tanggal 1 Syawal, umat muslim kembali makan pagi dan diharamkan untuk berpuasa pada tanggal tersebut.

Datangnya bulan Syawal membawa kemenangan bagi umat muslim yang berjaya menjalani ibadah puasa sepanjang Ramadhan, dan menjadi lambang kemenangan dari ‘peperangan’ menentang musuh dalam jiwa yang besar, yaitu hawa nafsu.

Tanggal 1 Syawal seluruh umat muslim di berbagai belahan dunia mengumandangkan takbir. Oleh karena itu, bulan Syawal merupakan bulan dikumandangkannya takbir oleh seluruh umat Islam secara serentak, paling tidak selama satu malam begitu memasuki tanggal 1 Syawal.

Puasa Syawal

Ada amal ibadah yang sangat dianjurkan dan hukumnya sunnah di bulan Syawal yakni puasa Syawal selama 6 hari. Namun, pelaksanaannya tidak boleh di hari 1 Syawal atau pada saat perayaan Hari Raya Idul Fitri. Sebab, nantinya puasa tersebut akan menjadi haram. 

Meskipun mempunyai hukum sunnah, namun terdapat keutamaan puasa syawal bagi siapa saja yang menjalankan. Dikatakan, salah satu keutamaan bulan syawal yang bisa didapatkan adalah pahala seperti berpuasa satu tahun penuh. 

Salah satu hadis yang menyebutkan tentang keutamaan puasa syawal yakni hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah. 

Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa 6 (enam) hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti puasa setahun penuh.” (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah). 

Niat Puasa Syawal dan Tata Caranya

Untuk puasa sunah sebenarnya tidak perlu diucapkan atau dilafalkan seperti akan menunaikan puasa wajib di bulan Ramadhan. Puasa sunah seperti puasa syawal cukup diniatkan dalam hati esok hari akan berpuasa sunnah syawal. 

Sementara itu ada tata cara yang harus dilakukan dalam melaksanakan ibadah sunnah puasa syawal. Berikut ini urutan tata cara puasa syawal. 

  • Puasa Sunnah Syawal dilakukan selama 6 Hari.
  • Lebih utama dilaksanakan sehari setelah Idul Fitri, namun tidak mengapa jika diakhirkan asalkan masih di bulan Syawal .
  • Lebih utama dilakukan secara berurutan, namun tidak mengapa jika dilakukan tidak berurutan.
  • Usahakan untuk menunaikan qadha puasa terlebih dahulu jika memiliki utang puasa Ramadhan, agar mendapatkan ganjaran puasa Syawal yaitu puasa setahun penuh.
  • Boleh melakukan puasa Syawal pada hari Jumat dan Sabtu.

Bulan Disunnahkan Menggelar Pernikahan

Bulan Syawal juga dijadikan waktu disunnahkannya menikah ditujukan untuk menghilangkan kepercayaan orang-orang Arab Jahiliyah yang menganggap bahwa pernikahan di bulan Syawal adalah sebuah kesialan dan akan berujung dengan perceraian. 

Sehingga para orang tua atau wali pada zaman jahiliyah tidak ingin menikahi putri-putri mereka begitu juga para wanita tidak mau dinikahi pada bulan tersebut. Untuk menghilangkan kepercayaan menyimpang tersebut, pernikahan di bulan Syawal pun dijadikan sebagai ibadah, sebagai sunnah Nabi Shalallahu’alaihi Wassalam.  

Terdapat hadis sahih dari Aisyah radhiyallahu’anha berkata :

تَزَوَّجَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شَوَّالٍ وَبَنَى بِي فِي شَوَّالٍ فَأَيُّ نِسَاءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ أَحْظَى عِنْدَهُ مِنِّي

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menikahiku pada bulan Syawwal dan berkumpul denganku pada bulan Syawwal, maka siapa di antara istri-istri beliau yang lebih beruntung dariku?” ( HR Muslim no. 2551, At-Tirmidzi no. 1013, An-Nasai no. 3184, Ahmad no. 23137 )

Hadis di atas pun dijadikan sebagai anjuran untuk menikah di bulan Syawal, dan mematahkan keyakinan atau anggapan sial terhadap sesuatu yang bisa menjerumuskan seseorang kepada kesyirikan. Rasulullah ﷺ  sangat membenci Thiyarah atau berkeyakinan sial akan hari, bulan, atau peristiwa tertentu, sehingga adanya larangan untuk melaksanakan suatu perencanaan di waktu-waktu tersebut karena dikhawatirkan akan membawa pengaruh buruk.

Melanjutkan Istikamah Ibadah di Bulan Syawal

Meski Ramadhan sudah berganti menjadi Syawal, jangan kasih kendor ibadahmu. Jaga ibadahmu sama seperti saat di Ramadhan. Seperti yang telah disebutkan di atas sebelumnya, bulan Syawal adalah bulan kemenangan. Maka dari itu kita mesti menjaga kemenangan saat Ramadhan di bulan Syawal ini. 

Salah satu untuk menjaga kemenangan tersebut adalah berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Melatih menahan diri dari segala hawa dan nafsu dengan puasa sunnah di Bulan Syawal. 

Bulan Ramadhan juga merupakan bulan yang penuh dengan hikmah dan pembelajaran bagi kita semua. Belajar untuk istikamah dalam beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hikmah lainnya yang bisa kita dapatkan adalah bulan menabung atau berinvestasi pahala sehingga di bulan syawal kita bisa meraih kemenangannya. Bila itu tetap dilaksanakan secara istikamah, maka kemenangan selanjutnya akan kita rasakan di akhirat kelak. 

Sama seperti halnya kita menabung dan berinvestasi uang atau aset kita. Bila secara istikamah kita lakukan di saat ini kita akan meraih kemenangannya di masa yang akan datang. Agar kamu bisa istikamah dalam hal ini, ALAMI bisa membantumu dalam mengembangkan aset dan danamu. 

Caranya itu pendanaan di peer to peer funding syariah dari ALAMI. Dapatkan ujrah setara hingga 14-16% pa. Download aplikasinya di 

ALAMI P2P Funding Syariah
ALAMI P2P Funding Syariah

Adhi Muhammad Daryono

Content Specialist at ALAMI

Hard work, patience and pray, no hustle culture. Learners of all things, open to new insights

Hard work, patience and pray, no hustle culture. Learners of all things, open to new insights

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments