risiko
published 01/02/2022 - 3 Min Read

Memahami Risiko dan Skema P2P Funding Syariah ALAMI

Masih berbicara soal risiko, di artikel kali ini kita akan membahas risiko yang lebih spesifik lagi. Di artikel ini kita akan mengenal tentang risiko dan skema P2P Funding Syariah ALAMI, khususnya yang ada di ALAMI. Hal ini sebenarnya sudah dibahas di dalam webinar yang digelar ALAMI beberapa waktu lalu dengan pemateri Co-Founder & Chief of Business ALAMI Bembi Triawan Juniar. 

Untuk mengingatkan lagi mengenai materi tersebut mari kita bahas melalui artikel ini!

Sebelum memasuki bagaimana risiko pada saat pendanaan di ALAMI, Bembi menjelaskan terlebih dahulu tentang risiko pada umumnya. Sebab, dalam segala aspek apa pun, risiko selalu ada dan tak bisa dihindari. Namun, risiko bisa dimitigasi atau diminimalisir agar tidak terlalu berdampak signifikan terhadap target atau tujuan kita. 

“Semua ada risikonya, semua aktivitas kita pasti ada risikonya. Dalam menjalankan hidup pasti ada risikonya,” kata Bembi.

Sekali pun kata Bembi tindakan kita dilakukan secara berhati-hati dan aman, risiko tak akan jauh darinya. Ia mencontohkan seorang anak yang sedang tertidur. Menurut Bembi, anak sedang tidur tersebut setidaknya melakukan hal yang aman. Tetapi masih ada risikonya, misalnya jatuh dari tempat tidur karena tidurnya tidak di tengah tempat tidur. 

Atau ada seseorang yang sedang berjalan kaki ke suatu tempat. Tindakan seseorang tersebut terbilang aman karena ia hanya melakukan jalan kaki ke suatu tempat. Beda halnya dengan naik kendaraan seperti sepeda, motor atau mobil yang risikonya lebih besar. Risiko orang berjalan kaki tersebut kata Bembi, bisa saja tertabrak mobil pada saat berjalan, atau merasakan keletihan karena jarak yang ditempuh jauh menuju tujuan. 

Mitigasinya adalah dengan memasang rambu lalu lintas atau menggunakan kendaraan agar tidak merasakan letih pada saat sampai di tempat tujuan. 

“Atau pas makan, kita sedang lapar laparnya siang makan bakso, pasti ada risikonya kuahnya bisa muncrat ke muka kita padahal kita sudah makan dengan pelan-pelan,” terang Bembi. 

Manajemen Risiko

Kemudian Bembi menjelaskan lebih rinci bagaimana kita bisa mengatur risiko tersebut. Ada 4 manajemen risiko yang bisa dilakukan setiap orang baik itu dalam berinvestasi dan berbisnis atau hal yang lain di luar investasi.

1. Penetapan Konteks

2. Identifikasi Risiko

3. Analisa Risiko

4. Evaluasi Risiko

5. Mitigasi Risiko

Bembi menjelaskan manajemen risiko dengan mencontohkan seseorang yang berjalan kaki seperti yang telah dijelaskan di atas. Pertama, penetapan risiko bahwa ada sesorang yang akan berjalan kaki dari suatu tempat ke tempat lainnya. Kegiatan jalan kaki merupakan kegiatan yang terbilang aman meski ada juga risikonya. 

Kedua, mengidentifikasi risiko yakni pada saat berjalan kaki nanti risiko apa saja yang akan dihadapi. Misalnya tersandung batu atau risiko paling besar adalah tertabrak. Ketiga, analisis risiko bagaimana risiko itu akan terjadi, apakah tersandung batu hanya luka kecil atau jika tertabrak mobil lukanya akan sangat buruk. 

Keempat, evaluasi risiko, risiko apa yang paling besar dihadapi pada saat jalan kaki. Yakni ditabrak mobil. Jadikan hal itu menjadi risiko utama yang harus diperhatikan. Kelima, mitigasi risiko yakni mengatasi risiko untuk meminimalisir hal yang terburuk. 

Mengenal Risiko Investasi di P2P Funding

Sebelum menuju risiko apa saja yang akan dihadapi dalam investasi P2P Lending, sebaiknya kita mengenal risiko di investasi yang terbilang paling aman, salah satunya adalah deposito atau menabung di bank.

Menurut Bembi, risiko menabung di bank adalah mendapatkan return yang kecil bahkan lebih rendah dari angka inflasi setiap tahunnya. Hal ini kata Bembi, belum banyak orang yang sadar terhadap hal itu. 

“Setiap investasi atau menabung ada risikonya, meskipun terbilang lebih aman. Misalnya di tabungan risikonya apa? Banyak yang belum ngeh, return nya lebih rendah daripada inflasi,” kata Bembi.

Bembi mengatakan, return menabung deposito di bank hanya mendapatkan 3-5 % per tahun. Sementara angka inflasi per tahun khususnya di Indonesia bisa mencapai 7-8% dalam satu tahun. 

Dalam investasi terdapat 3 jenis instrumen yang dibedakan oleh jenis keamanan, imbal hasil atau return. 

Keamanan Investasi

  • Tabungan berjangka
  • Deposit

Peningkatan Imbal Hasil

  • Emas
  • Tanah (properti)
  • Sukuk

Imbal Hasil Tinggi

  • P2P Lending 
  • Reksadana
  • Saham

Bembi mengatakan dari penjelasan jenis instrumen investasi di atas, P2P Lending merupakan investasi yang terbilang moderat, karena berada di posisi tengah-tengah. Dari segi risiko tidak terlalu tinggi juga tapi dari return terbilang cukup besar juga. Contohnya di ALAMI imbal hasil yang akan didapat di setiap campaign pendanaan sebesar 14%-15% pa.

Ingin belajar tentang topik lainnya dari webinar ALAMI? Tenang, di bulan Februari ini kamu bisa ikutan “Funders Guide Webinar: Bangun Pendapatan Pasifmu dengan Mendanai di ALAMI”. Silakan daftarkan dirimu di link berikut alami.id/DaftarFGW2

Kalau sudah paham caranya mendanai di ALAMI, ayo segera ikut pendanaannya dan unduh aplikasi P2P Funding Syariah ALAMI di Playstore dan Appstore.

Adhi Muhammad Daryono

Content Specialist at ALAMI

Hard work, patience and pray, no hustle culture. Learners of all things, open to new insights

Hard work, patience and pray, no hustle culture. Learners of all things, open to new insights

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments