hari tasyrik
published 21/07/2021 - 3 Min Read

Makna Hari Tasyrik, Keutamaan dan Ibadahnya

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan banyak mengingat Allah” (HR Muslim, Ahmad, Abu Daud, Nasa’i). 

Apa sebenarnya makna hari tasyrik? Bagaimana keutamaannya? Dan bentuk mengingat Allah seperti apa yang dimaksud disini? Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini! 

Makna dan Keutamaan Hari Tasyrik 

Hari Tasyrik adalah 3 hari setelah perayaan Idul Adha (10 Dzulhijjah) sehingga hari ini jatuh pada setiap tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. 

Di tanggal-tanggal ini, umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah haji sedang berada di Mina untuk melempar jumrah. 

Pada ketiga hari ini, Rasulullah SAW melarang umatnya untuk berpuasa. 

Dari riwayat Abu Hurairah r.a., Rasulullah mengutus Abdullah bin Hudzaifah untuk mengelilingi kota Mina (tempat para jemaah haji saat itu berada di tanggal tersebut), serta menyampaikan bahwa: 

“Janganlah kamu berpuasa pada hari ini, karena ia merupakan hari makan, minum, dan berzikir kepada Allah.”

Hikmah dari pelarangan berpuasa ini adalah karena masih dibolehkannya untuk berkurban sampai 13 Dzulhijjah, kemudian bersilaturahmi dan bersama-sama merayakan dengan makan dan minum. 

Hari Tasyrik merupakan sebuah hari yang perlu kita istimewakan, karena, dalam sebuah hadis dari Abdullah Bin Qurth, Rasulullah SAW menyatakan: 

“Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari kurban (Idul Adha), kemudian hari al-qarr.” – HR Abu Dawud 1765, Sahih Al-Albani).

Maksud dari hari al-qarr ini adalah, adalah hari kedua setelah hari kurban. 

Bentuk Ibadah di Hari Tasyrik 

Hari tasyrik

Selain makan dan minum sesuai hadis Rasulullah SAW, ada juga perintah langsung untuk memperbanyak mengingat Allah SWT di Al-Quran. 

Dan berdzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya. Barangsiapa mempercepat (meninggalkan Mina) setelah dua hari, maka tidak ada dosa baginya. Dan barangsiapa mengakhirkannya tidak ada dosa (pula) baginya, (yakni) bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kamu akan dikumpulkan-Nya.

  • QS Al-Baqarah 203. 

Menurut ulama, “hari yang telah ditentukan jumlahnya” ini adalah hari-hari tasyrik. 

Bentuk mengingat Allah SWT di hari-hari tasyrik yang dimaksud adalah: 

1. Memperbanyak Lafal Takbir 

Kamu bisa membaca bacaan takbir Idul Adha sebagai berikut setiap selesai sholat wajib selama ketiga hari tasyrik, dengan jumlah sebanyak-banyaknya yang kamu inginkan: 

“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Laa ilaaha illallah hu Allahu Akbar. Allahu Akbar wa lilahil-hamd”  

2. Membaca Doa “Sapu Jagat”

Dalam konteks yang sama, QS. Al-Baqarah ayat 200 – 202 juga menyatakan sebagai berikut: 

“Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka berzikirlah kepada Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut nenek moyang kamu, bahkan berzikirlah lebih dari itu. Maka di antara manusia ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia,” dan di akhirat dia tidak memperoleh bagian apa pun.

Dan di antara mereka ada yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”

Mereka itulah yang memperoleh bagian dari apa yang telah mereka kerjakan, dan Allah Maha Cepat perhitungan-Nya.” 

Maka, bisa diambil kesimpulan bahwa salah satu doa yang paling disarankan adalah membaca doa sapu jagat, yaitu yang bisa kamu baca di Al-Baqarah ayat 201: 

Rabbana aatinaa fid dunyaa hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qinaa adzab-annar 

 “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”

Menurut Anas bin Malik, dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, doa tersebut juga adalah doa yang paling banyak dibaca oleh Rasulullah SAW.

3. Memperbanyak Berdoa 

Selain itu, dalam sebuah kitab yang berjudul Lathoif Al-Ma’arif (“Agenda Ibadah Muslim dalam Setahun”) yang ditulis oleh Ibnu Rajab Al-Hanbali, dijelaskan mengenai sebuah riwayat dari Kinanah Al Quraisy, bahwa ia mendengar Abu Musa Al As’ari r.a. berkhutbah di hari Idul Adha dan berkata:

“Pada tiga hari setelah Hari Idul Adha, itulah yang disebut Allah sebagai ayyamul ma’dudat (hari-hari yang terbilang, sesuai di Q.S. Al-Baqarah: 203). Doa yang dipanjatkan di hari-hari tersebut tidak akan tertolak, maka berdoalah kamu semua dengan berharap kepada-Nya.”

Nah, selain berdzikir, menyebut nama Allah, membaca doa sapu jagat, dan bertakbir, kamu juga bisa meluapkan semua isi hati kamu untuk berdoa kepada Allah di tiga hari yang mulia ini. 

Yuk, manfaatkan bersama hari-hari istimewa ini. Jangan sampai terlewat ya!

Platform peer-to-peer financing syariah ALAMI mempertemukan UKM dengan pendana. Teknologi kami menganalisa ratusan data untuk menghasilkan pembiayaan yang memiliki kualitas dan kredibilitas yang baik. Daftar sekarang untuk menjadi pendana ALAMI dan nikmati kemudahan proses pembiayaan syariah yang lebih efisien, akurat dan transparan.

Melita Rahmalia

Content Manager at ALAMI

Being able to be part of a teamwork to spread more adoption of Islamic finance in the country is a privilege I'm really grateful for. In my spare time, I try to strike that elusive balance between social time and solitude time.

Being able to be part of a teamwork to spread more adoption of Islamic finance in the country is a privilege I'm really grateful for. In my spare time, I try to strike that elusive balance between social time and solitude time.

guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] Mina (hari nahr dan tasyriq) adalah hari-hari makan dan minum serta berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” […]