persiapan menyambut Ramadhan
published 26/03/2022 - 7 Min Read

7 Tips dan Trik Persiapan Khusus Menyambut Ramadan untuk Bulan Suci yang Lebih Berkesan

Amr bin Qais adalah seorang pedagang pasar, penjual bumbu dan rempah-rempah di Kufah, Irak, yang hidup di masa para tabi’ut tabi’in (dua generasi setelah sahabat Rasulullah ). Ketika ia meninggal, prosesi pemakaman jenazahnya bukan hanya dikerubungi oleh seluruh penduduk Kufah, namun juga dikelilingi oleh burung-burung putih yang memenuhi langit – dimana burung-burung ini disebutkan sebagai perwujudan malaikat yang ingin turut mendoakan Amr bin Qais. Apa keistimewaan yang dilakukan Amr bin Qais? Selain komitmennya untuk bersedekah, berpuasa dan mengajar agama di tengah kesibukannya berdagang, ia juga selalu melakukan persiapan khusus menyambut Ramadan

Dikutip dari LifewithAllah, Imam Ibnu Rajab dalam kitabnya, Lataif al-Ma’arif, menulis bahwa Amr bin Qais menutup tokonya sejak bulan Sya’ban untuk mendedikasikan diri membaca Al-Quran. Bulan Sya’ban juga disebutkan oleh Imam Ibnu Rajab sebagai bulannya pembaca Al-Quran, karena seringnya para pembaca Quran mulai menyiapkan diri lagi dengan Quran-nya sebelum memasuki bulan Ramadan. 

Ia juga menulis bahwa, “Karena Sha’ban adalah bulan sebelum Ramadan, maka puasa dan membaca Quran pun dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ  untuk dilakukan, sama seperti di Ramadan. Hal ini supaya kita bersiap untuk memasuki Ramadan, dan melatih diri kita untuk melakukan aksi-aksi ibadah dan ketaatan.” 

Selain puasa dan memperbanyak membaca Al-Quran, apalagi yang bisa kita lakukan dalam menyambut bulan suci Ramadan? Yuk, simak lebih lanjut di artikel ini!

Persiapan Khusus Menyambut Ramadan yang Bisa Kamu Lakukan

Untuk umat Muslim di seluruh dunia, Ramadan adalah bulan penyegaran spiritual yang ditunggu-tunggu. Namun, untuk menyukseskan 30 hari berpuasa, membaca Quran secara intensif, salat tarawih, salat malam, dan berkhalwat bersama Allah Ta’ala (i’tikaf), diperlukan sedikit pemanasan sebagai persiapan khusus menyambut Ramadan. 

Mulai Menambah Kegiatan Ibadah 

Nah, kamu bisa memulai pemanasan ini dengan memulai baca Quran sebanyak 4 halaman di setiap akhir salat fardhu, atau mulai puasa sunnah di hari Senin dan Kamis untuk menyiapkan fisik dan mental. 

Selain itu, kamu juga bisa latihan sedekah, dengan jumlah yang lebih sedikit dibanding yang kamu rencanakan untuk Ramadan, di setiap waktu Subuh/di waktu salat lainnya. 

Alternatif lainnya, kamu bisa menambah salat sunnah, dengan mulai mengatur waktu tidur lebih cepat agar bisa bangun malam di beberapa hari dalam seminggu. Dengan begitu, kamu juga bisa mulai membiasakan diri untuk bisa bangun sahur dan menyiapkan makanan dini hari. 

Membersihkan Hati & Menyucikan Pikiran 

Apakah kamu masih menyimpan perasaan marah, kesal, atau tidak bisa terima dengan beberapa kejadian di dalam hidup kamu? Nah, beberapa hari sebelum Ramadan ini bisa menjadi momen yang pas untuk mengingatkan diri kamu bahwa setiap kejadian mempunyai hikmah tersendiri yang membuat kamu menjadi pribadi yang lebih baik. 

Imam Ahmad bin Hanbal juga mengingatkan bahwa “jika takdir diperlihatkan kepada manusia, maka ia akan memilih takdir yang sudah ditentukan Allah Ta’ala untuknya.” 

Maafkan orang lain dan maafkan diri kamu sendiri juga untuk kesalahan-kesalahan di masa lalu. Buat hati dan pikiran kamu optimis, nyaman dan bahagia dengan hidupmu supaya bisa menyambut Ramadan dengan tenang dan mendedikasikan hari-harimu untuk menyembah Allah Ta’ala.

Jika masih ada yang membuatmu sedih, gunakan kesedihanmu untuk mengungkapkan harapan dan doa untuk keadaan yang lebih baik kepada Allah, dan kencangkan lagi baik sangka terhadap Allah, karena hal ini adalah ibadah batin yang sangat bernilai di mata Allah. Dengan persiapan khusus menyambut Ramadan ini, kamu bisa memasuki Ramadan dengan hati dan pikiran yang lebih jernih.

Selain itu, beberapa hari sebelum Ramadan juga bisa menjadi momen kamu untuk memperbanyak istighfar (memohon ampun) dan memperkuat tekad untuk bertobat atas kesalahan-kesalahan yang kamu sesali di masa lalu. InsyaaAllah, ke depannya, semoga kamu bisa jadi seseorang yang lebih baik lagi, ya.

Menyiapkan Daftar Doa

Di bulan Ramadan, kita akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan sujud yang lebih sering daripada biasanya, dan sujud kita pun akan lebih bernilai dibandingkan bulan-bulan lainnya. Di bulan ini, Allah Ta’ala mencurahkan rahmat-Nya kepada seluruh manusia. Sementara itu, Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Momentum terdekat seorang hamba dan Tuhannya adalah ketika sujud. Oleh karena itu, perbanyaklah doa saat itu,” (HR Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’i). 

Tentunya, berdoa khusus sesuai kepentinganmu ini dilakukan dengan mengungkapkannya dalam hati ya, tidak perlu menyuarakannya, agar sesuai dengan kaidah ilmu fikih ketika melakukan sujud.

Jika pada saat bulan lainnya kita bisa mendapatkan slot sujud sekitar 34 kali (4 sujud di Subuh, 6 kali sujud di Maghrib, dan 24 sujud di waktu Dzuhur, Ashar, dan Isya), maka pada saat Ramadan kita bisa menambahnya dengan paling sedikit 50 sujud dengan tambahan setidaknya 16 sujud di salat tarawih (atau dengan tambahan sujud di salat witir dan dengan tambahan setidaknya 40 sujud jika salat tarawihnya hingga 20 rakaat).

Belum lagi ada slot doa yang dikabulkan saat berbuka puasa, di sepertiga malam terakhir, di penghujung waktu Ashar di hari Jumat, dan ketika memohon ampun di waktu sahur. 

Dengan slot minimum 50 sujud sehari dan slot terkabulnya doa di lain waktu, sepertinya sayang sekali jika kita tidak merencanakan doa apa yang akan kita minta kepada Allah Ta’ala di bulan ketika Ia mencurahkan rahmat-Nya. Ini adalah bagian yang penting dalam persiapan khusus kita menyambut bulan Ramadan. 

Jika bingung, kamu bisa memulainya dengan doa-doa yang sudah dicontohkan di Al-Quran. Namun, kamu juga bisa memikirkan kategori doa-doa yang ingin kamu siapkan, misalnya dari spiritualitas, keluarga, kesehatan, karir, usaha, ketenangan mental dan batin, dan sebagainya. Kemudian, visualisasikan keadaan seperti apa yang kamu inginkan dalam tahun-tahun ke depan. 

Kalau kamu merasa doa-doamu selama ini “belum dikabulkan”, ubah kata-kata doa yang disiapkan menjadi lebih spesifik atau lebih visual, agar hatimu lebih hadir ketika mengucapkannya. Doamu akan lebih didengar ketika kamu selalu mengucapkannya dengan hati yang hadir. 

Sebagai contoh, biasanya kamu berdoa seperti ini dan hal ini belum dikabulkan: “Ya Allah, aku ingin berangkat umroh dan haji”, kamu bisa memperkayanya dengan: “Ya Allah, mudahkanlah aku melakukan ibadah umroh dan haji, izinkan aku menatap langsung Ka’bahmu, izinkan aku menyembahMu langsung di depannya, melakukan tawaf dan sa’i berulang-ulang, mengagungkan Nama-Mu di belahan bumi yang penuh keberkahan karena di sana telah Engkau turunkan nabi-nabi pilihan-Mu…” dan sebagainya. 

Memperkuat Tauhid & Menambah Ilmu

Sheikh Ammar Al-Shukry dalam sebuah ceramahnya di serial “Raise Your Du’a” menceritakan tentang seorang pengusaha yang dijumpainya ketika ibadah haji. Pengusaha tersebut bercerita bahwa sampai umurnya 46 tahun, sholatnya masih berantakan. Ia kemudian menangis kepada Allah dan bertanya, “Kenapa Engkau memberikan petunjuk kepada orang lain dan tidak kepada saya?”

Kemudian, secara spesifik, ia meminta Allah untuk memberinya petunjuk kepada Al-Quran. Dalam waktu singkat, sang pengusaha berhasil menghafal 5 juz Quran hanya dengan mendengarkan audio di mobilnya. Ia kemudian menghafal 15 juz lainnya sebelumnya akhirnya bertemu dengan guru Quran yang membimbing dan menguji hafalannya. Ajaibnya, di ibadah haji tersebut, sang pengusaha bahkan mendapatkan teman sekamar seorang ulama ahli ilmu qiraat Quran (ilmu cara membaca Al-Quran). “Ini adalah hal yang tidak bisa kamu dapatkan, dengan membayar/membelinya,” ujar Sheikh Ammar Al-Shukry menjelaskan. 

Dalam hidup, banyak komponen yang tidak bisa kita kendalikan dan beberapa hal hanya ada di tangan Allah Ta’ala. Dengan memperkuat tauhid (keyakinan kepada Allah sebagai satu-satunya Dzat yang pantas untuk diibadahi dan menjadi pusat dedikasi hidup kita) dan menambah ilmu kita, kita akan sering diingatkan tentang kuasa Allah dan hal-hal lainnya yang memperkuat iman kita. Ini akan menjadi bagian yang penting dalam persiapan khusus menyambut Ramadan.

Tanpa iman dan tauhid yang kuat, akan sulit untuk kita tetap semangat dan menikmati proses ibadah yang panjang di bulan Ramadan. Dengan iman dan tauhid yang kuat, kita bisa fokus kepada Allah sepanjang bulan Ramadan. 

Memperkuat Hubungan dengan Al-Quran 

persiapan khusus menyambut Ramadhan
Sumber foto: Unsplash.com

Bulan Ramadan adalah bulan dimana Al-Quran diturunkan. Rasulullah ﷺ  sendiri mempunyai kebiasaan untuk mengulang kembali hafalan Quran-nya di hadapan Malaikat Jibril a.s. 

Sebelum memasuki Ramadan, selain mulai rutin membaca Al-Quran kembali setelah selesai salat, kamu juga bisa melakukan hal-hal berikut sebagai persiapan khusus menyambut Ramadan:

  1. Mengulang kembali hafalan yang kamu punya dan menguatkannya, 
  2. Menyempatkan diri untuk belajar tafsir, 
  3. Menghadiri kajian Al-Quran, 
  4. Menghafal surat baru, 
  5. Menghitung anjuran Quran di surat-surat yang sudah kamu sering baca, dan mengevaluasi berapa persen yang sudah bisa kamu lakukan sehari-harinya secara konsisten dalam hidupmu, 
  6. Merencanakan bagaimana kamu bisa mulai mengimplementasi anjuran yang belum bisa kamu lakukan dalam hidupmu.

Merencanakan Pembayaran Zakat 

Zakat adalah bagian penting dari bulan Ramadan, dan akan jauh lebih memudahkanmu jika kamu memasukkannya dalam bagian persiapan khusus menyambut Ramadan. Mulai hitung apa saja dan berapa zakat yang harus kamu bayarkan, dimana kamu akan membayarkannya, bagaimana dan kapan kamu akan membayarnya. 

Jika kamu berniat untuk infak dan wakaf juga, mulai riset untuk membantu kamu memutuskan tempat penyaluran terbaik untuk alokasi infak dan wakafmu. Cari organisasi yang kamu tahu dijalankan oleh para profesional di bidangnya, mempunyai catatan kegiatan dan pertanggungjawaban yang baik dan transparan, dan berkontribusi untuk hal-hal yang sangat bermakna untuk dirimu. 

Tentukan frekuensi infak yang ingin kamu lakukan. Jika kamu mempunyai alokasi 3 juta untuk dibayarkan berinfak, apakah kamu akan membayarnya dalam 30 hari, disalurkan setiap selesai salat Subuh sebanyak Rp100 ribu sehari? Lalu, lewat situs atau aplikasi apa kamu akan menyalurkannya? 

Persiapan Fisik 

Walaupun sejatinya Ramadan adalah sebuah ajang olimpiade spiritual, namun aspek fisik juga sangat berperan. Dengan energi dan stamina yang cukup, perjalanan Ramadanmu akan terasa lebih menyenangkan. 

Siapkan hal-hal berikut sebagai bagian dari persiapan khusus menyambut Ramadan, agar tidak mengganggu bulan Ramadan-mu: 

  1. Atur ulang jadwal istirahat dan tidur supaya sudah bisa langsung beradaptasi dengan jadwal waktu Ramadan saat bulannya tiba
  2. Rencanakan suplemen kesehatan apa saja yang harus kamu siapkan di waktu sahur dan berbuka 
  3. Rencanakan bahan-bahan makanan apa saja yang harus kamu siapkan di waktu sahur dan berbuka
  4. Beli baju Lebaran di awal waktu 
  5. Siapkan tiket liburan Lebaran di awal waktu 
  6. Rencanakan zakat dan pembayarannya sebelum memasuki waktu Ramadan 
  7. Jika kamu suka tetap melakukan olahraga ringan di bulan puasa, rencanakan kapan dan bagaimana kamu akan melakukannya sebelum Ramadan mulai. 
  8. Rencanakan prosesi i’tikafmu dan apa saja yang perlu kamu lakukan untuk memastikan kelancarannya. 

Nah, itulah beberapa tips dan trik persiapan khusus menyambut Ramadan yang bisa kamu lakukan. Semoga menjadi bahan bakar untuk persiapanmu menyambut bulan Ramadan ya! Mudah-mudahan, kamu bisa lebih semangat lagi menjalani Ramadan tahun ini dan lebih giat lagi beribadah untuk Allah Ta’ala.

Bulan Ramadan juga sangat identik dengan penerimaan Tunjangan Hari Raya (THR). Untuk kamu yang akan menerima THR di tengah bulan Ramadan, jangan lupa alokasikan untuk menambah asetmu lewat pendanaan P2P syariah di ALAMI! Kamu bisa menikmati imbal hasil sampai dengan setara 16% per tahun dengan mendanai usaha yang sudah dikurasi secara selektif oleh tim ALAMI. Yuk, download aplikasinya:

Download di App Store
Download ALAMI di Play Store

Melita Rahmalia

Content Manager at ALAMI

Being able to be part of a teamwork to spread more adoption of Islamic finance in the country is a privilege I'm really grateful for. In my spare time, I try to strike that elusive balance between social time and solitude time.

Being able to be part of a teamwork to spread more adoption of Islamic finance in the country is a privilege I'm really grateful for. In my spare time, I try to strike that elusive balance between social time and solitude time.

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments