pembiayaan umkm
published 15/09/2021 - 3 Min Read

Pembiayaan UMKM dengan Teknologi Keuangan Syariah

Dalam artikel di ALAMI sebelumnya kita sempat membahas mengenai Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak perekonomian bangsa. Para pelaku usaha mikro kecil dan menengah ini diatur sepenuhnya oleh Undang-undang nomor 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, dengan masing-masing kriterianya. Namun, meski menjadi tulang punggung perekonomian bangsa, banyak di antara pelaku UMKM masih memiliki literasi keuangan yang rendah. Begitu juga dengan pembiayaan UMKM yang belum maksimal. Sehingga jalannya usaha mereka menemui jalan terjal.

Chief Business Officer (CBO) ALAMI, Bembi Juniar menjadi bintang tamu dalam sharing session bersama Jabar Preneur, Pusat Pembinaan Wirausaha Mandiri berbasis Swadaya Masyarakat di Jawa Barat, melalui live Instagramnya, pada Kamis 9 September 2021 lalu. Dalam sharing session yang bertajuk “Pemberdayaan Ekonomi Indonesia Melalui Solusi Perbankan Syariah”, Bembi menceritakan peran penting perbankan syariah atau lembaga keuangan syariah dalam memberdayakan UMKM, khususnya di ALAMI. 

Bembi menceritakan keberhasilan ALAMI dalam melakukan disbursement kepada UMKM yang sudah mencapai Rp 1 triliun. Sejak awal kata Bembi ALAMI didirikan untuk membantu UMKM agar lebih melek lagi terhadap keuangan, baik itu dari sisi pembiayaan maupun dari segi pengelolaan keuangan. Sebab kendala yang dihadapi para UMKM selama ini literasi terhadap keuangan masih rendah.

“Kendalanya, dari sisi UMKM tidak tahu caranya bagaimana agar bisnisnya bisa berkembang, minim literasi pencatatan keuangan, mereka kita tanya omzetnya berapa, uangnya kepakai apa saja, mereka tidak tercatat dengan baik. Itu yg harus kita perbaiki. Kita ingin memberikan literasi keuangan yang baik secara langsung maupun digital,” kata Bembi. 

Pembiayaan UMKM, Tak Jadikan Uang Sebagai Komoditas

Bembi mengatakan perbedaan perbankan atau lembaga keuangan konvensional dengan lembaga keuangan syariah dalam memberikan pembiayaan khususnya untuk pembiayaan UMKM adalah di syariah tidak menjadikan uang sebagai komoditas, tetapi sebagai alat transaksi saja. Sebab nilai  utama dalam pembiayaan UMKM, lanjut Bembi, adalah transfer pengetahuan tentang literasi keuangan kepada para pelaku UMKM. 

“Di dalam Lembaga Keuangan Syariah yang menjadi perbedaannya uang itu bukan komoditi, tetapi alat tukar. Jadi transparansi penggunaan keuangan, diketahui pemberi pembiayaan, diawasi Dewan Pengawas Syariah yang anggotanya merupakan Dewan Syariah Nasional MUI, yang memiliki pengetahuan fiqh dan muamalah,” terang Bembi.

Khusus di ALAMI, kata Bembi, para squads ALAMI dibekali pengetahuan tentang pengelolaan keuangan yang nantinya bisa ditransfer pengetahuannya kepada UMKM penerima pembiayaan. Sehingga, UMKM tak hanya mendapatkan pembiayaan modal kerja tetapi ilmu yang bermanfaat bagi keberlangsungan usahanya. 

“Kita membekali tim pengetahuan yang baik, bagaimana kita memanage UMKM. Kita tahu bisnis UMKM itu sendiri, misal tentang pertanian, FnB, bagaimana prosesnya dari hulu ke hilir, komunikasi dengan UMKM,” kata Bembi. 

“Kami di ALAMI bukan saja bersifat lembaga pembiayaan saja, tapi memberikan literasi. UMKM kita ketahui sebagai backbone ekonomi Indonesia, kita mewajibkan Squad memberikan literasi kepada UMKM, mereka UMKM masih bingung cara mengembangkan bisnisnya. Jadi adanya edukasi memberikan dampak positif keberlangsungan bisnis dengan para UMKM,” lanjut Bembi.

Hal inilah kata Bembi yang membuat Non Performance Loan atau NPL di ALAMI masih 0 persen atau dengan kata lain Tingkat Keberhasilan Bayar 90 masih di angka 100 persen. Artinya, para UMKM yang mendapatkan pembiayaan di ALAMI masih loyal dan memberikan kepercayaannya terhadap ALAMI. Sebab, ALAMI bukan saja lembaga keuangan yang memberikan pembiayaan UMKM tetapi memberikan dampak yang lebih daripada itu. 

Pembiayaan UMKM dengan Sentuhan Teknologi 

Pembiayaan UMKM khususnya dengan perbankan syariah atau lembaga keuangan syariah di era digital seperti saat ini masih kurang tersentuh dengan teknologi. Maka dari itu, inklusi keuangan syariah di Indonesia yang merupakan mayoritas penduduk beragama Islam terbesar di dunia, hanya ada di angka  6 persen saja.

“Secara visi misi, ALAMI ingin merevolusi keuangan syariah secara digital. Bahwa keuangan syariah mudah digunakan. Secara akad transparan, menguntungkan dua belah pihak. Secara misi melakukan banyak hal, karena banyak masyarakat Indonesia, salah satu negara muslim terbesar di dunia, tetapi market share syariah minim hanya di 6 persen saja. Hal ini dikarenakan ketidaktahuan masyarakat, serta tidak tersentuh dengan teknologi dengan baik,” jelas Bembi.

Maka dari itu, ALAMI sebagai platform peer to peer lending syariah serta Hijra Bank yang sebentar lagi akan diluncurkan menghadirkan aplikasi dengan teknologi yang mudah dijangkau oleh semua kalangan. Sehingga akses masyarakat terhadap perbankan syariah atau lembaga keuangan syariah akan semakin mudah, semudah orang-orang memesan makanan atau belanja online dari aplikasi ecommerce. 

Ayo jadi yang pertama mendapatkan akses aplikasi Hijra Bank! Daftarkan segera nama dan emailmu di Hijra.id untuk menjadi daftar tunggu aplikasi Hijra Bank!

Adhi Muhammad Daryono

Content Specialist at ALAMI

Hard work, patience and prayer. Learners of all things, open to new insights

Hard work, patience and prayer. Learners of all things, open to new insights

guest
1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] kamu mengunduh dan menginstal aplikasi whatsapp business di smartphone, saatnya untuk mengatur WhatsApp Business untuk jualan. Kamu harus membuat profil bisnis kamu atau jualan usaha yang kamu […]