keuangan syariah
published 27/10/2021 - 4 Min Read

Perkuat Industri Keuangan Syariah, UIII, UNDP dan IsDB Meluncurkan Pusat Keunggulan Keuangan Islam di Indonesia

Indonesia, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, berpotensi menjadi pemimpin global untuk keuangan Islam. Pada pasar halal global 2017 yang bertotal USD 2,1 triliun, Indonesia menempati urutan pertama dalam hal konsumen industri halal, dengan kontribusi 10 persen. Selain itu, Islamic Finance Development Report 2020 dan Global Islamic Economy Indicator 2020/2021 masing-masing menempatkan Indonesia di urutan kedua dan keempat.

Oleh karena itu, perlu adanya dukungan dari berbagai pihak untuk memperkuat pasar halal global di Indonesia. Salah satu bentuk dukungannya adalah dengan mendirikan pusat kajian yang bertaraf internasional untuk keuangan Islam. Bergerak dari hal tersebut. United Nations Development Program (UNDP), Universitas Islam Internasional Indonesia, dan Islamic Development Bank bekerja sama meluncurkan Pusat Keunggulan Keuangan Islam untuk Pembangunan Berkelanjutan atau Center of Excellence of Islamic Finance for Sustainable Development Goals (SDGs). 

Peluncuran ini merupakan salah satu bagian dari acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-8 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, pada Senin 25 Oktober 2021.  Center of Excellence ini berada di kampus UIII Depok yang bertujuan sebagai tempat penelitian keuangan syariah, dan juga untuk menerapkan keuangan Islam secara praktis demi terciptanya pembangunan yang berkelanjutan di berbagai bidang. 

Acara yang bertema Decade of Action: Leveraging the Stability and Availability of Islamic Finance for SDGs, dihadiri Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan,Kepala Departemen Internasional BI Doddy Zulverdi, Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan Kementerian Keuangan Wempi Saputra, Wakil Rektor UIII Dadang Muljawan, Kepala Perwakilan UNDP di Indonesia Norimasa Shimomura, dan juga Direktur Jenderal IsDB Sami Al-Suwailem yang hadir secara virtual. 

Dalam sambutannya, Anies Baswedan mengatakan peluncuran Pusat Keunggulan Keuangan Islam ini sangat tepat waktunya di tengah fase terpenting dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. 

“Peluncuran ini sangat tepat waktu, karena kita tengah memasuki fase terpenting dari upaya kolektif global untuk mencapai TPB dengan dimulainya Dekade Aksi (Decade of Action). Meski tenggat waktu untuk mencapai target TPB semakin dekat, terjadi berbagai kemunduran akibat pandemi. Oleh karena itu, Center of Excellence in Islamic Finance ini diharapkan dapat berkontribusi pada upaya bersama kita dalam mempercepat pencapaian TPB dan menutup beberapa kemunduran,” kata Anies. 

Diluncurkannya Pusat Keunggulan Keuangan Islam ini membuktikan bahwa keuangan Islam atau keuangan syariah lebih tahan kuat di tengah terpaan krisis. Hal itu diungkapkan oleh Doddy Zulverdi dalam sambutannya setelah Anies. 

“Industri keuangan Islam telah menunjukkan ketahanan yang lebih kuat, berdasarkan pengalaman krisis keuangan global sebelumnya. Para akademisi memandang pembiayaan Islam memiliki risiko sistemik yang lebih rendah dan sistem pembiayaan berkelanjutan yang membuatnya lebih kuat dan tangguh daripada sistem pembiayaan komersial,” ujarnya. 

Setelah acara peluncuran dilanjutkan dengan diskusi tingkat tinggi dengan narasumber Dadang Muljawan, Norimasa Shimomura dan juga Sami Al-Suwailem. Diskusi dimoderatori oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIII, Prof. Dian Masyita.

Keuangan Syariah Berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Dalam diskusi tersebut, Prof. Dian Masyita mencatat bahwa keuangan syariah dalam rangka Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainability Development Goals (SDGs) dapat berkontribusi secara optimal untuk memberikan dampak sosial dan lingkungan. Sebab, instrumen keuangan syariah hadir saling melengkapi dan inklusif.

“Indonesia, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, berpotensi menjadi pemimpin global untuk keuangan Islam. Pada pasar halal global 2017 yang bertotal USD 2,1 triliun, Indonesia menempati urutan pertama dalam hal konsumen industri halal dengan kontribusi 10 persen. Selain itu, Islamic Finance Development Report 2020 dan Global Islamic Economy Indicator 2020/2021 masing-masing menempatkan Indonesia di urutan kedua dan keempat,” ujar Dian.

Selanjutnya, setelah diluncurkan, Center of Excellence ini akan melakukan beberapa kegiatan seperti mengembangkan inisiatif bersama untuk menyalurkan instrumen keuangan Islam menuju pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TBP), memberikan wawasan akan keuangan Islam kepada program dan mekanisme penjangkauan, memberikan dukungan pada strategi komunikasi untuk keuangan Islam pada TPB dan inklusi keuangan dan  pelatihan, lokakarya, dan konferensi untuk meningkatkan kesadaran akan keuangan Islam dan TPB.

Hadirnya Pusat Keunggulan Keuangan Islam di Indonesia ini didukung oleh organisasi PBB yakni UNDP yang bertujuan mengakhiri ketidakadilan kemiskinan, ketidaksetaraan, dan perubahan iklim. Bekerja dengan jaringan pakar dan mitra yang luas di 170 negara, kami membantu negara-negara membangun solusi yang terintegrasi dan berkelanjutan bagi manusia dan bumi.

Selain itu, Pusat Keunggulan Keuangan Islam ini ada di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). UIII merupakan lembaga pendidikan baru yang didirikan berdasarkan amanat Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2016 tentang Pembentukan UIII sebagai lembaga pendidikan tinggi berstandar internasional, menjadi model pendidikan tinggi Islam terdepan dalam kajian Islam, ilmu sosial, humaniora, dan ilmu teknologi. 

UIII memiliki berbagai pusat penelitian dengan keahlian khusus untuk menjawab masalah dan tantangan strategis. Adapun UIII menyandang status PTN BH (Badan Hukum Perguruan Tinggi Negeri) bersama 12 perguruan tinggi ternama lainnya.

Satu institusi lagi yang mendorong lahirnya Pusat Keunggulan Keuangan Islam adalah Islamic Development Bank (IsDB). IsDB adalah adalah bank pembangunan multilateral (MDB), bekerja untuk meningkatkan kehidupan orang-orang dengan mempromosikan pembangunan sosial dan ekonomi di negara-negara Anggota dan komunitas Muslim di seluruh dunia, memberikan dampak dalam skala besar.

Kamu juga bisa ikut berpartisipasi untuk mewujudkan keuangan Islam yang unggul. Salah satu caranya dengan ikut pendanaan UMKM di ALAMI. Dengan mengikuti pendanaan UMKM ini, keuanganmu bisa berkembang dan dikelola secara syariah. Nantinya, kamu bakal mendapatkan ujrah atau imbal hasil setara hingga 14-16% p.a. Tunggu apa lagi segera download aplikasinya di Playstore atau Appstore.

Adhi Muhammad Daryono

Content Specialist at ALAMI

Hard work, patience and pray, no hustle culture. Learners of all things, open to new insights

Hard work, patience and pray, no hustle culture. Learners of all things, open to new insights

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments