halalbihalal
published 12/05/2021 - 3 Min Read

Serba-serbi Halalbihalal: Sejarah, Pengertian hingga Halalbihalal Virtual

Di setiap perayaan Idul Fitri atau lebaran ada tradisi yang tak pernah terlewatkan, khususnya bagi masyarakat Indonesia, yakni halalbihalal. Halalbihalal adalah saling bermaafan di hari lebaran. Lebih tepatnya halalbihalal adalah kegiatan silaturahmi pada saat lebaran atau Idul Fitri yang diisi dengan saling memaaf memaafkan. 

Kegiatan silaturahmi ini sudah menjadi tradisi di Indonesia. Meski berasal dari bahasa Arab, tapi orang Arab sendiri tak tahu arti dan makna halalbihalal. Halalbihalal merupakan kreasi dan ciptaan orang Indonesia. Namun, pada intinya bertujuan untuk menciptakan keharmonisan antar sesama manusia. Jadi walaupun merupakan kata kreasi tersendiri dari orang Indonesia, hakikatnya berasal dari ajaran Al-Qur’an.

Sejarah Halalbihalal 

Dalam sejarahnya di Indonesia, kata dan tradisi ini dicetuskan oleh tokoh dari Nahdlatul Ulama KH Wahab Chasbullah. Dikutip dari kompas.com, istilah dan tradisi halalbihalal terjadi ketika kondisi negara sedang memanas sekitar tahun 1948. 

Di tahun tersebut ada berbagai pemberontakan mulai dari PKI, DI/TII dan berbagai pemberontakan lainnya. Presiden ke-1 RI, Soekarno pun memanggil KH Wahab Chasbullah untuk meminta pendapat. KH Wahab pun menyarankan Bung Karno untuk menggelar acara silaturahmi di antara elite politik dengan memanfaatkan momentum Idul Fitri. 

Tapi Bung Karno merasa kurang cocok dengan penggunaan kata silaturahmi untuk mendinginkan suhu politik saat itu. Menurutnya, istilah itu terlalu biasa dan harus dicari istilah lain agar pertemuan itu jadi momentum dan mengena bagi para elite yang hadir. 

KH Wahab Chasbullah kemudian menemukan istilah halalbihalal. Diawali dengan penjelasan situasi para elite politik yang saling serang dan menyalahkan satu sama lain, KH Wahab menjelaskan hukum dalam Islam. Ia menyebut bahwa saling menyalahkan adalah dosa. Di sisi lain, dosa memiliki hukum haram. 

KH Wahab menyebutnya dengan ‘Thalabu halal bi thariqi halal‘, jika diartikan menjadi ‘mencari kehalalan dengan cara halal’. Maksudnya adalah mencari penyelesaian masalah atau keharmonisan hubungan dengan cara memaafkan kesalahan, dari situlah awal mula istilah halalbihalal berasal. 

Tradisi Halalbihalal Hanya Ada di Indonesia

Meski menggunakan istilah bahasa Arab, ternyata kegiatan ini hanya ada di Indonesia. Seperti yang telah disebutkan di atas mengenai sejarahnya di awal , kegiatan silaturahmi ini dibentuk karena situasi di Indonesia pada masa lampau, yang kemudian menjadi budaya. Hingga pada akhirnya setiap Idul Fitri, masyarakat Indonesia terbiasa melakukannya.

Maknanya tentunya lebih dipahami oleh orang Indonesia daripada orang Arab sendiri meski berasal dari kata bahasa Arab. Kata ini dipakai sebagai pengganti istilah silaturahmi dan telah menjadi tradisi di Indonesia saat lebaran.

Halal merupakan lawan kata dari haram. Jadi dari segi hukum maknanya memberikan kesan bahwa akan terbebas dari dosa seseorang yang melakukannya. Jadi maknanya menurut tinjauan hukum, membuat sikap yang haram menjadi halal atau tidak berdosa lagi. tentunya hal ini harus didukung dengan saling memaafkan secara lapang dada.

Apa itu Halalbihalal dan Tujuannya?

Makna halalbihalal yaitu silaturahmi dan saling memaafkan. Seperti yang telah diketahui, ini adalah kegiatan silaturahmi dan saling memaafkan tidak terbatas hanya pada saat idul fitri saja.

Halalbihalal tidak bisa dimaknai secara bahasa tapi hanya bisa dimaknai dari segi tradisi dan kultural. Halalbihalal adalah budaya saling memaafkan atau dengan saling berkunjung ke rumah saudara untuk saling bermaafan. Adapun maksud dan tujuan tradisi tersebut adalah sesuai hadits Nabi SAW sebagai berikut:

إِذَا الْتَقَيَا فَتَصَافَحَا تَحَاتَتْ ذُنُوْبُهُمَا 

“Sesungguhnya apabila dua orang islam bertemu kemudian bersalaman maka gugurlah dosa dari keduanya.”

 مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَتَفَرَّقَا 

Tidak ada dua orang muslim yang bertemu kemudian bersalaman kecuali dosa keduanya diampuni oleh Allah swt sebelum mereka berpisah.” (HR. Tirmidzi). 

Halalbihalal Virtual

Di saat pandemi seperti saat ini menggelar halalbihalal sulit dilaksanakan, karena sebagai upaya pencegahan virus COVID-19 lebih luas lagi. Orang-orang pun lebih banyak diam di rumah daripada harus saling mengunjungi rumah kerabat, teman dan saudara. Solusinya dilakukanlah silaturahmi secara virtual. 

Saat ini semua orang telah tersambung melalui kemajuan teknologi. Maka dari itu untuk mempererat silaturahmi, halalbihalal masih bisa dilakukan dengan cara virtual. Banyak platform yang bisa digunakan untuk menggelar halalbihalal secara virtual, mulai dari video call whatsapp, zoom meeting, Google meeting, skype dan platform aplikasi lainnya. Semua platform tersebut bisa digunakan untuk mengobati rindu dan bertemu dengan sanak saudara, atau kerabat yang sudah lama tidak bertemu.

Jangan lupa juga, bagi kamu yang masih punya sisa uang THR, nggak ada salahnya untuk bisa dikembangkan bersama ALAMI.

Yuk, lakukan hijrah finansial dengan ikut pendanaan untuk UMKM dengan prinsip syariah dan didukung proses yang nyaman, aman, dan efisien dengan teknologi. Platform peer-to-peer financing syariah ALAMI mempertemukan UMKM dengan pemberi pendana.

Teknologi yang dimiliki ALAMI menganalisa ratusan data untuk menghasilkan pembiayaan yang memiliki kualitas dan kredibilitas yang baik. Daftar sekarang untuk menjadi pendana ALAMI dan nikmati kemudahan proses pembiayaan syariah yang lebih efisien, akurat dan transparan.

Download dan instal ALAMI Mobile App di Play Store dan App Store sekarang juga! 

Adhi Muhammad Daryono

Content Specialist at ALAMI

Hard work, patience and prayer. Learners of all things, open to new insights

Hard work, patience and prayer. Learners of all things, open to new insights

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments