jam kerja
published 20/11/2021 - 3 Min Read

Aturan Jam Kerja 4 Hari dalam Seminggu ALAMI Group Mulai Dikenal Dunia

ALAMI Group telah menerapkan #bye5 atau jam kerja selama 4 hari selama seminggu. Sistem ini sudah dilakukan ALAMI Group sejak bulan Oktober 2021. Ternyata terobosan yang dilakukan ALAMI Group mengenai jam kerja karyawan menjadi perbincangan di berbagai platform media sosial, mulai dari Instagram hingga LinkedIn. 

Bahkan, terobosan ALAMI Group ini mendapatkan perhatian masyarakat luar negeri. Selama ini di berbagai tempat, atau negara jam kerja karyawan pada umumnya adalah 5 hari kerja dalam satu minggu. Founder & CEO The Productive Muslim Company, yang juga merupakan motivator serta penulis buku The Productive Muslim: Where Faith Meets Productivity, Mohammed Faris, berkesempatan mewawancarai CEO ALAMI Group Dima Djani dalam channel YouTube The Productive Muslim Company.

Sebelum kita membahas bagaimana wawancara Mohammed Faris dengan Dima Djani di podcastnya, mari kita berkenalan terlebih dahulu dengan Mohammed Faris. 

Mohammed Faris

Mohammed Faris adalah seorang penulis, mentor dan motivator dalam meningkatkan produktivitas di dunia Muslim. Mohammed Faris juga merupakan CEO Productive Muslim Company. Pria kelahiran  Tanzania ini menulis buku  Muslim Produktif (judul asli The Productive Muslim: Where Faith Meets Productivity).

Sejak 2007, ia mendedikasikan dirinya pada ilmu produktivitas dan menghubungkan ilmu keislaman dan spiritualitas dengan ilmu produktivitas modern. Melalui blog dan organisasi pelatihannya, ia membantu siapapun untuk menjalani kehidupan yang produktif. 

Pada tahun 2014, ia ditambahkan ke daftar 500 Muslim Paling Berpengaruh di seluruh dunia dan platformnya memenangkan Brass Crescent Award untuk blog terbaik/blog grup terbaik selama tiga tahun berturut-turut.

Mohammed Faris juga pendiri ProductiveMuslim.com yang menyediakan video-video animasinya yang menginspirasi lewat channel YouTube. 

Buku Productive Muslim lahir dari kegelisahan Mohammed Faris menyaksikan realitas dunia Islam saat ini yang masih bergelut dengan masalah internalnya dan belum mampu bangkit untuk memberikan kontribusi maksimal bagi peradaban manusia.

The Productive Muslim Company

The Productive Muslim Company merupakan perusahaan untuk membantu menjembatani kesenjangan antara pekerjaan dengan hal spiritual. The Productive Muslim Company mengkhususkan diri dalam menyediakan materi bagi umat Muslim yang menggabungkan ajaran Islam dengan kiat dan nasihat produktivitas kontemporer. Tagline yang dimiliki perusahaan ini adalah “we train spiritually intelligent leaders to make an impact in the world.

Salah satu produk yang disiapkan The Productive Muslim Company adalah podcast #LivingWithBarakah Show, di mana Mohammed Faris mewawancarai pemimpin Muslim dari berbagai bidang yang ingin menciptakan dampak positif dan kehidupan dengan keberkahan yang lebih besar, seperti misalnya Iqbal Nasim, mantan CEO National Zakat Foundation di Inggris (dari tahun 2011-2021) dan Joe Bradford, ahli keuangan syariah dari Amerika Serikat yang pernah berkarir di Al Rajhi Bank, bank syariah terbesar untuk pasar Timur Tengah. 

Untuk episode ke-16 podcast #LivingWithBarakah, Mohammed Faris mewawancarai Dima Djani, CEO dan Founder ALAMI Group untuk menceritakan lebih lanjut tentang keputusan melaksanakan 4 hari kerja dan dampak yang dirasakan. 

Podcast The Productive Muslim: Jam Kerja 4 Hari di ALAMI Mulai Dikenal Dunia

Dalam podcast tersebut, Dima mengatakan ide awal untuk menjadikan hari kerja selama 4 hari adanya riset dari tim People and Culture (PaC). Selain itu, hari Jumat merupakan sayyidul ‘ayyam atau hari yang dimuliakan dalam Islam. 

“Kita ketahui di hari Jumat ada Shalat Jumat, juga dikenal sebagai sayyidul ayyam atau hari yang dimuliakan. Bisakah kita libur di hari Jumat agar bisa fokus beribadah dan lebih dekat dengan keluarga? Tentunya ini berkat adanya riset dari tim PaC, tim yang luar biasa untuk melakukan terobosan ini,” jelas Dima. 

Dima membuktikan bahwa dengan menerapkan kerja selama 4 hari, ALAMI Squad semakin dekat dengan keluarganya. Seperti seorang ayah bisa bermain bersama anaknya lebih lama, dan bahkan pergi shalat Jumat bersama. Atau pun seorang anak bisa tinggal bersama orang tuanya lebih lama, dan menjalin kedekatan emosional lebih dalam.

Ketika bekerja selama empat hari ini diperkenalkan dengan nama #bye5, hal ini menjadi sesuatu yang viral di media sosial mulai dari instagram hingga LinkedIn. Semua orang membicarakan dan terkesan atas terobosan yang dilakukan ALAMI.

Podcast The Productive Muslim bersama CEO ALAMI Group Dima Djani

Dima menyebutkan, meski menerapkan 4 hari kerja di ALAMI Group, tapi ternyata tak mempengaruhi produktivitas kerja para ALAMI Squad. Bahkan, di bulan Oktober kinerja ALAMI mengalami pertumbuhan, yakni disbursement senilai Rp 400 miliar. 

“Bulan Oktober merupakan bulan target kita untuk menaikkan disbursement bulanan kami. Alhamdulillah di bulan Oktober disbursement kita naik 24 persen dengan total Rp 400 miliar,” kata Dima. 

Selain itu, secara psikologis menerapkan kerja 4 hari di ALAMI group mampu menurunkan tingkat stres dari para ALAMI Squad. Sebab, ALAMI Squad bisa menikmati work-life-ibadah secara seimbang. Di bulan Oktober, terdapat penurunan signifikan untuk cuti sakit yang diajukan ALAMI Squad, dari yang sebelumnya terdapat 15 hari total cuti sakit sepanjang Q3 2021. 

Terinspirasi oleh kesuksesan ALAMI Group untuk hidup seimbang antara bekerja dan beribadah? Kamu juga membuat perubahan yang berarti seperti ALAMI dengan menghijrahkan keuanganmu lebih baik lagi. 

Di ALAMI, uangmu dikelola secara syariah untuk mendanai UMKM yang sedang berkembang. Insyaallah kamu akan mendapatkan ujrah atau imbal hasil setara dengan 14-16% pa. Untuk memulai mendanai download dulu aplikasinya di Playstore dan Appstore.

Adhi Muhammad Daryono

Content Specialist at ALAMI

Hard work, patience and pray, no hustle culture. Learners of all things, open to new insights

Hard work, patience and pray, no hustle culture. Learners of all things, open to new insights

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments