Hari Ibu
published 21/12/2021 - 5 Min Read

Peringatan Hari Ibu, ALAMI Berikan Tunjangan Birrul Walidain

Tanggal 22 Desember selalu diperingati sebagai Hari Ibu di Indonesia. Penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu merupakan hasil dari Kongres Perempuan Indonesia I yang digelar pada 22-25 Desember 1928.

Kongres tersebut dilaksanakan beberapa pekan usai Kongres Pemuda II dihelat. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 600 perempuan dari puluhan perhimpunan wanita dari latar belakang, suku, agama, budaya, usia dan pekerjaan yang beragam.

Dua tahun usai kongres perempuan pertama digelar, para perempuan di Indonesia menyatakan gerakan ini sebagai bagian dari pergerakan nasional. Hal ini menjelaskan bahwa perempuan wajib ikut serta dalam memperjuangkan dan mempertahankan nusa dan bangsa.

Hingga akhirnya, di hari pertama Kongres Perempuan I digelar, yakni pada tanggal 22 Desember 1929 ditetapkan sebagai Hari Ibu oleh Pemerintah Republik Indonesia. Selanjutnya, Hari Ibu Nasional ini diresmikan oleh Presiden Soekarno dalam Dekrit Presiden RI no 316 tahun 1953.

Hingga kini, momen Hari Ibu merupakan momen untuk menunjukkan rasa sayang anak terhadap orang tua terutama ibu. Bahkan dalam ajaran Islam, ibu sangat dimuliakan. Dalam suatu hadis Rasulullah SAW, ibu disebut tiga kali kemudian ayah untuk menunjukkan besarnya rasa cinta dan hormat yang seharusnya kita tunjukkan kepada sang ibu. 

Dalam hadis riwayat Abu Hurairah Radiyallahu’anhu, Rasulullah menyuruh kita untuk berbuat baik tiga kali lebih besar kepada ibu. 

“Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata ‘Wahai Rasulullah kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali? Nabi SAW menjawab Ibumu. Dan orang tersebut kembali bertanya, kemudian siapa lagi? Nabi menjawab Ibumu, orang itu bertanya kembali, kemudian siapa lagi, beliau menjawab Ibumu, orang itu bertanya kembali kemudian siapa lagi? Nabi menjawab kemudian ayahmu,” (HR Bukhari dan Muslim)

Berbakti Kepada Orang Tua (Birrul Walidain) dan Hari Ibu

Dalam ajaran Islam, orang tua terutama ibu sangat dimuliakan. Memuliakan orang tua disebut dengan ajaran birrul walidain atau berbakti kepada orang tua. Dalam Al-Quran terdapat banyak ayat yang merupakan perintah Allah SWT untuk memuliakan dan berbakti kepada orang tua. Salah satunya adalah QS Al Israa ayat 23 yang berbunyi:

وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.

Secara luas, berbakti kepada orang tua atau birrul walidain adalah menunaikan hak orang tua yang menjadi kewajiban seorang anak terhadap orang tua, tetap menaati keduanya, melakukan hal-hal yang membuat mereka senang, dan menjauhi berbuat buruk terhadap mereka. 

Selain ayat di atas ada juga perintah mentaati orang tua seperti di QS Luqman ayat 14 dan 15 yang berbunyi: 

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. 

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepadaKulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Al-Luqman: 14-15). 

Keutamaan Birrul Walidain atau Berbakti Kepada Orangtua

Husain Zakaria Fulaifil dalam “Maafkan Durhaka Kami, Ayah Bunda” menulis beberapa keutamaan berbakti kepada orangtua menurut Al-Quran dan hadits, yaitu: 

  • Berbakti kepada kedua orangtua lebih utama dari jihad (berjuang di jalan Allah). 
  • Bakti kepada kedua orangtua adalah kebaikan yang memediasi keterkabulan doa kepada Allah
  • Bakti kepada kedua orangtua adalah karakteristik dasar para Nabi. 
  • Ridha Allah terletak pada ridha kedua orangtua, dan kemarahan Allah terletak pada kemarahan orangtua (HR Tirmizi)
  • Bakti kepada kedua orang tua menjadi sebab (kunci) untuk masuk surga. 
  • Orang yang berbakti kepada kedua orang tuanya doa-doanya dikabulkan (diterima) Allah Azza wa jalla.
  • Bakti kepada orangtua adalah kebaikan yang menghapus dosa-dosa besar. 
  • Barang siapa yang berbakti kepada orangtuanya, kelak anak-anaknya akan berbakti kepadanya.
  • Bakti kepada kedua orangtua melahirkan berkah rizki dan memanjangkan umur. 
  • Doa kedua orang tua mustajab (dikabulkan Allah). 
  • Orang yang berbakti kepada kedua orangtuanya dalam naungan kasih sayang Allah Azza wa Jalla. 

Doa untuk Kedua Orang Tua

doa kepada kedua orang tua

Mendoakan orang tua adalah amalan yang tak akan terputus dan terus mengalir. Seperti dikutip dari hadis Nabi SAW. Hadis tersebut diriwayatkan dari Abu Hurairah ra dalam hadits riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda: 

“Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak sholeh yang berdoa baginya.”

Doa kepada kedua orang tua atau doa birrul walidain adalah kebaktian yang masih bisa dilakukan seorang anak kepada orang tuanya yang telah meninggal dunia dan terus memberikan kebaikan pada orang tua.

Doa seorang anak akan terus mengalir kebaikan dan manfaat dan balasan kebaikan bagi kedua orang tua tatkala amal-amal lainnya telah terputus.

Berikut doa untuk orang tua yang bisa dilakukan terutama di setiap selesai shalat 5 waktu: 

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Rabbighfir lī, wa li wālidayya, warham humā kamā rabbayānī shaghīr

Artinya: Tuhanku, ampunilah dosaku dan (dosa) kedua orang tuaku. Sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu aku kecil

Terobosan ALAMI Berikan Birrul Walidain Allowance untuk Squad

tunjangan

Di berbagai perusahaan banyak tunjangan yang diberikan kepada karyawannya. Mulai dari tunjangan kesehatan, tunjangan hari raya (THR) hingga tunjangan jabatan. Tetapi di ALAMI ada tunjangan yang berbeda dari yang lainnya, yakni birrul walidain allowance atau tunjangan untuk berbakti kepada orang tua.

Sebagai bentuk bakti kepada orang tua masing-masing ALAMI Squad, ALAMI mengimplementasikan program Birrul Walidain Allowance. Birrul Walidain Allowance adalah benefit yang akan diberikan kepada ALAMI Squad yang sudah bekerja minimal satu tahun, dan akan mendapatkan uang tunjangan sebesar Rp10 juta (untuk karyawan yang telah bekerja minimal 1 tahun) dan Rp2 juta (untuk karyawan yang telah bekerja di bawah 1 tahun). 

Benefit tersebut wajib disampaikan kepada orang tua masing-masing dan dilaporkan bukti pemberiannya. Uang tunjangan ini akan dibayarkan ke rekening masing-masing pada tanggal 22 Desember, bersamaan dengan momentum Hari Ibu. 

Birrul Walidain Allowance adalah salah satu bentuk memberikan kebahagiaan kepada orang tua. Atas dasar inilah, ALAMI ingin memfasilitasi para Squad untuk memberikan amalan terbaik. Semoga dengan adanya Birrul Walidain Allowance, semua pekerjaan yang dilakukan oleh ALAMI Squad akan mendapatkan keridhaan dari Allah SWT, salah satunya lewat doa-doa dan keridhaan dari para orangtua Squad yang telah mengizinkan anak-anaknya berkontribusi kepada ALAMI Group. 

Seperti hadis yang telah disebutkan di atas, bahwa,

“Ridho Allah SWT bergantung dari ridho kedua orangtua dan kemurkaan Allah SWT bergantung dari kemurkaan orangtua” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban, Hakim). 

Maka InsyaaAllah, doa dan ridho orangtua akan selalu menyertai pada ALAMI squad untuk bekerja di ALAMI untuk menjunjung agama Allah.

Memuliakan orang tua wajib dilakukan oleh setiap anak setiap hari, dan ALAMI akan mengambil bagian untuk mempersiapkan kado indah di akhir tahun untuk para orangtua dari ALAMI Squad.

Kamu juga bisa memberikan kebahagiaan kepada orang tuamu sebagai bukti baktimu selama ini. Salah satu caranya memberikan tabungan untuk masa pensiun orang tuamu. Kembangkan uangmu lebih baik lagi untuk masa pensiun orang tuamu lebih baik, sehingga kamu bisa memberikan yang terbaik bagi mereka. 

Hari Ibu

Di momen Hari Ibu ini ALAMI menggelar IG Live dengan tajuk “Buat Bahagia Orang Tua dan Anak dengan Kelola Keuangan Secara Syariah” bersama Psikolog & Founder @apdcindonesia Analisa Widyaningrum.

Beliau akan membahas tentang banyaknya dari orang-orang yang ‘terjebak’ sebagai generasi sandwich dan bagaimana generasi sandwich itu penuh manfaat dan potensi keberkahan. Melalui IG Live ALAMI ini kita juga akan membahas salah satu tips dan trik untuk memaksimalkan bagaimana generasi sandwich mengelola keuangan secara syariah.

Acara IG Live ini juga akan dipandu oleh Senior Community Development Manager ALAMI, Arninta Puspitasari. Pas banget untuk kamu yang ingin mengelola keuangan syariah untuk keluarga.

Ingat dan catat waktunya, ya: Rabu 22 Desember 2021 pukul 19.30-20.30 WIB. 

Atau kamu bisa kunjungi instagram ALAMI dengan klik link berikut ini

Dan jangan lupa untuk ikut pendanaan di ALAMI mobile apps yang bisa diunduh melalui Playstore dan Appstore.

Adhi Muhammad Daryono

Content Specialist at ALAMI

Hard work, patience and pray, no hustle culture. Learners of all things, open to new insights

Hard work, patience and pray, no hustle culture. Learners of all things, open to new insights

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments