Hari Ibu
published 21/12/2021 - 5 Min Read

Makna Hari Ibu dan Birrul Walidain Bagi ALAMI Squads

Tanggal 22 Desember yang diperingati sebagai Hari Ibu di Indonesia selalu memiliki makna tersendiri bagi setiap orang, khususnya bagi kaum perempuan yang sudah menjadi atau pun akan menjadi ibu. Tak terkecuali bagi ALAMI Squads. 

Pada awalnya sejarah peringatan hari Ibu nasional diawali dari kegiatan Kongres Perempuan I pada 22 Desember 1928. Kongres Perempuan Indonesia I diadakan pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta.

Isu yang dibahas selama Kongres Perempuan pertama adalah pendidikan bagi anak perempuan, serta peran perempuan dalam berbagai bidang yang tak bisa dipandang sebelah mata. Maka dari itu hari ibu tanggal 22 Desember kemudian selalu diperingati di Indonesia. 

Di era globalisasi seperti saat ini rupanya wanita atau kaum ibu yang bekerja memiliki dua peran tersendiri dibandingkan dengan kaum pria. Ibu yang bekerja harus memikul dua tanggung jawab sekaligus, yakni tanggung jawab pekerjaan dan juga mengurus anak dan keluarga. 

Hal ini tentunya sudah banyak dialami oleh ALAMI Squads yang sudah menjadi ibu. Seperti Partnership Acquisition Manager ALAMI Dini Aulia Rahmi. Menurut Dini, ia harus menjadi Ibu di dua tempat, yakni di pekerjaan dan di rumah. 

Hari Ibu
Partnership Acquisition Manager ALAMI Dini Aulia Rahmi dan anak

“Saat di kantor menjadi ibu atas anak-anak satu tim, Sabtu Minggu merupakan hari untuk anak dan keluarga,” kata Dini. 

Menurut Dini, perempuan atau kaum ibu harus mendapatkan kesetaraan yang sama dengan laki-laki dalam pekerjaan. Meski secara fitrah, laki-laki adalah pemimpin. 

“Tetapi jika seorang perempuan dapat berpikir strategis dan logis juga diberikan kesempatan yang lebih baik dan banyak bisa memberikan ruang untuk kaum perempuan membuktikan diri atas kemampuan yang dimiliki,” ungkapnya.

Begitu juga hal yang sama diungkapkan oleh SEO Specialist ALAMI Asri Ligar Anisa, bahwa perempuan atau kaum ibu yang bekerja saat ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Untuk saat ini seorang ibu harus sangat bisa berkarier sama seperti laki-laki. 

SEO Specialist ALAMI Asri Ligar Anisa dan kedua anaknya

“Tidak bisa lagi dipandang sebelah mata, ‘ah, ibu-ibu doang, bisa apa?’ Berdasarkan fakta, seorang ibu memang bisa dan sangat mungkin untuk memiliki karir yang cemerlang. Apalagi setelah saya bekerja di ALAMI, menjalankan dua peran sekaligus (IRT dan ibu bekerja) itu bisa banget,” kata Asri.

Lalu bagaimana mereka membagi waktu antara pekerjaan di kantor dan mengurus anak serta keluarga?

Untuk saat ini, selama era pandemi dan setelahnya bekerja bisa dilakukan di mana saja. Bahkan di ALAMI sudah menerapkan program #GrowEverywhere, yang artinya bisa bekerja tanpa harus datang ke kantor. Hal ini menjadi keuntungan tersendiri bagi ALAMI Squads khususnya yang telah menjadi seorang ibu. Sambil membagi waktu dengan pekerjaan, mereka bisa tetap mengurus anak dan keluarga. 

“Perihal bagi waktu, kebetulan suami juga kerja remote, jadi kita berdua setiap hari bagi-bagi tugas untuk mengerjakan kerjaan rumah, masak, belanja, main sama anak,” kata Associate Product Manager Hijra, Raden Ajeng Feby Lailani Belladina atau yang akrab disapa Feby. 

Associate Product Manager Hijra, Raden Ajeng Feby Lailani Belladina dan ibu

 Sementara pengalaman berbeda dialami oleh Asri. Menurut Asri, meski di saat bekerja ia kerap ‘diganggu’ oleh anak, tapi ia menikmatinya dengan santai. 

“Kami (dengan suami-red) bekerja pastinya kerap diganggu oleh anak-anak, seperti mereka mengajak main, bertengkar, merengek, dan sebagainya. Memang melelahkan, tapi ya let it flow saja. Kalau saya sibuk dan tidak sempat memasak, ya beli makanan. Kalau ART tidak datang, kami bahu-membahu membersihkan rumah,” terang Asri. 

“Kuncinya adalah berusaha fleksibel, adaptif, dan komitmen bekerjasama dengan suami. Bagi saya, momen bekerja adalah me-time. Jadi ketika anak saya rewel atau bahkan tantrum namun saya tetap sabar dan tenang, di situlah saya merasa menang,” lanjur Asri.

Meski begitu, ALAMI Squads yang saat ini telah mengalami menjadi seorang ibu yang bekerja tentunya mereka pernah juga berada di posisi sebagai anak. Untuk saat ini pada ALAMI Squads yang telah menjadi ibu merasakan hal yang sama saat masih menjadi anak dari seorang ibu. 

People Operation ALAMI Khairul Umah menceritakan bahwa pengorbanan ibu di saat ia masih kecil ternyata ia rasakan juga saat ini. Umah menyadari bahwa seorang ibu memikul peran yang besar untuk mendidik anak-anaknya, bahkan ketika ia bekerja.

People Operation ALAMI Khairul Umah dan anak

“Masyaallah ternyata luar biasa pengorbanan ibu, dulu saya berfikir ibu saya tidak memperhatikan anak anaknya, ternyata setelah saya menjadi seperti dia, seorang Ibu yang harus bekerja, saya baru sadar bahwa dengan berat hati dia harus meninggalkan anak-anaknya demi membantu kebutuhan rumah. Semoga saya pun mempunyai hati lapang seperti dia,” kata Umah. 

Feby juga menyadari bahwa menjadi seorang ibu tak semudah yang ia bayangkan. Banyak perasaan dan emosi naik turun setiap hari yang harus ia jaga dalam menjaga buah hati. 

“Semenjak merasakan langsung peran seorang ibu, di samping rasa bersyukur yang tidak terhingga atas titipan-Nya, tapi nggak bisa dipungkiri juga, kalau ternyata nggak semudah itu ya, banyak perasaan bahasa dan emosi yang naik turun setiap hari, memantau mood si kecil,” terangnya. 

Birrul Walidain  dan Hari Ibu

Dalam ajaran Islam ada perintah untuk memuliakan orang tua terutama ibu. Hal ini disebut dengang istilah Birrul Walidain, atau dalam bahasa keseharian kita bisa disebut dengan berbakti kepada orang tua. 

Birrul Walidain merupakan tindakan seorang anak untuk membahagiakan orang tua sebagai balasan jasa atas pengorbanan yang telah diberikan selama hidupnya untuk anak-anaknya. Meski balas jasa tersebut tidak akan setimpal dengan pengorbanannya selama ini. 

Mulai tahun ini, ALAMI mengimplementasikan program Birrul Walidain Allowance. Di mana setiap ALAMI Squads akan mendapatkan benefit atau tunjangan yang wajib diserahkan kepada orang tua. Hal ini sebagai bagian dari Barakah Culture yang diterapkan di ALAMI, dengan memberikan fasilitas untuk para Squads bisa memenuhi ajaran Islam untuk memuliakan orang tua. 

Lebih dari sekedar memberikan sebuah tunjangan dari perusahaan, berbakti kepada orang tua menurut Umah, bisa diterapkan dari hal yang kecil kepada orang tua. 

“Maknanya lebih berbakti aja sama orang tua, lebih tulus menyayangi, penerapannya dari hal hal kecil misal dengan sekedar dengerin cerita Ibu dengan baik yang mungkin udah beberapa kali diulang, memuji masakan atau penampilannya, rasanya bener-bener manis di hati,” kata Umah. 

Sementara bagi Dini, makna birrul walidain adalah meluangkan waktu untuk intens berkomunikasi dengan orang tua terutama ibu.

“Saat ini dengan intensnya berkomunikasi, selalu mengunjungi Ibu, membantu hal yang diperlukan Ibu juga merawat Ibu dalam keadaan sehat ataupun sedang sakit,” terang Dini.

Menurut Asri, penerapan birrul walidain dalam kehidupan sehari-hari adalah berusaha menuruti saran orang tua. 

“Saya berusaha menuruti apa yang orang tua sarankan karena mereka ingin pendapatnya didengar dan dihargai. Kalau mengajak pergi saat waktu kita senggang, ayo berangkat! Yang penting orang tua happy,” terang Asri.

Sedangkan menurut Feby, penerapan birrul walidain adalah membuat orang tua tidak merasa kesepian di masa tuanya. Sebisa mungkin menemani mereka di kala senggang. 

“Selalu ada buat mereka supaya mereka nggak ngerasa kesepian di hari tua, sebisa mungkin bolak-balik tinggal di rumah orang tua sama mertua mumpung dapat privilege bisa kerja dari mana saja #GrowfromAnywhere,” terang Feby. 

Nah, itulah sepenggal kisah dari ALAMI Squads yang memaknai Hari Ibu dan juga Birrul Walidain atau berbakti kepada orang tua. 

Oiya, masih berkaitan dengan perayaan Hari Ibu di ALAMI, jangan lupa juga untuk mengikut IG Live ALAMI bersama Psikolog & Founder @apdcindonesia Analisa Widyaningrum dengan tajuk “Buat Bahagia Orang Tua dan Anak dengan Kelola Keuangan Secara Syariah”. 

Hari Ibu

 Melalui IG Live ALAMI ini kita juga akan membahas salah satu tips dan trik untuk memaksimalkan bagaimana generasi sandwich mengelola keuangan secara syariah.

Acara IG Live ini juga akan dipandu oleh Senior Community Development  Manager ALAMI, Arninta Puspitasari. Pas banget untuk kamu yang ingin mengelola keuangan syariah untuk keluarga.

Ingat dan catat waktunya, ya: Rabu 22 Desember 2021 pukul 19.30-20.30 WIB. 

Atau kamu bisa kunjungi instagram ALAMI dengan klik link berikut ini

Jangan lupa juga untuk ikut pendanaan di ALAMI Mobile Apps dan unduh aplikasinya di Playstore dan Appstore.

Adhi Muhammad Daryono

Content Specialist at ALAMI

Hard work, patience and pray, no hustle culture. Learners of all things, open to new insights

Hard work, patience and pray, no hustle culture. Learners of all things, open to new insights

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments