fintech berizin OJK
published 19/07/2021 - 3 Min Read

3 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Fintech Berizin OJK

fintech berizin OJK

Per tanggal 10 Juni 2021 lalu tercatat ada 125 perusahaan fintech berizin OJK. Artinya 125 perusahaan fintech ini sudah memiliki status dan legalitas yang kuat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai perusahaan pengembangan dana masyarakat. Selain itu tanda berizin dan terdaftar OJK dimaksudkan untuk melindungi layanan konsumen keuangan berbasis teknologi informasi. Label fintech berizin OJK juga untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat di tengah maraknya fintech P2P ilegal yang membuat banyak masyarakat resah. Untuk mengetahui mana saja fintech berizin OJK, kamu cukup memeriksa situs resmi OJK

Di sana bisa diketahui bagaimana standar operasional yang dijalankan oleh suatu bisnis fintech P2P sudah sesuai dengan yang ditetapkan regulator. Semakin banyaknya perusahaan fintech di Indonesia, membuat OJK terus memperbaharui dan mempublikasikannya ke masyarakat, daftar-daftar perusahaan fintech berizin OJK secara berkala. 

Untuk mendapatkan label fintech berizin OJK, tentunya ada beberapa persyaratan yang harus dilalui oleh sebuah perusahaan fintech. Sebelum mendapatkan label fintech berizin OJK, sebuah perusahaan fintech pada saat pertama kali berdiri harus mendaftarkannya ke OJK dan kemudian mendapatkan label fintech terdaftar OJK. 

Perbedaan Fintech Terdaftar OJK dan Fintech Berizin OJK

Ada perbedaan yang mendasar antara fintech terdaftar OJK dan fintech berizin OJK? Salah satu tahap yang harus dilalui oleh perusahaan fintech pada saat pertama kali didirikan adalah harus terdaftar di OJK. Namun, untuk mendapatkan label fintech berizin OJK ada tahapan-tahapan dan persyaratan yang komprehensif lain yang harus dilalui oleh sebuah perusahaan fintech. 

Secara umum, persyaratan tersebut terdiri dari persyaratan administratif, kesiapan teknologi dan proses bisnis yang telah sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku. Adapun aspek-aspek peraturan yang harus dilengkapi perusahaan fintech jika ingin mendapatkan label berizin OJK antara lain:

  • Aspek kelembagaan, seperti: kelengkapan legalitas perusahaan, rencana kerja perusahaan, SOP Pengaduan Pengguna, Laporan Tahunan Perusahaan, mitigasi risiko dan tata kelola sistem teknologi informasi;
  • Aspek Administrasi, seperti: Pernyataan tanggung jawab terhadap hak dan kewajiban perusahaan, bukti kesiapan dan keahlian sumber daya manusia, bukti keamanan komponen sistem teknologi informasi, bukti pemenuhan Standar Prosedur Operasional dan keamanan sistem informasi;
  • Aspek Kerjasama dengan Pihak Ketiga, seperti: kerjasama pembukaan layanan Escrow Account & Virtual Account, kesepakatan tanda tangan elektronik, kerjasama dengan Lembaga Pengelola Informasi yang telah berizin di OJK, kerjasama dengan Asuransi Keuangan, kerjasama dengan Penyelenggara Industri Jasa Keuangan;
  • Aspek-Aspek Lainnya, seperti: Standar Prosedur Operasional terkait program anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme, rencana program literasi dan inklusi keuangan, bukti keanggotaan dan rekomendasi Asosiasi yang ditunjuk OJK, dan keterhubungan dengan Pusat Data Fintech Lending Indonesia (Pusdafil) dan Fintech Data Centre (FDC).

Selain aspek-aspek yang ada di atas, sebuah perusahaan fintech juga harus memenuhi tahapan lainnya seperti:

  • Live Demo untuk mempresentasikan model bisnis dan mensimulasikan sistem elektronik yang dimiliki guna memastikan kelayakan platform sehingga dapat dimanfaatkan secara aman oleh Pengguna.
  • Site Visit & Penilaian Kesesuaian, dimana OJK memeriksa kesiapan operasional perusahaan, serta melakukan penilaian dan uji kesesuaian terhadap seluruh aspek yang harus dipenuhi oleh ALAMI.

Apa Pentingnya Label Fintech Berizin OJK?

Meski sudah mendapatkan label terdaftar dan berizin OJK, perusahaan fintech juga terus diawasi ketat oleh OJK. Hal ini untuk memastikan dalam berjalannya perusahaan fintech tidak ada ketentuan yang dilanggar. Jika sampai banyak pelanggaran, bukan tidak mungkin tanda ini akan dicabut oleh OJK. 

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, label fintech berizin OJK sangat penting bagi perusahaan P2P lending. Sebab, dengan adanya label tersebut berarti perusahaan fintech tersebut sudah mendapatkan kepercayaan untuk bisa mengelola dan mengembangkan dana masyarakat. Selain itu, label fintech berizin OJK juga penting di tengah maraknya perusahaan P2P lending yang ilegal dan bahkan terjadi penipuan di dalamnya. 

Fintech Berizin OJK Terdaftar sebagai anggota AFPI

OJK juga telah menunjuk sebuah Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) yang bertugas untuk mengontrol serta memberi penilaian kepada fintech legal di Indonesia yang telah menjadi anggotanya. Sehingga penting bagi kamu untuk mencari tahu lebih dulu mana saja fintech yang telah tergabung sebagai anggota AFPI.

Demikian tigal hal yang harus diketahui terkait fintech berizin OJK. Sebagai platform P2P lending syariah, tentunya ALAMI sudah melewati tahapan-tahapan yang sudah disebutkan di atas. Sehingga ALAMI sudah mendapatkan label fintech berizin OJK. Artinya ALAMI sudah mendapatkan kepercayaan sebagai perusahaan atau platform pengembangan keuangan. 

Setelah mendapatkan kepercayaan tersebut maka tidak ada keraguan lagi bagi kamu untuk mengembangkan keuangannya bersama ALAMI.  Mulai hijrah finansial bersama ALAMI dan ikuti pendanaannya. Insyaallah kamu akan mendapatkan ujrah atau imbal hasil setara dengan 14%-16% p.a. Selain itu pendanaan kamu digunakan untuk mengembangkan bisnis UMKM di Indonesia. 

Ayo segera daftar dan ikuti pendanaan di ALAMI. Untuk info selanjutnya kamu bisa klik link ini.

Adhi Muhammad Daryono

Content Specialist at ALAMI

Hard work, patience and prayer. Learners of all things, open to new insights

Hard work, patience and prayer. Learners of all things, open to new insights

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments