keuangan syariah
- 4 Menit untuk Membaca

OJK Resmikan Fajr Academy dari ALAMI, Program Pelatihan Keuangan Syariah yang Dihadiri Ribuan Mahasiswa

Jakarta, 20 September 2022 – ALAMI, perusahaan teknologi keuangan mengedepankan prinsip-prinsip Syariah terbesar di Indonesia, hari ini meluncurkan Fajr Academy, sebuah program pelatihan dan magang terbesar di industri keuangan Syariah di Indonesia. Acara ini diikuti ribuan peserta yang terdiri dari mahasiswa dan lulusan baru dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia. Fajr Academy lahir dari sebuah kepedulian ALAMI pada generasi muda, penerus bangsa dalam berkarya dan berkontribusi bagi pembangunan negara serta adanya kesenjangan antara dasar pemahaman, kualitas, kebutuhan industri ekonomi dan keuangan Islam di Indonesia. 

Pada peluncuran Fajr Academy yang diselenggarakan secara daring pada Selasa (20/09), dihadiri dan dibuka langsung oleh Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sarjito, Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS) Sutan Emir Hidayat, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Internasional Indonesia Profesor Dian Masyita, CEO Rumah Quran Musawarah Dimas Seto, Islamic Finance Specialist UNDP Indonesia Greget Kalla Buana, CEO ALAMI Group Dima Djani, dan Direktur ALAMI Institute Wachid Asad Muslimin. 

Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Sarjito berterima kasih pada ALAMI yang telah membantu pekerjaan OJK untuk memberikan literasi dan mendorong inklusi keuangan secara holistik dan lebih spesifik keuangan syariah. Indonesia merupakan negara mayoritas berpenduduk muslim terbesar di dunia, namun pertumbuhan keuangan syariah belum berjalan dengan cepat. “Kami di OJK sangat berkepentingan bahwa setiap orang di Indonesia harus memahami literasi keuangan. Saya mendorong kegiatan seperti hari ini yaitu Peluncuran Fajr Academy yang pertama dan saya sungguh mengapresiasi, terutama kegiatan ini dapat mendukung Bulan Inklusi Keuangan yang dicanangkan oleh OJK dan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia,” tutur Sarjito.

Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat mengatakan  Pembangunan SDM unggul adalah salah satu faktor kunci untuk memenangkan persaingan global. Pandemi, perubahan teknologi, demografi, serta sosial-ekonomi mengubah cara kerja kita, sehingga sumber daya di industri keuangan syariah harus cepat beradaptasi. “Kami sangat mengapresiasi semangat kolaborasi yang tercipta antara ALAMI Institute sebagai mitra magang perguruan tinggi sebagai wujud nyata penguatan ekosistem ekonomi syariah yang semakin kuat. Semoga sinergi yang dibangun dapat terus dilanjutkan, diperkuat, dan diperluas agar peningkatan kualitas pendidikan dan SDM keuangan syariah dapat tercapai,” tutur Sutan Emir.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Internasional Indonesia, Dian Masyita menyampaikan pentingnya menghubungkan apa yang dipelajari di perkuliahan dengan industri di dunia nyata agar siap bersaing di dunia profesional. Kondisi ekonomi kedepannya tidak menentu, sehingga kita harus kreatif untuk memanfaatkan sumber daya yang ada dengan maksimal. “Jembatan antara ilmu formal di perguruan tinggi dengan informal seperti magang, workshop, dan lainnya harus terkoneksi dan saling menyesuaikan berdasarkan kondisi dan kebutuhan di masyarakat. Harapannya, ini dapat terwujud dengan Fajr Academy,” tutur Dian.

CEO Rumah Quran Musawarah, Dimas Seto juga turut berbangga dengan inisiatif yang dilakukan ALAMI untuk menggelar Fajr Academy dan bersemangat dalam memberikan manfaat untuk umat dan bangsa, ikut berkontribusi melalui dunia pendidikan. Dimas Seto juga turut memberikan pesan untuk semua peserta yang akan berpartisipasi di Fajr Academy, “Sebagai generasi muda, kita harus mengambil peluang dan memperbanyak ikhtiar serta silaturahmi, karena kita tidak pernah tahu peluang datang dari mana. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain,” tutur Dimas. 

Islamic Finance Specialist UNDP Indonesia, Greget Kalla Buana menyambut baik terselenggaranya Fajr Academy dari ALAMI. “Kehadiran Fajr Academy ini sesuatu yang ditunggu-tunggu, sebab salah satu cara untuk menutup talent gap adalah dengan project-based learning yang juga disediakan oleh Fajr Academy. Fajr Academy juga memiliki pengenalan teknologi yang penting untuk generasi muda,” tutur Greget.

CEO ALAMI Group, Dima Djani dalam sambutannya mengatakan “Kami mengajak para generasi muda untuk meningkatkan kepedulian, literasi, keterampilan dan wawasan di bidang Ekonomi dan Keuangan Islam, Inovasi dan Teknologi melalui serangkaian pelatihan dan peluang pemagangan. Kami berharap dari program Fajr Academy akan lahir talenta-talenta keuangan dan teknologi berbasis syariah yang unggul dengan kreativitas, komunikatif, dan mampu berpikir kritis  untuk masa depan ekonomi syariah yang lebih maju,” tutur Dima.

Dalam program Fajr Academy, peserta akan dibekali softskill dan hardskill untuk mengembangkan diri dan mengalami sisi terbaiknya bersama ALAMI. Peserta mendapatkan akses belajar dan mentorship langsung dari ahlinya dan kesempatan  magang di ALAMI Group dengan kultur perusahaan Barakah Culture. Pendaftaran Fajr Academy dibuka mulai 7 September dan akan ditutup pada 28 September mendatang. Adapun training pertama akan dimulai pada 1 Oktober 2022, sekaligus jadi bagian dari Bulan Inklusi Keuangan (“BIK”) yang diinisiasi oleh OJK. 

Sebagai pelaku industri keuangan syariah yang berbasis digital, ALAMI bertujuan untuk mendorong terciptanya kemaslahatan masyarakat yang makmur, berkeadilan, dan berkelanjutan sesuai dengan Maqashid Sharia melalui pengembangan teknologi. Namun demikian, pengembangan dan inovasi teknologi tidak akan cukup tanpa diimbangi dengan proses edukasi dan peningkatan literasi sehingga masyarakat sebagai satu kesatuan ekosistem bertumbuh dan terfasilitasi secara inklusif. 

ALAMI akan terus berkomitmen untuk mempercepat peningkatan literasi keuangan syariah di Indonesia yang akan digawangi oleh ALAMI Institute sebagai pusat edukasi dan riset inovasi teknologi keuangan syariah. Melalui ALAMI Institute, ALAMI berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan baik pemerintah, regulator, perguruan tinggi, maupun pusat unggulan riset seputar ekonomi keuangan syariah dan inovasinya sehingga ekonomi / keuangan syariah tidak hanya menjadi kebutuhan, namun juga menjadi gaya hidup masyarakat luas. 

Tentang ALAMI 

ALAMI merupakan perusahaan teknologi keuangan peer-to-peer lending berbasis syariah yang didirikan sejak 2018 oleh Dima Djani, Harza Sandityo, dan Bembi Juniar. ALAMI telah berizin dari Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) sejak 27 Mei 2020. Saat ini, ALAMI adalah salah satu platform pembiayaan bagi UMKM berbasis syariah terbesar di dunia dengan pencairan pembiayaan lebih dari Rp3 triliun dengan tingkat Non-Performing Financing (“NPF”) di level 0% dan Tingkat Keberhasilan Bayar (TKB90) dana mencapai 100%. ALAMI telah memberikan pembiayaan kepada lebih dari 10.000 proyek-proyek UMKM pada sektor strategis di Indonesia. Keberadaan ekosistem ALAMI telah mencakup 482 kota di 34 Provinsi seluruh Indonesia, baik dari sisi penyandang dana (funders), penerima manfaat pembiayaan (beneficiaries), dengan jenis kegiatan komersial maupun sosial yang telah berjalan. Upaya ALAMI telah mendapatkan pengakuan berupa penghargaan bergengsi, termasuk “Platform Pembiayaan P2P Terbaik” di tingkat global oleh The Asset Triple A Awards selama dua tahun berturut-turut sejak 2019. Selengkapnya di http://alamisharia.co.id

21/09/2022

Adhi Muhammad Daryono

Hard work, patience and pray, no hustle culture. Learners of all things, open to new insights

guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments