published 17/08/2021 - 3 Min Read

Puasa di Bulan Muharram: Puasa Paling Utama Setelah Bulan Ramadhan

Bulan yang istimewa, ibadahnya juga bernilai istimewa. 

Salah satu keberkahan ibadah di bulan Muharram ada di dalam anjuran puasanya. 

Yuk, simak lebih lanjut keutamaan dan jadwalnya di sini! 

Keutamaan Puasa di Bulan Muharram

Melakukan puasa sunnah di bulan Muharram merupakan suatu ibadah yang sangat disarankan oleh Rasulullah SAW. 


Dari Abu Hurairah (radhiyallahu ‘anhu), beliau berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: 

“Seutama-utama puasa setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram, dan seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu, adalah shalat malam,” – H.R. Muslim. 

Keutamaan berpuasa di bulan Muharram ini juga karena bulan Muharram adalah salah satu bulan dari empat bulan haram, yaitu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. 

Seperti disebutkan di Q.S. At-Taubah: 36, “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu…”

Lebih lanjut, hal ini dijelaskan di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim: 

“Sesungguhnya zaman telah berjalan, sebagaimana perjalanan awalnya ketika Allah menciptakan langit dan bumi, yang mana satu tahun ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram, tiga bulan yang (letaknya) berurutan, yaitu Dzulqaidah, Dzulhijjah, dan Muharram. Kemudian Rajab yang berada di antara Jumadil (Akhir) dan Sya’ban.”

Pada bulan-bulan haram, sangat disarankan untuk menahan diri dari perbuatan yang akan merugikan diri kita. Salah satu caranya adalah dengan berpuasa, yang bisa menjadi pelindung diri kita dari perbuatan buruk. 

Selain itu, beliau (SAW) juga menyebutkan bahwa bulan Muharram adalah bulannya Allah. 

Abu Hurairah (r.a.) menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, 

“Sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram.” (H.R. Muslim).

Keutamaan Puasa Asyura

Salah satu puasa yang sangat utama untuk dilakukan di bulan Muharram adalah Puasa Asyura, yaitu puasa 10 Muharram. Namanya berasal dari bahasa Arab, asyara, yang berarti sepuluh. 

Ibnu Abbas r.a. mengatakan, “Aku tidak pernah melihat Nabi SAW berpuasa di hari yang paling dia sukai dibandingkan hari lain, kecuali hari ini, Hari Asyura.” – HR. Bukhari

Dulunya, puasa Asyura ini adalah puasa yang diperintahkan oleh Rasulullah SAW, dan wajib dilakukan oleh umat Muslim, sebelum diturunkan perintah berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan. 

Rasulullah SAW begitu mencintai hari ini karena hari ini adalah hari penyelamatan Nabi Musa a.s. dari kejaran Firaun, yaitu hari di mana Allah SWT memberikannya kemampuan untuk membelah laut, yang akhirnya menenggelamkan Firaun dan tentaranya, serta menyelamatkan Nabi Musa a.s. dan umatnya. 

Nabi Musa a.s. adalah seorang nabi yang namanya paling banyak disebut di dalam Al-Quran, yaitu sebanyak 136 kali. Tentunya, dalam kisahnya banyak hikmah-hikmah yang diambil oleh Rasulullah SAW, dan umat Islam juga bisa mengambil banyak pelajaran dari mengingat kisahnya dan mengenang kemenangannya dari Firaun. Salah satunya, selain dengan mempelajari kisahnya di Al-Quran, juga dengan merayakannya dengan berpuasa Asyura di setiap 10 Muharram. 

Keutamaan lainnya adalah ibadah puasa Asyura ini mempunyai balasan dari Allah SWT yang sangat istimewa. 

Dari Abu Qatadah Al Anshari RA, ia berkata: 

“Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa pada hari Asyura. Beliau menjawab, “Ia akan menghapus dosa-dosa sepanjang tahun yang telah berlalu.” – HR. Muslim

Keutamaan Puasa Tasu’a

Selain puasa Asyura, kamu juga bisa melakukan puasa Tasu’a. 

Puasa Tasu’a adalah puasa yang dilakukan di tanggal 9 Muharram. Namanya berasal dari kata bahasa Arab, tis’a, yang berarti sembilan. 

Sebelum wafatnya, Rasulullah berniat ingin melakukan juga puasa 9 Muharram, sebagai pelengkap dari Puasa Asyura. 

Beliau pernah mengatakan: 

“Kalau saya lanjut umur sampai tahun yang akan datang, niscaya saya akan berpuasa Tasu’a (tanggal 9 Muharram)” – HR. Muslim.

Namun, sebelum sampai pada tanggal tersebut, beliau sudah wafat terlebih dahulu. Ibnu Taimiyah berpendapat, bahwa seorang Muslim yang berpuasa pada hari Asyura disunnahkan untuk juga melakukan ibadah puasa pada hari Tasu’a, karena hal tersebut adalah perintah terakhir Rasulullah SAW, meski beliau sendiri tidak sempat melakukannya.

Jadwal Puasa Muharram Tahun Ini

Untuk tahun 2021, 9 Muharram dan 10 Muharram jatuh pada hari Rabu, 18 Agustus 2021, dan Kamis, 19 Agustus 2021. 

Karena ini adalah puasa sunnah, kamu juga bisa menggabungkan niat puasa Asyura dan puasa sunnah Kamis dalam satu waktu. 

Semoga bisa menggandakan lagi keberkahan yang bisa kamu raih!